<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pruwanto.com &#187; kuliner</title>
	<atom:link href="http://pruwanto.com/category/kuliner/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pruwanto.com</link>
	<description>Our Pilgrimage</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 01:15:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Authentic Barbeque @ Q Smokehouse</title>
		<link>http://pruwanto.com/2008/07/authetic-barbeque-qsmokehouse/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=authetic-barbeque-qsmokehouse</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2008/07/authetic-barbeque-qsmokehouse/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 09:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/index.php/2008/07/07/authetic-barbeque-qsmokehouse/</guid>
		<description><![CDATA[Kebanyakan orang menganggap barbeque adalah memanggang daging atau ikan yang sudah dioles bumbu di atas pemanggang dengan arang. Namun di Q Smokehouse, diperkenalkan metode barbeque yang &#8220;authentic&#8221;. Klaim mereka adalah &#8220;authentic barbeque&#8221;. Apa bedanya? Daging dimasak hanya dengan asap dengan suhu tidak lebih dari 200 F. Dengan alat khusus, arang sebagai sumber panas dan asap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style= "float: right; margin-left:5px; margin-bottom: 5px">
<a href="http://www.flickr.com/photos/budipru/2644887305/" title="theribs by budipru, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3268/2644887305_0b826c1bc3_m.jpg" width="185" height="240" alt="theribs" /></a></div>
<p>Kebanyakan orang menganggap barbeque adalah memanggang daging atau ikan yang sudah dioles bumbu di atas pemanggang dengan arang. Namun di <a href="http://www.qsmokehousejakarta.com/">Q Smokehouse</a>, diperkenalkan metode barbeque yang &#8220;authentic&#8221;. Klaim mereka adalah &#8220;authentic barbeque&#8221;. Apa bedanya? Daging dimasak hanya dengan asap dengan suhu tidak lebih dari 200 F. Dengan alat khusus, arang sebagai sumber panas dan asap diletakkan di samping tempat pengasapan. Jadi memang benar-benar hanya asap dan panas saja yang sampai ke daging tersebut. Dengan temperatur tak sepanas api atau bara yang langsung di bawah daging seperti pada barbeque biasa, maka proses ini membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk daging ayam dan 10-12 jam untuk ribs atau daging sapi.<br />
<span id="more-68"></span></p>
<div style= "float: left; margin-right:5px; margin-bottom: 5px">
<a href="http://www.flickr.com/photos/budipru/2645712670/" title="smoketools by budipru, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3041/2645712670_112c972383_m.jpg" width="240" height="156" alt="smoketools" /></a> </div>
<p>Dagingnya pun tak bisa daging biasa, karena jika yang dimasak adalah sirloin atau tenderloin, daging tersebut akan menjadi terlalu matang. Daging yang dipilih adalah daging dengan kadar lemak yang lebih banyak, atau untuk ayam biasa dipilih daging ayam kampung yang biasanya lebih alot. Namun hasil dari authentic barbeque ini dijamin dapat membuat daging empuk meskipun di dalamnya masih berwarna merah. Tampak luar daging terlihat kehitaman, namun tidak berasa gosong dan pahit. Kayu yang digunakan untuk pembakaran pun jenis kayu khusus, biasanya kayu buah, dan kali ini yang dipakai adalah buah rambutan. Konon rasa dan aroma daging ditentukan oleh salah satunya kayu untuk pembakaran ini. Jika kayu dari sembarang pohon yang getahnya terasa pahit bisa mengubah rasa daging it Rasanya? hmm enak, empuk, tekstur halus, dan daging terasa segar. Namun jika kayu dari pohon bukan buah-buahan yang bergetah pahit, rasa daging jadi tak karuan.</p>
<div style= "float: right; margin-left:5px; margin-bottom: 5px">
<a href="http://www.flickr.com/photos/budipru/2644886899/" title="depan by budipru, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3109/2644886899_eaec9d30ec_m.jpg" width="240" height="160" alt="depan" /></a></div>
