<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tak Ada yang Tahu Takdirmu</title>
	<atom:link href="http://pruwanto.com/2009/02/tak-ada-yang-tahu-takdirmu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pruwanto.com/2009/02/tak-ada-yang-tahu-takdirmu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tak-ada-yang-tahu-takdirmu</link>
	<description>Our Pilgrimage</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Aug 2009 06:00:06 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Christina Makin</title>
		<link>http://pruwanto.com/2009/02/tak-ada-yang-tahu-takdirmu/#comment-279</link>
		<dc:creator>Christina Makin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 06:28:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.pruwanto.com/?p=97#comment-279</guid>
		<description>Membaca tulisan anda mengenai &quot;Tak ada yang tahu takdirmu&quot; dengan contoh ulasan dari film The curiouse case of the Benjamin Button membuat saya merenung dan melihat perjalanan hidup saya dari kecil hingga sekarang. Memang tidak ada satupun yang tahu takdir kita, namun impian dan cita - cita  juga berperan dalam menghantarkan kita meraih apa yang ingin kita gapai dalam hidup. Saya tidak menyangka bahwa kecintaan saya pada bahasa Inggris dan impian saya untuk mengetahui dunia Eropa menghantarkan saya pada jalan hidup saya yang sekarang. Tinggal dan menetap di Inggris, membaur dan beradaptasi dengan budaya setempat. Besar di sebuah desa kecil dengan masyarakat yang sederhana di Blitar dan terdampar di kota besar tak jauh dari London dengan standar hidup masyarakatnya yang tinggi dan modern. Takdir juga mengahantarkan saya pada cita - cita saya untuk bisa melayani sesama dengan bekerja di public sector mulai dari pendidikan hingga sebuah penjara untuk rehabilitasi para nara pidana sebelum mereka kembali ke masyarakat. Sungguh perjalanan hidup yang perlu saya syukuri setiap saat.:-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca tulisan anda mengenai &#8220;Tak ada yang tahu takdirmu&#8221; dengan contoh ulasan dari film The curiouse case of the Benjamin Button membuat saya merenung dan melihat perjalanan hidup saya dari kecil hingga sekarang. Memang tidak ada satupun yang tahu takdir kita, namun impian dan cita &#8211; cita  juga berperan dalam menghantarkan kita meraih apa yang ingin kita gapai dalam hidup. Saya tidak menyangka bahwa kecintaan saya pada bahasa Inggris dan impian saya untuk mengetahui dunia Eropa menghantarkan saya pada jalan hidup saya yang sekarang. Tinggal dan menetap di Inggris, membaur dan beradaptasi dengan budaya setempat. Besar di sebuah desa kecil dengan masyarakat yang sederhana di Blitar dan terdampar di kota besar tak jauh dari London dengan standar hidup masyarakatnya yang tinggi dan modern. Takdir juga mengahantarkan saya pada cita &#8211; cita saya untuk bisa melayani sesama dengan bekerja di public sector mulai dari pendidikan hingga sebuah penjara untuk rehabilitasi para nara pidana sebelum mereka kembali ke masyarakat. Sungguh perjalanan hidup yang perlu saya syukuri setiap saat.:-)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

