06 Sep 2005 16 Comments
Da Vinci Code
Sudah lama aku baca buku ini, menjadi kontroversi karena isinya yang mempunyai tafsir lain terhadap Alkitab. Terutama bahwa Yesus tidak mati di salib tetapi menikah dengan Maria Magdalena dan seterusnya hingga mempunyai keturunan.
Beberapa dalam novel itu diakui penulis sebagai fakta! Bahkan ada dari kalangan non-Kristen percaya kebenaran fakta yang dimunculkan di novel ini, ehm itu sih tidak terlalu aneh. Celakanya banyak yang bahkan dari Kristen yang malah menjadi ragu dan mulai mempercayai novel ini. Maka tak aneh kalau ada suara dari hirarki gereja menyerukan untuk berhati2 dalam membaca novel ini.
Aku sendiri membaca novel ini dan bisa menikmati alur ketegangan yang dibaca, sebatas itu saja, karena memang bagiku ini sekedar novel fiksi pengisi waktuluangku.
Aku dan istriku sempat menghadiri acara “Cafe Socrates” yang diselenggarakan Sigit, temen komsos MBK, dari dia pula aku minta ijin menayangkan transkrip selama acara diskusi itu pada Minggu, 21 Agustus 2005 pukul 10.00 s.d 12.30 WIB dengan narasumber Romo Hariyanto SJ.
Transkrip Diskusi Kafe Socrates (Copyright Kafe Socrates)
Tema : Membaca Kontroversi Da Vinci Code
Judul provokasi : Vatikan Bohong Besar?
Penyelenggara : Kafe Socrates, forum diskusi bulanan garapan KOMSOS MBK
Tempat : Ruang Yohanes, Aula MBK lt. II
Waktu : Minggu, 21 Agustus 2005 pukul 10.00 s.d 12.30 WIB
Pembicara : Rm. JN. Hariyanto SJ
====================================================
Berikut adalah transkrip dari apa yang dikatakan dan dibedah JN. Hariyanto SJ perihal kontroversi Novel karya Dan Brown The Da Vinci Code. Karena keterbatasan daya tangkap alat perekam, Redaksi tidak menuliskan transkrip dialog dengan pengunjung Kafe Socrates. Pembagian subbab dilakukan redaksi untuk memudahkan orang membaca. Copyright dari transkrip ini adalah milik Kafe Socrates. Selamat membaca dan semoga bermanfaat. (Redaksi)
Novel ini memang kontroversial. Banyak yang mengomentari, entah yang pro maupun kontra. Ada penulis yang anti Katolik berkomentar. Dalam arti tidak terlalu simpatik dengan Katolik, seorang penulis besar yang menulis buku kehidupan, thriller juga, dalam sebuah biara di Abad Pertengahan, yang filmnya pernah dilihat juga. Judulnya In the Name of the Rose, karya Umberto Eco. Dia termasuk salah satu ahli Abad Pertengahan. Dan dia banyak mengkritik mengenai klaim-klaim Leonardo Da Vinci oleh Dan Brown sebagai bukti. Baginya, tidak ada bukti dan dasarnya sama sekali. Ini Umberto Eco dan ia pantas kita dengarkan. Justru karena dia bukan Katolik. Kalau ahli Katolik yang bilang itukan, ya bisa dibilang mbela-belaain Gereja sendiri. Tapi, ini justru datang dari orang yang sebenarnya tidak simpatik dengan Gereja Katolik.
Kita mencoba melihat bagian pertama dari film. (Film berjudul Unlocking Da Vinci’s Code: The Full Story garapan National Geographic).
Studi Dokumen
Secret Society, sebuah perkumpulan rahasia. Di sini, disebutkan sebagai biarawan Sion. Ini sendiri sudah menimbulkan masalah. Kalau biarawan berarti harus tunduk pada hukum-hukum Gereja. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Gereja. Seandainya yang disebut The Priory of Sion itu ada. Ini menjadi masalah tersendiri soal keberadaan The Priory of Sion. Bahkan, ada sejak zaman Yesus, 2000 tahun silam. Di sini, disebutkan bahwa The Priory of Sion, European secret society founded in 1099. Sebenarnya, kalau ini didirikan betul pada tahun itu, sebenarnya ini menjadi suatu masalah. Karena ini merupakan kelompok yang mau melindungi rahasia Maria Magdalena dari awal. Pertanyaannya, selama seribu tahun sebelumnya, mereka melakukan apa? Kok tiba-tiba muncul begitu saja. Tidak jelas. Inilah yang kadang luput kita kritisi ketika kita membacanya. Dia sebut sebagai fakta. Ini menjadi tanda tanya besar. Pada tahun 1975, ditemukan di bibliotek nasional di Prancis. Masalahnya dokumen itu terbukti bahwa ini adalah pemalsuan. Sesorang yang mau mengklaim tahkta kekaizaran Prancis mau memakai dokumen ini dengan sengaja diselundupkan. Itu sekarang sangat gampang dibuktikan. Usia kertas bisa dicek, jenis tinta juga bisa dicek. Jadi, terlalu sederhana untuk mengklaim suatu dokumen.