<p>Acara kali ini adalah gatheringnya komunitas <a href="http://www.sendokgarpu.com">sendokgarpu.com</a>, sebuah situs informasi tentang makan-makan. Kebetulan kenal Sastro, sang pemilik yang dengan baik hati mau berbagi ilmu tentang penerapan model bisnis aplikasi web 2.0 untuk thesisku. Sendokgarpu.com salahsatu situs berteknologi Web 2.0 yang layak untuk sering dikunjungi, berisi informasi lengkap tempat makan dan informasi terkait makan-makan, ditambah komunitas yang aktif memberikan resensi dan komentar.<br />
Acara gathering yang meriah ini berlokasi di <a href="http://www.qsmokehousejakarta.com">Q Smokehouse Factory</a> di Jl Panglima Polim IX/16. Lumayan banyak yang ikut, sekitar 40 orang. Kapasitas <a href="http://www.qsmokehousejakarta.com">Q smokehouse</a> sendiri sekitar 70 orang. Nah, malam ini acaranya adalah workshop tentang authentic barbeque yang pemasakannya dengan cara &#8220;low and long&#8221; dibandingkan pemanggangan biasa yang &#8220;hot and fast&#8221;. Ternyata ada juga acara &#8220;hiburan&#8221; yaitu pembacaan kartu tarot. Teman-teman yang bersama datang, teman-teman Komsos, ternyata banyak yang berminat ikut dan antri bersama peserta-peserta lain. Kalau aku dan istriku lebih menikmati makan&#8230; dan makan&#8230; Hmmm&#8230; Sementara itu, sendokgarpu.com menghibur peserta dengan doorprize dan lomba makan burger.</p>
<div style= "float: left; margin-right:5px; margin-bottom: 5px">
<a href="http://www.flickr.com/photos/budipru/2645712592/" title="meeting by budipru, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3137/2645712592_a18e408a02_m.jpg" width="240" height="160" alt="meeting" /></a> </div>
<p>Tentang barbeque buffetnya, makanan yang dipilih cukup mewakili untuk dinikmati sebagai hasil authentic barbeque. Sayang ribsnya tidak cukup banyak sehingga harus menunggu beberapa waktu, lebih dari 30 menit, untuk dapat dinikmati yang antre belakangan. Selain itu, ternyata ice lemon tea tak bisa direfill alias not &#8220;all you can drink&#8221;, seperti yang  tertera di undangan. Oya, di spanduk luar tertulis untuk acara buffet ini dihargai senilai Rp. 85.000 per orang.</p>
<p><a href="http://www.qsmokehousejakarta.com">Q Smokehouse Factory</a>, Recommended resto with reasonable price.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2008/07/authetic-barbeque-qsmokehouse/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hola Nona Bola!</title>
		<link>http://pruwanto.com/2008/06/hola-nona-bola/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hola-nona-bola</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2008/06/hola-nona-bola/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 08:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/index.php/2008/06/25/hola-nona-bola/</guid>
		<description><![CDATA[Bukan karena demam Piala Eropa 2008 yang sedang berlangsung di Austria dan Swiss, aku makan di Restoran Nona Bola, Jalan HOS Cokroaminoto 90, Menteng, Jakarta Pusat. Semata-mata sebagai dukungan terhadap suami tercinta yang sedang mengerjakan tesis, aku menemaninya untuk ngobrol santai dengan Sastro Gozali, pendiri sendokgarpu.com. Lepas pukul 18.00 WIB, aku memasuki ruangan di bawah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style= "float: right; margin-left:5px; margin-bottom: 5px">
<a href="http://www.flickr.com/photos/budipru/2610232836/" title="nonabola by budipru, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3221/2610232836_3bf79cf17e_m.jpg" width="240" height="192" alt="nonabola" /></a></div>
<p>Bukan karena demam <a href="http://www.euro2008.uefa.com/">Piala Eropa 2008</a> yang sedang berlangsung di Austria dan Swiss, aku makan di Restoran Nona Bola, Jalan HOS Cokroaminoto 90, Menteng, Jakarta Pusat. Semata-mata sebagai dukungan terhadap suami tercinta yang sedang mengerjakan tesis, aku menemaninya untuk ngobrol santai dengan Sastro Gozali, pendiri <a href="http://www.sendokgarpu.com">sendokgarpu.com</a>.<br />
