<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pruwanto.com &#187; budaya</title>
	<atom:link href="http://pruwanto.com/category/budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pruwanto.com</link>
	<description>Our Pilgrimage</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 01:15:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Seren Taun dan Tahun Baru</title>
		<link>http://pruwanto.com/2008/02/seren-taun-dan-tahun-baru/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=seren-taun-dan-tahun-baru</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2008/02/seren-taun-dan-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 07:53:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/index.php/2008/02/08/seren-taun-dan-tahun-baru/</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman dan penderitaan masa lalu melahirkan sebuah tekad dan kesadaran hidup, Perbedaan dan Keberagaman merupakan Anugerah, Budaya Luhur mempraktekkan satu hal untuk saling menghormati dan harmoni antara agama, etnis, dan budaya agar tetap terjaga penuh dengan ikhlas dan damai. Semua ini karena karunia Tuhan, warga Cigugur mengungkapkan rasa syukur yang diungkapkan dalam sebuah upacara SEREN [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style= "float: left; margin-right:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm3.static.flickr.com/2055/2250294836_511c00962a.jpg" width="500" height="174" alt="seren7" /> </div>
<p>Pengalaman dan penderitaan masa lalu melahirkan sebuah tekad dan kesadaran hidup, Perbedaan dan Keberagaman merupakan Anugerah, Budaya Luhur mempraktekkan satu hal untuk saling menghormati dan harmoni antara agama, etnis, dan budaya agar tetap terjaga penuh dengan ikhlas dan damai. Semua ini karena karunia Tuhan, warga Cigugur mengungkapkan rasa syukur yang diungkapkan dalam sebuah upacara SEREN TAUN. Begitulah kalimat indah tercetak di <em>banner</em> yang terpasang di sekitar tempat upacara seren taun.</p>
<p>Seren Taun merupakan gelar budaya masyarakat agraris Sunda, Cigugur, Kuningan. Seren berarti menyerahkan, diartikan penyerahan hasil panen (padi) sebagai wujud syukur dan permohonan perlindungan Tuhan untuk tahun yang akan datang. Padi bagi masyarakat Jawa Barat tidak dapat dipisahkan dengan kisah Dewi Sri sebagai lambang kesuburan.<br />
<span id="more-55"></span></p>
<div style= "float: right; margin-left:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm3.static.flickr.com/2134/2249498241_42cc4ec71c_m.jpg" width="240" height="112" alt="seren5" /> </div>
<p>Upacara Seren Taun diselenggarakan setiap bulan Rayagung, secara simbolis Rayagung berarti merayakan keagungan Tuhan. Penyelenggaraan dimulai edngan upacara ngajayak padi pada tanggal 18 Rayagung yang kemudian dilanjutkan pada tanggal 22 Rayagung, yaitu upacara penumbukan padi sebagai acara puncak. Ngajayak berarti menerima dan menyambut, yang dimaksudkan disini yaitu menerima dan menyambut cinta kasih atas kemurahan Tuhan YME. Bilangan 18 mengandung makna simbolis, dalam bahasa Sunda delapan belas diucapkan welas diartikan welas asih atau kemurahan Tuhan. Tanggal 22 terdiri dari 20 dan 2, 20 menggambarkan keyakinan mereka atas kemurahan Tuhan yang menganugerahi jasmani dan rohani, 20 menurut keterangannya merupakan 20 sifat yang menyatukan organ-organ badan jasmani degan fungsi yang beraneka ragam tetapi saling bekerjasama mendukung kehidupan. Bilangan 2 mengacu pada sikap dasar kesatuan dalam kebhinnekaan yang menjadi hukum adikodrati sebagai adanya siang-malam, suka-duka, susah-bahagia, atau laki2-perempuan. Dalam perhitungan tahun Saka, bulan Rayagung adalah bulan penghujung tahun. Penetapan waktu upacara Seren Taun bermakna pada saat itulah genap waktu bertambah satu tahun. Pengartian ini dengan lancar dijelaskan oleh panitia yang menggunakan baju hitam-hitam juga tercetak pada buku acara yang dibagikan kepada pengunjung.</p>
<p>Untuk menuju ke tempat acara ini sudah dibahas pada <a href="http://pruwanto.com/word/index.php/2008/01/29/melestarikan-budaya-merayakan-perbedaan-untuk-perdamaian/">posting sebelumnya</a>.</p>
<div style= "float: left; margin-right:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm3.static.flickr.com/2249/2250294878_ccd14808cd_m.jpg" width="160" height="240" alt="seren9" /> </div>