Kita tahu bahwa dalam sebuah studi dokumen, suatu dokumen yang tunggal dan tidak mempunyai relasi dengan dokumen mana pun, itu biasanya diragukan. Suatu dokumen biasanya terkait dengan dokumen-dokumen yang lain. Jadi, identifying numerous members of priory of Sion including Sir Isaac Newton, Batticelli, Victor Hugo, and Leonardo Da Vinci. Nama-nama yang kelihatan dicomot-comot saja. Sebetulnya, nama ini lebih terkait bukan dengan The Priory of Sion, tapi pada kelompok rahasia lain. Suatu kelompok yang muncul yang anti agama yang dalam perkembangan modernnya melahirkan antara lain, rotary club dan sebagainya.
Kemudian, Opus Dei didirikan pada awal Abad-20 di Spanyol. Sebetulnya, ini merupakan kelompok awam yang mencoba mempraktikkan tradisi-tradisi kebiarawan zaman dulu. Dulu itu, lumrah orang melakukan matiraga, puasa, taat pada pimpinan. Tapi, oleh Dan Brown, praktik-praktik itu dilihat sebagai cuci otak. Kenapa? Karena Dan Brown tidak mengerti tradisinya. Dia memang tidak berasal dari tradisi itu. Kalau orang masuk biara, konsekuensinya orang itu harus mengucapkan tiga kaul. Dan ini dipraktikkan oleh Gereja semenjak Santo Benediktus tahun 400/500-an sampai sekarang. Dan tidak ada yang baru. Tapi, Dan Brown menciptakan seolah-olah Opus Dei adalah mafia Gereja Katolik yang kemudian melahirkan pembunuh-pembunuh di dalam novelnya itu. Ini yang dia ciptakan.
Lalu, dikatakan Opus Dei mempunyai markas sangat besar dan mahal di New York. Sebetulnya, ini tidak mengatakan apa-apa. Kalau ada kantor pusat senilai itu, karena Opus Dei terdiri dari awam dari kalangan bisnis, ini tidak mengatakan apa-apa. Apalagi ini kejahatan. Di sini, ada sebuah lompatan logika.
Saya mau memberi catatan. Karya-karya seni yang Dan Brown sebut memang ada. Tapi, deskripsinya belum tentu. Karena deskripsi itu soal memahami sesuatu, menafsirkan sesuatu. Penafsiran saya tidak begitu saja mutlak benar. Kalau seorang penulis mengatakan bahwa penafsirannya mutlak, dia tidak menulis novel, tapi dia menulis Kitab Suci. Jadi, kita harus membedakan antara the real world (lukisannya) dan bagaimana kita memahaminya. Kalau orang melihat lukisan perempuan telanjang. Muncul banyak penafsiran. Ada orang yang mengatakan ini porno. Ada lagi yang mengatakan ini sebagai karya seni. Tapi, seorang pedagang barang seni akan mengatakan ini sebagai duit (uang-red). Namanya juga pedagang.
Lalu, demikian juga dengan arsitekturnya. Bangunan-bangunan itu memang ada. Kalau itu ada, saya akan memberi jawaban seperti yang sering diucapkan anakmuda sekarang, so what gitu loh? Lalu, yang menjadi masalah adalah dokumen. Dia ternyata hanya mengambil suatu dokumen dan menganggapnya mewakili keseluruhan. Tidak membaca cukup luas banyak dokumen. Ini yang menjadi persoalan.
Sekarang, kita mau melihat secara lebih umum. Sejak semula, orang tahu ini novel. Kesulitannya, kalau kita melihat secara keseluruhan film tadi, penulis selalu memberi kesan apa yang dia katakan itu benar. Ada sebuah kontradiksi. Dia sebenarnya menulis novel, tapi dia yakin bahwa yang ia tulis itu benar. Ini agak aneh. Biasanya, seorang penulis akan mengatakan pesannya seperti apa. Tapi. Dan Brown lebih mengatakan datanya benar. Itu menjadi lain. Nah, sebagai novelis saya rasa Dan Brown luar biasa. Karena dia merangkum resep-resep suatu novel yang baik. Ada suspennya. Suspen itu adalah sesuatu yang mengejutkan. Ada rahasia yang mau diungkap. Siapa sih yang tidak ingin tahu terhadap rahasia yang mau diungkap. Ada juga romannya. Roman ini harus ada, karena kalau tidak ada rasanya seperti kurang garam. Apalagi ini menyangkut sebuah lembaga yang besar, sehingga orang ingin tahunya lebih besar. Ini rahasia menulis novel.
Sinopsis Cerita
Romo berlanjut bertanya, “Apa ada yang sudah membaca bukunya sampai selesai?â€
Cerita singkatnya seperti ini.
Ada seorang kurator seni bernama Sauniere dikatakan mati di Louvre. Posisi mayat itu tangannya menunjuk pada sebuah lukisan yang disebut Vitruvian man. Nah, yang menarik adalah bersamaan dengan jenasah itu, si mayat itu, menunjuk sesuatu. (ini mengingatkan saya pada pengalaman di novisiat. Khususnya, teman saya di novisiat. Kalau sore, dua kali seminggu main sepakbola. Di sana, aturannya, hujan tidak hujan sepakbola tetap jalan. Suatu kali, seorang teman kena bola di bagian burungnya. Ia kesakitan. Tapi, ia jatuhnya memilih tempat yang kering). Kurang lebih, seperti itulah yang saya bayangkan pada posisi mayat di novel tadi. Yang menarik, bersamaan dengan jenasah itu, ditemukan juga angka-angka, ada anagram, pentagram, dan ia mengambar suatu bentuk manusia dengan darahnya sendiri. Ini sebuah bentuk kematian yang dramatis. Kalau ini sungguh-sungguh real. Mau mati, sudah menyiapkan semuanya. Padahal dia dibunuh loh.