Lepas pukul 18.00 WIB, aku memasuki ruangan di bawah Gandy Steak House yang masih satu grup dengan Nona Bola itu. Meskipun namanya Nona Bola, tidak ada ornamen atau aksesoris berkaitan dengan bola di dalamnya. Tidak ada senyum atau sapa menyambut kedatanganku seperti yang biasa kurasakan ketika memasuki sebuah restoran. Aku pun mencari tempat sendiri di antara deretan kursi yang kosong.<br />
<span id="more-67"></span><br />
Mungkin karena belum waktunya makan malam maka restoran ini sepi, pikirku. Namun ternyata hingga satu jam kemudian, bahkan saat kami selesai wawancara sekitar pukul 20.30 WIB, restoran ini tetap sepi. Alhasil, kami menahan dinginnya AC yang memenuhi ruangan yang berpenghuni sedikit itu. Padahal dalam dua kali kunjungannya ke sini, menurut suamiku, restoran yang direkomendasikan sahabatnya (dr. Herbert, SpOG) ini cukup ramai. Entah mengapa malam ini sepi.<br />
Sastro yang baru pertama kali berkunjung ke restoran ini memesan Mie Udang Malaya Special dan Teh Hangat. Suamiku yang sudah kali ketiga berkunjung ke sini memesan Nasi Lemak Malaya Special dan Kopi O. Sedangkan aku yang juga kali pertama ke sini memesan Es Kacang Malaya, Laksa Nona Special, dan Teh Tarik.<br />
Es Kacang Malaya terdiri dari campuran kacang merah (kesukaanku!), nata de coco, agar-agar warna merah dan hijau, serta cincau hitam. Sebenarnya minuman ini masuk dalam daftar hidangan penutup (dessert), tapi aku tak tahan untuk segera menikmatinya sebagai hidangan pembuka (appetizer) sambil menunggu Sastro datang. Rasanya sungguh mantap, dashyattttttt&#8230;. Es serut yang ditaburi susu kental manis dan aneka sirup itu perlahan lumer dan menggoyang lidahku. Sensasinya berbeda dengan ketika aku menikmati es kacang merah di tempat lain.<br />
Sementara itu, Laksa Nona Bola yang kuharapkan makin melengkapi nikmatnya makan di restoran ini justru agak jauh dari harapan. Semangkuk laksa yang didalamnya terdapat dua ekor udang dan empat potong (semacam) otak-otak terasa hambar melewati lidah dan tengorokanku. Padahal makanan ini menjadi salah satu menu spesial restoran ini.<br />
Teh Tarik hangat yang disajikan tak mampu mengobati kekecewaanku. Susunya terlalu banyak sehingga mengaburkan rasa tehnya. Lebih enak minum teh tarik kemasan yang biasa kuseduh di rumah, pikirku. Semoga Sastro yang biasa membuat review restoran di situsnya dan suamiku yang merekomendasikannya bagi kami tak mengalami hal yang sama:-p<br />
Suara musik yang mengalun merdu menemani kami menghabiskan menu makan malam di restoran yang berdiri sejak 2006 ini. Sayangnya suara merdu itu sesekali dirusak oleh suara berisik dari atas plafon ruangan. Kedengarannya seperti suara tikus yang berlarian, tapi mudah-mudahan bukan binatang pengerat itu.</p>
[Citra: scan menu nona bola] </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2008/06/hola-nona-bola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikan Bakar Muara Karang</title>
		<link>http://pruwanto.com/2008/06/ikan-bakar-muara-karang/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ikan-bakar-muara-karang</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2008/06/ikan-bakar-muara-karang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 09:46:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/index.php/2008/06/06/ikan-bakar-muara-karang/</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu ada Wary, sahabatku yang selama ini bekerja di Singapore, kami merencanakan makan malam yang spesial, bukan mewah tapi lain dari yang lain. Maka seturut ide Lani, sahabat kami juga, kemudian mereka dan aku serta istriku pun menuju Ikan bakar Muara Karang. Masalahnya kami semua belum ada yang tahu rute jalan ke sana. Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style= "float: right; margin-left:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3120/2555924410_c70c87cf3a_m.jpg" width="240" height="180" alt="ikan bakar dan cumi" /> </div>