<p>Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Dengan matahari yang sama dan bulan yang sama, ternyata berbagai budaya menentukan tahun barunya beragam. Pun kemarin ketika Tahun baru Cina, Selamat Tahun Baru Imlek. Begitu baiknya Tuhan memberikan sinar mataharinya kepada semua orang, percaya pada-Nya atau tidak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2008/02/seren-taun-dan-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melestarikan Budaya, Merayakan Perbedaan untuk Perdamaian</title>
		<link>http://pruwanto.com/2008/01/melestarikan-budaya-merayakan-perbedaan-untuk-perdamaian/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=melestarikan-budaya-merayakan-perbedaan-untuk-perdamaian</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2008/01/melestarikan-budaya-merayakan-perbedaan-untuk-perdamaian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 09:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[liputan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/index.php/2008/01/29/melestarikan-budaya-merayakan-perbedaan-untuk-perdamaian/</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; Masyarakat Sunda adalah masyarakat agraris. Sebagian besar masyarakat ini hidup sebagai petani. Saat merayakan tahun baru, mereka sekaligus bersyukur kepada Tuhan atas segala anugerah (panen) pada tahun sebelumnya dan berdoa untuk berkah serta perlindungan-Nya pada tahun selanjutnya. Ritual upacara doa dan syukur ini dirayakan sebagai “Seren Taun” oleh masyarakat Sunda di Cigugur, Kuningan, setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;</p>
<div style= "float: left; margin-right:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm3.static.flickr.com/2201/2228330928_eeba7f2b71_m.jpg" width="240" height="129" alt="seren taun" /> </div>
<p>Masyarakat Sunda adalah masyarakat agraris. Sebagian besar masyarakat ini hidup sebagai petani. Saat merayakan tahun baru, mereka sekaligus bersyukur kepada Tuhan atas segala anugerah (panen) pada tahun sebelumnya dan berdoa untuk berkah serta perlindungan-Nya pada tahun selanjutnya. Ritual upacara doa dan syukur ini dirayakan sebagai “Seren Taun” oleh masyarakat Sunda di Cigugur, Kuningan, setiap tanggal 22 bulan Rayagung –bulan terakhir pada penanggalan Sunda- atau kali ini dirayakan mulai 16 Desember 2007 hingga 1 Januari 2008.<br />
<span id="more-54"></span><br />
Seren Taun sarat dengan makna ritual dan perayaan terhadap perbedaan yang tak perlu menjadi hambatan dalam hidup bersama. Hal itu tercermin dari tema tahun ini, yaitu “Tundukkan Kepala, Satukan Hati dalam Keberagaman, demi Kedamaian Alam Semesta.” Makna utama dari seren taun adalah syukur terhadap hasil panen yang telah diterima, karena itu padi menjadi ornamen penting dalam setiap acara, golek (wayang) padi menjadi simbol khas. Puncak perayaan pun dilakukan dengan menutu (menumbuk) padi, semua pengunjung, tamu, dan masyarakat sekitar mendapatkan kesempatan untuk menumbuk padi.</p>
<div style= "float: right; margin-left:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm3.static.flickr.com/2155/2227539715_f02c1ee812_m.jpg" width="215" height="240" alt="seren taun" /> </div>
<p>Penyelenggaraan acara ini didukung oleh ribuan masyarakat setempat dari semua agama dan kepercayaan, tamu wisatawan, dan berbagai masyarakat adat dari Sunda maupun dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir perwakilan dari Baduy Kanekes, Dayak Bumi Segandu Indramayu, Batak, Minang, Bali, Nusa Tenggara Timur, Dayak Kalimantan, dan Talaud. Selain bertemu dan masing-masing menampilkan berbagai persembahan seni, mereka juga berdiskusi tentang permasalahan sosial yang dihadapi, terutama diskriminasi yang kerap diterima dari pemerintah, terkait dengan kebebasan dalam memeluk dan menjalankan ritual adat.</p>
<div style= "float: left; margin-right:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm3.static.flickr.com/2057/2228331064_5d8505267e_m.jpg" width="215" height="240" alt="seren taun" /> </div>
<p>Banyak hal yang bisa ditarik dari penyelenggaraan acara ini, selain utamanya adalah kebersamaan masyarakat. Hal unik lain adalah setiap tamu dari luar daerah telah dipersiapkan untuk menginap rumah-rumah warga yang siap menampung tamu.</p>
<p>Berminat hadir dalam perayaan ini? Puncak Seren Taun tahun ini jatuh pada 21 Desember 2008. Tempat ini bisa ditempuh melalui jalur Cirebon-Kuningan-Cigugur atau Subang-Majalengka-Kuningan-Cigugur. Terdapat angkutan umum yang dapat membawa anda ke tempat perayaan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2008/01/melestarikan-budaya-merayakan-perbedaan-untuk-perdamaian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