Dari situlah, cerita bergulir. Cucunya, Sophie Neveu, seorang kriptologis. (kripto terkait dengan kuburan. Seorang yang mempelajari benda-benda terkait dengan kuburan. Cucu ini bertemu dengan seorang bernama Robert Langdon, seorang profesor dari Havard untuk bidang yang disebut Religious Symbology. Terus terang, ini disiplin ilmu yang baru yang dikemukakan Dan Brown karena dalam sejarah ilmu-ilmu tidak dikenal disiplin ilmu ini. Tapi, inilah novel boleh mengarang apa saja. Nah, itulah ceritanya.
Dari situ, kemudian ketahuan bahwa Sauniere yang meninggal adalah anggota dari The Priory of Sion. Dan yang membunuh adalah yang disebut dengan the albino monk dari Opus Dei. Dari situ cerita bergulir. Cerita itu langsung terkait dengan ide bahwa The Priory of Sion ini mempunyai tugas untuk menjaga rahasia Maria Magdalena dan Holy Grail agar bisa tetap bertahan karena rahasia ini ingin dihancurkan oleh Vatikan. Lalu, mulailah dengan adegan pengungkapan-pengungkapan. Mengenai Gereja Katolik, ini suatu catatan yang menarik juga, musuh terbesar dari The Priory of Sion adalah Katolik. Dan diindentifikasikan dengan Vatikan. Ini menarik karena gereja-gereja lain tidak disebut. Padahal mereka mempunyai iman yang sama. (Sebetulnya, Gereja Katolik harusnya merasa tersanjung dengan novel Dan Brown ini).
Kemudian, mengenai Maria Magdalena. Mengapa Maria Magdalena disingkirkan? Menurut versi Dan Brown, karena Petrus cemburu. Yesus ternyata lebih suka pada Maria Magdalena. Karena itu, Maria Magdalena harus melarikan diri ke Prancis dan tinggal di sebuah kota di pinggir pelabuhan Prancis Selatan. Lalu, di sana, MM membawa anaknya (hasil dari hubungannya dengan Yesus). Dari sanalah, lahir dinasti Yesus. Satu hal lain yang menurut saya penting adalah di situ sebetulnya Yesus mengetengahkan apa yang dinamakan Secret Feminine, ritus pemujaan kesuburan. Yang di dalam ritualnya, termasuk seks.
Lalu terkait dengan apa yang disebut dengan Holy Grail. Itu terkait dengan cawan yang dalam Perjamuan Terakhir dipakai oleh Yesus. Dalam sejarah, berita mengenai cawan ini, baru muncul pada Abad ke-11. Jadi, sebenarnya, selama seribu tahun orang tidak peduli dengan itu. Apalagi tidak terlalu relevan. Ada beberapa fakta kecil, dikatakan bahwa Dinasti Yesus ini mendirikan Kota Paris (versi Da Vinci Code, hlm 251, english edition). Paris didirikan oleh suatu etnis Gaul. Kira-kira Abad ke-3 sebelum Kristus, Paris itu sudah ada. Dan baru kemudian menjadi ibukota kerajaan Franken. Data-data ini yang diklaim faktanya benar. Sebenarnya, kalau tidak ada catatan dari depan itu, novel ini tidak bermasalah. Tetapi, problemnya ketika ia memberi catatan bahwa faktanya benar. Lalu, ini menjadi masalah. Kelihatan ia tampak berbohong. Menurut Dan Brown, yang disebut Holy Grail itu tidak ada. Holy Grail adalah rahim dari Maria Magdalena, tempat menampung darah (mani) Yesus. Dan ini disimpan dan dirahasiakan antara Leonardo Da Vinci dan dirumuskan dalam lukisan Perjamuan Terakhir. Di situ, dikatakan bahwa yang duduk di sebelah kanan Yesus adalah Maria Magdalena dan bukan Yohanes. (Ada macem-macem analisis mengenai hal ini). Tetapi, itulah. Dari dulu sampai sekarang, Vatikan berusaha merahasiakan itu, menutup itu, bahkan kalau perlu melakukan pembunuhan. Lalu, jadilah novel yang seru. Ini kurang lebih cerita besarnya.
Tiga Hal Penting
Apa yang perlu kita perhatikan? Ada tiga poin yang ingin saya sampaikan. Pertama mengenai paham berkaitan dengan Holy Grail, Dinasti keturunan Yesus. Di dalam usaha untuk melindungi itu, disebutkan kelompok The Priory of Sion. Satu kelompok lain yang disebut adalah The Knight of Templar. Kelompok ini dikaitkan dengan Kenisah di Yerusalem. Berbeda dengan The Priory of Sion yang keberadaannya masih kita beri tanda tanya besar, The Knight of Templar memang sungguh-sungguh ada. Tapi, siapa kelompok ini sebetulnya?