<p> Malam itu ada Wary, sahabatku yang selama ini bekerja di Singapore, kami merencanakan makan malam yang spesial, bukan mewah tapi lain dari yang lain. Maka seturut ide Lani, sahabat kami juga, kemudian mereka dan aku serta istriku pun menuju Ikan bakar Muara Karang. Masalahnya kami semua belum ada yang tahu rute jalan ke sana. Ada GPS Nokia yang baru terpasang di mobil Lani, tapi apa daya tak ada <em>point of interest</em> Ikan Bakar Muara Karang. Nah bertanya-tanyalah kami pada sobat masing2 via telpon. Hmm sayang jawabannya pun beragam, ada yg bilang deket Muara Baru, dan menujulah kami ke sana setelah melalui Gunung Sahari sampai mentok, Ancol, belok kiri.</p>
<p>Namun apa daya kami salah jalan, itupun setelah kami melalui genangan <em>rob</em>&#8211;banjir akibat air laut pasang&#8211;yang ujung-ujungnya mobil Lani harus dicuci dan didakwa oleh tukang cuci besoknya,&#8221; Mbak mobilnya bau amis banget, baru nyemplung ke laut yah?&#8221; atau lagi,&#8221;Mbak jualan ikan yah&#8230;?&#8221;, hehe agak-agak hiperbolis sih.. tapi masalah tersesat menuju Muara Karang yang ini memang bener.<br />
<span id="more-66"></span></p>
<div style= "float: left; margin-right:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3091/2555924236_7de2e2afdb_m.jpg" width="240" height="180" alt="penjual ikan muara karang" /> </div>
<p>Setelah berputar2 melewati Perumahan Pluit, tanya 2-3 kali ke warung, tukang ojek, dan tukang becak.. akhirnya kami <em>on the track</em> kemudian melalui jalan sempit dengan orang di kiri-kanan berjualan ikan. Setelah melewati jalan becek-sempit-padet-penuh penjual ikan itu, lalu ada tempat parkir di sebelah warung yang khusus untuk mengolah dan membakar ikan hasil beli di tempat pelelangan ikan. Tempat penjualan ikan tak kalah bau amis, becek, dan pokoknya crowded. Hati-hati kalau berjalan, lihat kanan-kiri dan bawah. Bahkan mungkin kalau perlu pakai sepatu bot, dijamin berguna.</p>
<div style= "float: right; margin-left:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3115/2555924158_657cd7a462_m.jpg" width="180" height="240" alt="pusat jajan serba ikan" /> </div>
<p>Berbagai macam ikan, cumi, udang, pokoknya segala macam binatang laut fresh from the sea&#8230; (yang bisa dimakan) ada di situ. Setelah tawar-menawar dan keliling-keliling, kami bawa hasil &#8220;buruan&#8221; kami ke salahsatu warung. Ada banyak pilihan warung yang buka hingga tengah malam menjelang dini hari itu. Mungkin ada sekitar 20 warung. Kami pilih salahsatu warung yang masih buka dan kebetulan masih ada beberapa orang makan di situ, warung yang lain sudah sepi, kalaupun ada hanya ada sepasang orang yang sedang makan. Kami ditawari mau dimasak apa ikan dan cuminya, ada bumbu saus tiram dan bumbu padang, dan kami pilih keduanya, plus ikan bakar serta minuman jeruk dan teh hangat.</p>
<div style= "float: left; margin-right:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3140/2555924570_23f6e7fe3a_m.jpg" width="180" height="240" alt="tempat pelelangan ikan" /> </div>
<p>Butuh waktu 20-30 menit untuk membakar ikan dan mengolah cumi. Setelah itu mengalirlah nasi hangat dan makanan2 sedap itu ke meja.. siap disantap. Menurutku rasanya sih enak, yaah <em>worth it</em> dengan waktu menunggu dan perjalanan menuju Muara Karang. Hasil bakaran rata, gak terlalu gosong tapi matang semua. Olahan bumbu menurutku juga tak kalah dengan restoran seafood. Ada dua pilihan tempat makan, bisa lesehan atau pake meja. Kami pilih pakai meja karena ada anakku yang tidur dalam gendongan, dan kadang-kadang bangun.</p>
<p>Nasi berhasil dihabiskan, ikan bakar tandas, cuman cumi yang tersisa yang kami bawa pulang. Total malam itu kami habis sekitar 200.000 untuk berempat. Tempat makan ini menarik, menjanjikan masakan yang lain daripada yang lain. Selain itu tempatnya juga spesial, dekat dengan tempat pelelangan ikan sehingga bisa mengolah ikan segar langsung. Sayang tidak ada petunjuk jalan yang membuat orang baru (bahkan orang yang sudah pernah ke sana!) dengan mudah menemukan tempat ini. Tempatnya yang becek-sumpeg-rame-bau itupun kalau bisa ditata sedemikian rupa, tentu akan membuat pengunjung penggemar kuliner akan bertambah berlipat-lipat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2008/06/ikan-bakar-muara-karang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gudeg Yogyakarta di Jakarta</title>
		<link>http://pruwanto.com/2008/04/gudeg-yogyakarta-di-jakarta/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gudeg-yogyakarta-di-jakarta</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2008/04/gudeg-yogyakarta-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 05:02:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/index.php/2008/04/18/gudeg-yogyakarta-di-jakarta/</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu hari Sabtu malam, waktu sudah menunjukkan pukul 20.00, kepingin makan malam, dan jatuhlah pilihan ke Gudeg Yogya. Kami meluncur ke Rumah Makan Yogya di bilangan Pancoran. Jika Anda berasal dari Yogyakarta atau sempat tinggal di sana dan sekarang kangen dengan masakan khasnya, segera datangi Rumah Makan Yogya di Jalan Tebet Barat Dalam VII/27, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style= "float: left; margin-right:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3138/2420894974_7976159abc_o.jpg" width="320" height="216" alt="gudegyogya1" /> </div>
<p>Malam itu hari Sabtu malam, waktu sudah menunjukkan pukul 20.00, kepingin makan malam, dan jatuhlah pilihan ke Gudeg Yogya. Kami meluncur ke Rumah Makan Yogya di bilangan Pancoran.<br />
Jika Anda berasal dari Yogyakarta atau sempat tinggal di sana dan sekarang kangen dengan masakan khasnya, segera datangi Rumah Makan Yogya di Jalan Tebet Barat Dalam VII/27, Jakarta Selatan. Rasa kangen Anda akan terobati.</p>
<p>Sesuai dengan namanya, rumah makan ini memang mengusung menu-menu bercita rasa Yogya. Lidah para pengunjung dimanjakan dengan beragam menu spesial khas Yogya, seperti nasi gudeg komplit hingga ayam goreng kalasan. Sebagai teman makan nasi, disediakan pilihan tempe dan tahu bacem.<br />
<span id="more-65"></span></p>
<div style= "float: right; margin-left:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm3.static.flickr.com/2159/2420080169_0a59df8828_o.jpg" width="320" height="213" alt="gudegyogya" /> </div>
<p>Kombinasi daging ayam dan bumbu khas Yogya membuat ayam goreng kalasan terasa gurih dan renyah. Sebelumnya daging ayam direbus hingga empuk sehingga siap diolah dalam bentuk apapun atau dikombinasikan dalam menu apapun. Olahan daging ayam juga dipakai untuk menemani menu nasi gudeg, nasi rames, nasi goreng, dan soto ayam.</p>
<p>Menu lainnya yang tidak kalah menarik yang disajikan adalah nasi rames, salad komplit, bistik komplit, tongseng, dan rawon. Nasi rames terdiri dari nasi putih, ayam goreng, tempe kering, telur pindang, dan acar. Sedangkan nasi gudeg berisi nasi putih, ayam opor, telur pindang, dan sambal goreng krecek yang disiram kuah sambal goreng krecek.</p>
<p>Sebenarnya tongseng di rumah makan ini juga mampu menggigit lidah. Irisan daging kambingnya besar, kuahnya kental dan mantap. Sayang, terlalu berminyak dan jadi blenyek. Rasanya enggan menghabiskan seporsi tongseng sendirian. Berbeda ketika mencicipi rawon yang bumbunya pas dan irisan dagingnya pun besar. Dalam sekejap saja, semangkuk rawon ludes.</p>
<p>Isi salad dan bistik agak mirip, yaitu kentang goreng, wortel dan buncis rebus, telor pindang yang dibelah unik, daun selada, irisan tomat dan bawang bombay. Yang membedakan salad dan bistik hanya adanya semacam mayones yang diolah secara tradisional pada salad. Semua ditempatkan dalam satu piring bersama kuah berwarna coklat yang rasanya manis.</p>