Di sini (di novel-red), seolah-olah The Knight of Templar seolah-olah bertugas melindungi The Priory of Sion untuk menjaga rahasia Maria Magdalena. Sebenarnya, The Knight of Templar adalah kumpulan tentara yang ikut dalam ekspedisi Perang Salib, yang ketika Yerusalem direbut, mereka menetap di Yerusalem. Mereka membentuk sendiri semacam kelompok biara. Akibatnya, mereka harus tunduk pada aturan kebiaraan. Tugas mereka ada dua, yakni menjaga Yerusalem dan melindungi para peziarah yang datang ke Yerusalem. Kelompok ini resmi di bawah Kepausan. Ini bukan kelompok gelap. Kelompok ini pada akhirnya dibubarkan. Sementara, oleh Dan Brown kelompok ini dibubarkan oleh paus, harta kekayaannya dirampas, termasuk juga rahasia tulang belulang Maria Magdalena dan sebagainya. Tapi, yang sebenarnya terjadi, ini dibubarkan atas keinginan Raja Philip II dari Prancis yang ketika itu bangkrut. Waktu itu, kelompok ini kaya raya. Dengan menjaga Yerusalem, kelompok ini mengontrol ekspedisi. Sesudah berabad-abad, kemudian menjadi sangat kaya. Jangan lupa, mereka harus menjadi biarawan dan kekayaan itu tidak bisa diwariskan kepada anak cucu mereka.
Dikatakan oleh Dan Brown, Vatikan membubarkan mereka dan memaksa raja Prancis menghancurkan The Knight of Templar. Yang betul adalah Raja Philip II menekan Paus agar ia menyetujui. Fakta yang terjadi, ketika itu Paus tidak berada di Vatikan. Paus tinggal di Avignon. Jadi, agak lucu ketika tiba-tiba dikatakan Vatikan membubarkan kelompok itu. Tinggal di Avignon artinya menjadi tahanan Raja Prancis. Ada hal-hal yang dibelokkan. Kalau kita tidak mengerti sejarahnya benar-benar, seolah novel itu menyakinkan.
Kedua, mengenai Secret Feminine. Ini berkautan dengan apa yang diajarkan oleh Yesus. Dan Brown mengatakan bahwa dogma Yesus sungguh Allah sungguh manusia adalah kehendak Kaizar Konstantinus. Mengapa? Supaya Konstantin bisa menyelamatkan diri untuk tetap menjadi kaizar Romawi dan berhak memakai gelar Putra Dewa. Kaisar Romawi memang mempunyai gelar itu. Dalam versi Dan Brown, Yesus hanya digambarkan sebagai a good teacher, seorang guru yang baik. Yang menarik adalah dan Brown tidak menolak terjadinya penyaliban. Dikatakan sesudah penyaliban, terjadi konflik antara Petrus dan Maria Magdalena. Lalu Maria Magdalena lari ke Prancis. Petrus dan teman-temannya inilah yang mem-fabricated (memalsukan, membikin-bikin) ajaran Yesus. Dan mengapa orang Kristen melakukan itu? Untuk mempertahankan kekuasaan. Ini agak aneh karena kita ingat bahwa 300 tahun pertama, Sejarah Kekristenan itu tidak dengan kekuasaan, tetapi dengan penindasan. Waktu itu, mengimani Yesus berarti mempertaruhkan nyawa. Tapi, semua untuk apa?
Menurut Dan Brown, Yesus sebetulnya mengajarkan apa yang disebut Secret Feminine, pemujaan terhadap kesuburan manusia. Ini dilakukan dengan suatu ritual, termasuk ritual seks. Ini suatu praktik paganisme, suatu penyembahan berhala dari agama Kafir. Ini yang menjadi kesimpulan dari Dan Brown. Tapi, ini menjadi sangat aneh. Berarti Yesus bukan orang Yahudi. Alasannya, di dalam agama Yahudi, paganisme ini tidak dikenal. Yesus tiba-tiba melompat ke budaya yang lain sama sekali, menciptakan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan pengalamannya sendiri. Jadi, kekristenan yang kemudian dicap antiperempuan, paternalistik dan sebagainya dan peran perempuan kemudian digeser ke tengah seperti yang dikatakan Dan Brown. Tapi, Brown lupa bahwa kekristenan lahir dari Yahudi yang memang patriarkal sejak awal. Jadi, bahwa Yesus mempunyai murid laki-laki dan Maria Magdalena tidak disebut sebagai salah seorang di antara 12 murid, bukan karena apa-apa. Tapi, ini karena dilatari oleh budaya Yahudi. Pengajar biasanya itu laki-laki. Walaupun Para Bapa Gereja pada dari Abad IV/V, menyebut Maria Magdalena sebagai the apostle of apostles, rasul dari para rasul. Ini sebuah derajad yang istimewa. Alasannya apa? Karena Maria Magdalena adalah orang pertama yang memberitakan kebangkitan. Dan ini diberitakan pertama kali kepada Petrus. Maka gelarnya adalah rasul dari para rasul. Ini sebuah special position.
Ketiga, gnotis. Di novel ini, ada masalah besar. Dan Brown memakai sejumlah yang dia sebut sebagai Injil Thomas, Pilipus, dan Maria Magdalena. Tiga tulisan ini memang mempunyai latar belakang pandangan gnotis. Gnotis bisa disejajarkan dengan paham orang Jawa sebagai Kejawen. Bagi orang Cina seperti Taoisme atau Konfusianisme. Jadi bukan suatu agama itu sendiri, tetapi sebuah pandangan hidup yang dianut. Akibatnya, orang yang beragama apa pun, tetap saja pandangan dasar ini ikut serta. Gnotis kurang lebih semacam itu. Terutama di daerah-daerah yang memakai bahasa Latin dan Romawi.