<p>Rasa masakan di sini cenderung manis, seperti kebanyakan rasa masakan Jawa. Namun, bagi penyuka pedas, Anda bisa meminta cabai rawit atau sambal. Pada beberapa menu sudah ada cabai rawitnya, seperti nasi gudeg, nasi rames, dan tongseng.</p>
<div style= "float: left; margin-right:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3190/2420894830_f6515f03b9_o.jpg" width="320" height="213" alt="gudegyogya2" /> </div>
<p>Rumah makan berkapasitas 65 kursi ini didirikan pada 1962 oleh Bapak Siswosumarto dan kini dijalankan oleh putrinya yang biasa dipanggil Ibu Sulamin. Selain siap menyambut tamu-tamu yang datang setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, rumah makan ini juga menerima pesanan. Cukup telepon ke 8292519, menu nasi gudeg, nasi rames, atau ayam goreng kalasan segera meluncur ke tempat Anda.</p>
<p>Mereka juga menjual aneka oleh-oleh, diantaranya peyek kacang, abon sapi, dan brem. Sebagian besar oleh-oleh didatangkan dari Toko Oleh-Oleh Mesran di Kota Solo yang dikirim seminggu sekali sebanyak rata-rata enam dus besar. Sementara itu, abon sapi cukup dibeli di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur.</p>
<p>Untuk melegakan tenggorokan usai makan, kami mencicipi minuman tradisional yang katanya diracik sendiri, yaitu beras kencur dan kunyit asam. Selain itu sebenarnya tersedia juga air jahe, sekoteng, temulawak, dan gula asam. Semua bisa dihidangkan panas atau dingin sesuai selera Anda. Selain itu, es lidah buaya atau es rumput laut bisa menjadi pilihan minuman sebagai pelengkap bersantap.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2008/04/gudeg-yogyakarta-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bebek Goreng Slamet [Serial TdJ]</title>
		<link>http://pruwanto.com/2008/03/bebek-goreng-slamet-serial-tdj/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bebek-goreng-slamet-serial-tdj</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2008/03/bebek-goreng-slamet-serial-tdj/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 10:02:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/index.php/2008/03/26/bebek-goreng-slamet-serial-tdj/</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda mengunjungi Kartasura, Jawa Tengah, Anda harus mencicipi hidangan bebek goreng. Di Sedahromo Lor, ada bebek goreng olahan H. Slamet Raharjo yang rasanya lezat tak terkira. Bertempat di Jalan Sedahromo Lor RT 01 RW 07, Kartasura, penikmat masakan tradisional dapat mencicipi bebek goreng yang terasa beda bila dibandingkan dengan tempat lain. Dagingnya lunak dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style= "float: right; margin-left:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm3.static.flickr.com/2142/2362923309_30f5ef89ec_m.jpg" width="240" height="180" alt="bebek goreng &quot;H. Slamet&quot;" /> </div>
<p>Jika Anda mengunjungi Kartasura, Jawa Tengah, Anda harus mencicipi hidangan bebek goreng. Di Sedahromo Lor, ada <strong>bebek goreng olahan H. Slamet Raharjo</strong> yang rasanya lezat tak terkira.<br />
Bertempat di <strong>Jalan Sedahromo Lor RT 01 RW 07, Kartasura</strong>, penikmat masakan tradisional dapat mencicipi bebek goreng yang terasa beda bila dibandingkan dengan tempat lain. Dagingnya lunak dan bumbunya lebih banyak meresap. Meskipun dagingnya empuk, namun tetap renyah. Resepnya ada pada proses masak yang lebih dari tiga jam.</p>
<div style= "float: left; margin-right:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3272/2362923345_77d10c0e06_m.jpg" width="240" height="180" alt="goreng bebek" /> </div>
<p>Keistimewaan lainnya terletak pada sambal korek yang menemani Anda makan bebek goreng spesial ini. Sambal korek dibuat dari cabai rawit merah yang diblender bersama bawang putih. Setelah itu, adonan sambal kembali diulek dengan garam. Terakhir, sambal diguyur dengan minyak goreng panas bekas menggoreng bebek.<br />
<span id="more-64"></span></p>