Apa pandangannya? Pandangannya sangat terkesan Neoplatonis. Pandangan ini mengatakan bahwa dunia ini terbagi dua, antara realitas dan bayang-bayang. Realitas itu pengetahuan. Pengetahuan itulah laki-laki. Bayangan adalah bukan realitas, bukan pengetahuan, dan itu dunia fisik. Kalau pengetahuan itu real, maka yang fisik ini bayang-bayang karena sifatnya yang sementara. Dan itu diasosiakan dengan perempuan. Sampai pada Abad Pertengahan, ada kelompok bidaah yang disebut Kathar. Dari kata Yunani yang masih sering kita pakai sekarang, katharsis. (orang yang mengekpresikan dan menungkapkan sampai habis, ini proses katharsis. Seolah ia membebaskan dari semua beban). Kathar ini adalah kelompok orang yang sebetulnya menolak paham Yesus sungguh Allah, sungguh manusia. Baginya, yang penting adalah roh. Dan konsekuensinya adalah hanya laki-laki yang boleh bergabung dalam kelompok itu. Karena perempuan dianggap sekadar simbol dari badan itu sendiri yang bukan realitas. Gnotis itu prinsipnya demikian. Gnotis inilah yang ditolak iman Kristiani karena menganggap hidup kita sehari-hari ini bukan suatu yang nyata dan tidak penting. Dan ini dalam Surat Paulus pun sudah disebut. Paulus mengatakan kalian yang tidak kerja, janganlah makan. Latar belakangnya adalah aliran gnostik ini. Ada orang yang mimpi akan kedatangan Yesus dan mulai tidak peduli lagi dengan hidup sehari-hari.
Percikan Kontroversi
Apa yang kontradiktif dalam Novel ini? Bovel ini mengatakan bahwa ajaran Yesus berpangkal pada Maria Magdalena dan terkait dengan secret feminine. Tetapi, dikatakan bahwa ini diambil dari injil-injil gnotis yang justru menolak perempuan. Jadi untuk orang yang mengerti paham-paham keagamaan, ini menjadi aneh. Di satu pihak, dikatakan pada pemujaan perempuan. Di lain pihak, dikatakan bahwa ini didukung oleh sumber-sumber yang sebenarnya menolak perempuan. Dari tiga poin utama saja, ini sudah menimbulkan masalah.
Kemudian mengenai judul sendiri. The Da Vinci Code. Kita tahu nama keluarga baru diperkenalkan oleh Napoleon Bonaparte. Ia yang pertama kali memperkenalkan apa yang disebut dengan Family Name. Dari judul ini, ada suatu yang aneh. Kata Leonardo Da Vinci itu seperti kita mengatakan Yesus orang Nazaret. Ini dimengerti sebagai Leonardo dari kota Vinci. Sebetulnya, Leonardo Da Vinci sendiri tidak pernah menandatangani karyanya dengan Da Vinci. Ia selalu menandatangi karyanya dengan kata Leonardo. Karena pada zaman itu, memang belum ada konsep nama keluarga. Jadi, judulnya menjadi sulit.
Apa itu Injil Gnotis? Saya mempunyai dua buku, yakni The Gnotis Gospel of Jesus dan The Lost Books of The Gospel. Buku ini (Da Vinci Code-red) berbicara mengenai Yesus, tapi tidak mengutip satu ayat pun dari Injil. Ini aneh karena dokumen mengenai Yesus paling tua adalah dari Injil. Yang ini kemudian ditulis kemudian. Empat Injil yang kita punya sudah menjadi buku komplit pada akhir abad I (menjelang Abad II). Semua buku di sini, ditulis setelah Abad II. Brown justru memakai sumber-sumber yang lebih muda dan mengabaikan sumber yang paling tua. Dalam hal ini, Dan Brown melakukan kesalahan dalam pemakaian sumber-sumber. Karena dalam kaidah mengenai teks kuno, teks yang lebih tua dipercaya sebagai yang lebih mendekati kebenaran.
Mengapa Gereja menolak? Dalam proses pembentukan Kitab Suci, ada yang disebut proses Kanonisasi, pembakuan. Mana yang disebut sebagai Kitab Suci dan mana yang tidak. Mana yang sungguh cerita-cerita otentik dan mana yang hanya cerita picisan.
Dan Brown memakai sumber tiga injil tadi. Di sana, diceritakan bahwa Yesus akrab dengan Maria Magdalena. Kata ini ditafsirkan sebagai relasi suami istri. Tafsir yang bagi saya ya mungkin saja. Apakah Yesus menikah atau tidak? Paulus pernah menulisan bahwa saya punya hak untuk menikah, tetapi saya tidak. Walaupun Petrus menikah. Seandainya saja, Yesus menikah, pasti Paulus tahu. Pasti Paulus akan memakai argumen dengan menyebut Yesus dan bukan Petrus yang menikah. Mengapa ia pakai argumen mengenai Petrus kalau dia bisa memakai argumen mengenai Yesus.
Tetapi, kalau kita membaca credo (syahadat iman-red), apa penting Yesus menikah atau tidak? Tidak. Dari credo itui, tidak penting Yesus menikah atau tidak. Kalau dipersoalkan Yesus itu menikah atau tidak, tidak menyangkut pokok iman kita. Sama seperti sekelompok orang yang mengatakan Yesus itu disalibkan, tetapi kemudian digantikan oleh Yudas. Yesus kemudian jalan-jalan sampai ke Kashmir. Jadi, itu tidak terkait dengan pokok iman kita. Hanya mungkin sejumlah orang merasa gerah karena Yesus menikah (disambut tertawa-red). Tapi, bukti-bukti yang ditawarkan Dan Brown sungguh tidak memadahi. Problemnya, ya inilah dunia modern. Yang benar adalah yang keras teriak. Ini adalah efek dari budaya komunikasi modern. Okei, sampai di sini dulu. ***
Nov 15, 2005 @ 12:31:51
menarik juga tulisannya.
syukurnya aku ndak terlalu pusing si Yesus ini kawin apa ndak.
Syukurlah kalo kawin. Yesus pan juga manusia.
Dec 12, 2005 @ 22:28:54
Ulasan yang bagus, Mo. Walopun Da Vinci Code pernah jadi mashur, aku kok nggak pernah mbaca buku itu. Dari ulasan Kamu barulah aku tahu isinya.
Feb 28, 2006 @ 12:13:32
Sanggahan yang bagus, tapi tidak cukup bagus…
Terlepas dari benar atau tidaknya fakta-fakta yang diuraikan oleh Dan Brown, saya hanya ingin menanyakan tentang teori ketuhanan agama Kristen/ Katolik yang meyakini bahwa Yesus itu adalah Tuhan, yang membuat saya tergelitik adalah fakta bahwa Tuhan itu adalah Yesus, padahal Yesus itu adalah manusia, yang menjadi pertanyaan besar saya adalah: Apakah mungkin Tuhan itu sama dengan makhluk ciptaan-Nya? Apakah mungkin Tuhan itu ada 3 (trinitas)? berarti dalam mengatur ciptannNya Tuhan-Tuhan yang bertiga itu harus mengadakan rapat dong buat memutuskan apa yang harus terjadi dengan makhlukNya. Bukannya itu sangat menggelikan sekali? Terus tentang dosa asal/dosa turunan, itu menandakan bahwa Tuhan anda tidak adil, mana masuk akal kalau dosa itu dapat diturunkan? itu sangat melanggar HAM. Terus satu hal yang terakhir, menurut agama anda dosa-dosa umat anda sudah ditebus oleh Yesus, wah.. enak sekali dong ya yang menjadi umat anda.. sudah punya jaminan masuk surga tanpa perlu bersusah payah.
Apr 19, 2006 @ 11:05:12
saya udah baca buku ini ya tertarik lah ama kisahnya doang tapi kalo masalah agama nya aku ngga tertarik lah, karena itu bisa menyinggung bagi agama yang menTuhankan Yesus.
Tetapi yang penting buat aku, bisa killing the time baca buku ini hehehhe
btw, semua agama itu kan cuman menganut adat yang sudah ada kan ? semua kitab itu kan tulisan orang2 dahulu kan, mau kristen, islam, budha, dll
yang kristen juga ngga pernah tau siapa sebenarnya yesus
yang islam ngga tau siapa sebenarnya muhammad, dll.
ada yang ngeklaim kitabnya di tulis ama nabi2, ada yang mengakui di wahyui (apa ngga pegel tuh dengerin wahyu sampe beratus2 lembar hehehehe)
tapi ironisnya malah yang punya agama itu ngeklaim paling benar lalu tindakan yang paling konyol menurut aku, malah sering menjadi peperangan HAHAHAHHA padahal tujuan punya agama kan biar menjadi baik koq malah mempertahankan ego nya masing-masing sampe mengorbankan nyawa, konyol, konyol…..
May 27, 2006 @ 03:19:40
Novel Da Vinci Code (selanjutnya disebut novel) dan filem Novel Da Vinci Code (selanjutnya disebut film) jadi heboh. Dan lucu, yang menghebohkan adalah sebagian petinggi2 katholik. yang biasanya terkenal adem. Saya jadi curiga, ada kerja sama apa antar mereka dengan pembuat novel/film. Bukankah dengan ribut2 orang2 jadi tertarik untuk nonton. Alhasil film laku keras. Saya sumpah Yesus, tokoh, dalam novel/film ketawa di liang kubur/ atau di surga (bagi yang percaya)mendengar gurauan manusia di atas tanah ini.
Jul 11, 2007 @ 10:27:05
salut sama kakanda Dan Brown, statement kritisnya…..
tuh…..bagus untuk pemikiran…….. ngajak kita berpikir kritis
sampe2 bikin kalang kabut “pemuja kepalsuan”
I lope lope u …………………..kakanda Dan Brown
Nov 18, 2007 @ 01:08:19
saya sih sangat setuju ama yang dikatakan rikha….emang kadang lucu juga di katholik/kristen…..rancu mau nganggap Yesus itu Tuhan, apa manusia……mungkin ada proses transformasi ya…..jadi pertama manusia,terus kemudian berubah deh jadi Tuhan……….hahahaha lucu banget….please no offense dude……..
untuk atheis mania……statement anda tuh the biggest lie ever…….saya tuh
udah pernah liat orang sekarat mau mati….toh walaupun selama hidupnya saya mengenal dia kayak anda ini…sok gak butuh Tuhan, tp tetep aja tuh kalimat sebelum dia diambil nyawanya tetep bilangTuhan, Tuhan…….jadi please deh gak usah munafik……..semua yang ada didunia ini pasti ada penciptanya….sang kreator……anda punya kursi dirumah anda tuh dapet nya darimana……pasti ada yang bikin kursi kan…..gak lucu banget dong….tahu2 nongol trus jadi kursi………anda atheis….berarti anda menjadi orang munafik……welcome to the club bro….but no offense…..karena anda memang munafik….hahahhahaha
Feb 06, 2008 @ 20:27:27
Permisi, saya rasa mas / mbak rikha ini bersama tigernya salah mengartikan apa yang berada dalam agama kami yaitu katholik/kristen. Mengungkapkan dan membahas “trinitas” tidak dapat diartikan dengan sekelebat pikiran saja, melainkan anda harus tau ada kesucian apa didalamnya. Untuk memahami Tritunggal (trinitas), kita harus kembali kepada kitab pertama dalam Taurat (Perjanjian Lama), yaitu Kitab Kejadian (Genesis).
Berikut adalah petikan dari Kitab Kejadian 1:1-3.
1Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 2Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
3Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.
Jika kita perhatikan, maka kita akan menyadari bahwa ada 3 Pribadi yang terlibat di sini, yaitu: Allah, Firman Allah, dan Roh Kudus. Adanya Pribadi lebih dari 1 ini didukung dengan adanya dialog Allah dan bagaimana Allah menyebutkan diri-Nya sebagai “Kita”.
Memang tidak mudah bagi orang awam untuk memahaminya, termasuk orang yang berfikir dengan EGO nya untuk menjatuhkan agama lain.
“Rikha Says :saya tergelitik adalah fakta bahwa Tuhan itu adalah Yesus, padahal Yesus itu adalah manusia”
Dalam kitab kejadian yang dapat kalian baca jika tidak merasa haram ” Kej 1:26 ”
26Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Tuhan menciptakan manusia berdasarkan rupanya, dan itu menunjukkan cinta Tuhan kepada manusia. Yesus adalah Tuhan Yesus berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30).
So semua agama memliki kesucian dan kerahasiaan atas dogma yang terjadi pada kitab di agama kita masing – masing.
Bahkan Al Quran pun bersaksi tentang keaslian Firman Allah, yaitu Alkitab (Al Kahfi 18:27; Al Hijr 15:9). Selain itu disebutkan juga bahwa umat beriman (muslim) agar: “menjaga Kitab (Alquran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu” (Al Baqarah 2:2-4) dan memerintahkan Muhammad untuk mencari pertolongan dari para ahli Alkitab (Yunus 10:94). Jika Injil dianggap telah diubah dan kehilangan kesuciannya dan Anda meragukannya, maka Alquran gagal menjaganya!
Jangan mencoba menggambarkan Allah secara materialistik! Karena Allah bukan zat atau pun material lainnya.
Kita semua orang awam baik itu yang menganut agama secara pasti dengan bersekolah atau pun masuk kedalamnya dengan menjadi Pastur / Pendeta / Ustad, yang perlu kita sadari adalah “kita percaya atas apa yang kita anut , karena kita melihatnya agama sebagai sesuatu hal yang membimbing kita secara spiritual dan merubah hidup kita menjadi lebih baik menurut ajaran – ajarannya. Peace & love.
Feb 14, 2008 @ 16:19:32
Thank’s banget buat Penjelasan dari ‘Peace & Love’… Semoga Si mas / mbak ‘rikha dan tiger’nya udah baca, walaupun mereka belum / tidak mau mengerti. Kita adalah seorang manusia ciptaan Tuhan yang pastinya memiliki akal namun tidak mungkin melampaui akal Tuhan, sehingga terdapat kemungkinan untuk tidak memahami bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah Tritunggal.
Hal tersebut adalah hal yang hanya dapat kita yakini, tapi sangat sulit untuk dipahami oleh akal manusia.
Feb 23, 2008 @ 22:18:30
Menyambung kata2 mba Rikha dan Peace and Love.. Memang islam mewajibkan umatnya untuk meyakini kitab suci sebelum al-qur`an (termasuk injil) namun setelah turunnya kitab suci Al-qur`an maka umat muslim hanya sekedar meyakini bahwa ketiga kitab suci sebelumnya (Taurat, zabur dan injil) adalah wahyu yang turun dari Allah, namun hanya wajib menjalankan segala perintah yang ada pada kitab suci Al-qurankarena Al-qu`ran adalah pelengkap atau penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.
” Bahkan Al Quran pun bersaksi tentang keaslian Firman Allah, yaitu Alkitab (Al Kahfi 18:27; Al Hijr 15:9). Selain itu disebutkan juga bahwa umat beriman (muslim) agar: “menjaga Kitab (Alquran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu” (Al Baqarah 2:2-4) dan memerintahkan Muhammad untuk mencari pertolongan dari para ahli Alkitab (Yunus 10:94). Jika Injil dianggap telah diubah dan kehilangan kesuciannya dan Anda meragukannya, maka Alquran gagal menjaganya! ” Mengutip kata2 Peace and Love…
menurut saya bukan Al qur`an yang harus menjaga keaslian atau kesucian dari kitab suci injil, tapi umat kristiani sendiri lah yang harus menjaganya..!!! Alqur`an diturunkan setelah banyak sekali dalam kitab suci injil yang telah dirubah oleh tangan2 manusia hanya untuk menuruti hawa nafsunya…!!! (kalau tidak salah diperjanjian lama diharamkan untuk mamakan daging babi namun diperjanjian baru telah dihilangkan) dan Al-qur`an sebagai kitab suci pengganti dan penyempurna dari kitab2 sebelumnya…
Feb 26, 2008 @ 02:10:51
permisi sblmnya cuma mo sekedar share aja.. memang akal lah yang mempunyai banyak peran dalam menilai segala sesuatu, yang saya tau semua penampakan atau eksistensi dalam dunia materi ini memiliki syarat atau berbagai keterbatasan untuk keberadaanya, dibatasi oleh keberadaan lainnya. sebut saja si kambing bukanlah si kucing, warna merah bukan putih atau adanya warna disarati oleh adanya cahaya, ada awal dan akhirnya, tidak abadi. dsb. hal tersebut seolah menunjukan pembedaan atau keidentikan terhadap identitas, sebab jika tidak maka terjadi kekacauan dalam pengidentifikasian terhadap sesuatu. masing-masing mempunyai esensi yang membatasi dirinya dengan keberadaan lainnya, lalu bagaimana dengan eksistensi mutlak yang biasa kita sebut Tuhan, sebagai sebab dari semua eksistensi maka Dirinya memiliki kesempurnaan atas ciptaanNya. tidak berawal dan tidak berakhir, tidak disebabkan oleh penyebab lainnya, tidak dalam dimensi waktu, tidak material dan nonmaterial. Dia adalah Dzat yang Maha Sempurna yang Menciptakan Seluruh Alam – Alam semsta berikut isinya. dan Dia tidak memerlukan atau tidak bergantung oleh segala sesuatu. Oleh karena itu Dia Dzat yang maha satu – Esa, jika terdapat lebih dari satu maka sulit diterima oleh akal, oleh karena Sifat sempurnaNya menjadi terbatas. terima kasih.
Mar 23, 2008 @ 22:19:03
Bapa,ampunilah mereka…karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat…Itulah sepenggal doa Juru Slamat Tuhan kita Yesus Kristus bagi sekalian orang yang mengkianitiNya…
Semua orang yang anti Tuhan, entah itu secara sadar atau tidak…kita kelompokkan mereka sebagai yang tidak tahu bahwa mereka tidak tahu….seperti yang dikatakan Yesus dalam doaNya di atas kayu Salib….Cepat atau lambat mereka sendiri akan menanggung akibat perbuatannya…tapi selalu ada kesempatan untuk bertobat…Tuhan Yesus pasti mengampuni anda jika anda mau bertobat…tapi kalau memang anda ngga mau bertobat..itu sebuah pilihan, yang sangat dihargai Tuhan.Tuhan memberikan dan menghargai kebebasan yang anda miliki….Saya sangat bersukur…karena boleh mengambil bagian dalam jalan hidup Tuhan Yesus….dan saya percaya…Yesus adalah satu2nya jalan, kebenaran, dan hidup…Hanya melalui Dia kita akan selamat dan memperolaeh hidup yang kekal…Kalau masih ragu tentang Yesus….silahkan kontak aku di e-mailku..ernestleonard99@yahoo.com…dengan senang hati saya akan menjelaskan dan membagi pengalaman imanku pada anda….Tuhan memberkati kita….
Jul 09, 2008 @ 13:13:19
buat atheismania end w .njadmiko
sebenernya buku itu kan cuma novel yangpasti cerutanya dibuat semenarikmungkin!!!!KLO MENGENAI ARGUMENT KALIAN PASTILAH BELUM PERNAH MENDALAMI AJARAN KATOLIK SEBENARNYA BUKAN SOAL AGAMA KARENA AGAMA TANPA IMAN SMA AJA BO ONG MENDING KALIAN LBH MENDALAMI AGAMA2 MASING GTU!!!
Oct 14, 2008 @ 00:04:33
gw suka gaya lo PEACE N LOVE…
Wa pgen jelasin yang gw tau tntang Yesus..
DIA sudah ad sebelum nabi ADAM ada..
DIA lah ALLAH yang datang k bumi karena melihat bumi kacau balau..
dan IA ingin memperbaikinya karena Ia tak ingin melihat ciptaan NYA rusak…
Pencabulan, Penyembahan berhala (atau syirik kata kalian mah), pembunuhan, korupsi, dn dosa2 lainnya terjadi di mana2..
Ia datang untuk memberitakan kebenaran..
Saat IA datang bnyk yang tak percaya bahwa DIA lah yang d ramalkan nabi sebelumnya yang akan menjadi juruselamat..
Karena kasihnya.. IA menebus mereka dgn darah NYA…
Agar mereka tau kalau TUHAN sayang ma mreka..
Agar mereka jga sayang kpada TUHAN..
Dan jelaslah yYESUS pernah berkata,”Tidak ada yang dapat pergi kepada BapaKu d sorga tanpa melalui AKU”
Jelas dunk Yesus tuh jalan kebenaran..
Siapapun!!!! gak bisa pergi k sorga tanpa melalui DIA…
tu yang wa tau dkit….
Feb 07, 2009 @ 12:19:36
saya mo nanya..katanya sebelum disalib yesus berdoa pada tuhan bapa?….bukankah itu yang manusia lakukan atas keinginan dan ketidak mampuannnya sbgai manusia sehingga berdoa kepada tuhan.????
DIA itu satu,,, tidak beranak dan tidak diperanakan
Mar 07, 2009 @ 19:49:41
saya mo nanya… di dalam Alkitab disebutkan bahwa siapa yang menginginkan seorang laki2 atau perempuan,dan menginginkannya dalam hatinya,dia telah berzinah secara tdk langsung. Trus,kok Yesus bisa menikah dgn Maria Magdalena? berarti,Yesus juga berzinah donk????