<p>Rasa sambal korek yang sangat pedas cukup untuk membuat lidah dan tangan Anda terasa panas setelah memakannya. Anda akan mendapat sebungkus sambal korek setiap membeli satu ekor bebek goreng. Namun jika terasa kurang, Anda bisa meminta tambahan sambal korek seharga Rp. 1.000 per bungkus.</p>
<div style= "float: right; margin-left:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3205/2362923329_9c3dee7fb0_m.jpg" width="180" height="240" alt="menu bebek goreng" /> </div>
<p>Menu yang sudah diluncurkan sejak 1986 ini sangat digemari berbagai lapisan masyarakat. Selain enak, harganya juga tak mengikat. Anda cukup membayar Rp. 45.000 per ekor yang dikemas dalam dus yang apik. Karton besar disediakan bagi Anda yang membeli bebek goreng sebanyak lima ekor.</p>
<p>Selain di Sedahromo Lor, Bebek Goreng H. Slamet tersebar di beberapa tempat, yaitu:<br />
Jl. Bhayangkara 39B Tipes, HP. 0817443900, Telp. 0271-723439<br />
Goro Assalam HP. 0812-2649997<br />
Gembongan Selatan HP. 0813-29080378<br />
Gembongan Utara HP. 0852-29273087</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2008/03/bebek-goreng-slamet-serial-tdj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasi Pecel Mbok Bari [serial TdJ]</title>
		<link>http://pruwanto.com/2008/03/nasi-pecel-mbok-bari-serial-tdj/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=nasi-pecel-mbok-bari-serial-tdj</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2008/03/nasi-pecel-mbok-bari-serial-tdj/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 09:05:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/index.php/2008/03/24/nasi-pecel-mbok-bari-tdj/</guid>
		<description><![CDATA[Pecel yang merupakan kombinasi sayuran dan bumbu kacang bisa ditemui di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Blitar. Kota kecil ini memiliki rumah makan sederhana yang khusus menyajikan menu pecel. Nama rumah makan yang telah berdiri puluhan tahun itu adalah Warung Pecel Mbok Bari. Letaknya ada di 200an meter arah utara Makam Bung Karno. Maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style= "float: left; margin-right:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm3.static.flickr.com/2340/2360464912_6d9c0bcf3b_m.jpg" width="180" height="240" alt="mbokbari" /> </div>
<p>Pecel yang merupakan kombinasi sayuran dan bumbu kacang bisa ditemui di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di <strong>Blitar</strong>. Kota kecil ini memiliki rumah makan sederhana yang khusus menyajikan menu pecel. Nama rumah makan yang telah berdiri puluhan tahun itu adalah <strong>Warung Pecel Mbok Bari</strong>. Letaknya ada di 200an meter arah utara Makam Bung Karno. Maka selain orang Blitar, para peziarah banyak yang menyempatkan diri mampir.</p>
<p>Buka pagi sebelum orang berangkat kerja dan pelajar mulai masuk sekolah, sehingga saat pagi adalah saat paling padat dan siang untung-untungan kalau nasi pecelnya masih tersisa.<br />
Warung yang menyatu dengan rumah pemiliknya itu memberi kesempatan bagi pengunjung untuk makan di ruang tamu atau ruang keluarga. Makan nasi pecel komplit dengan tahu dan tempe goreng makin asyik sambil nonton televisi.</p>
<p>Harga sepiring nasi pecel komplit sangat terjangkau, hanya Rp. 2.000. Jika ingin ditambah telor mata sapi, cukup tambah Rp. 1.000. Teh tawar hangat menjadi teman setia makan nasi pecel. Untuk segelas teh tawar hangat tidak dipungut biaya.</p>
<p>Rasa bumbu kacang alias sambal pecel pas menyatu dengan aneka sayuran rebus. Tidak blenger dan bikin enek, malah enak. Sambal pecel yang dijual Rp. 21.000-23.000 per kilogram itu tersedia dalam dua rasa, yaitu pedas dan biasa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2008/03/nasi-pecel-mbok-bari-serial-tdj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sate Sapi Suruh Salatiga [Seri Tour d Java]</title>
		<link>http://pruwanto.com/2008/02/sate-sapi-suruh-salatiga-seri-tour-d-java/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sate-sapi-suruh-salatiga-seri-tour-d-java</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2008/02/sate-sapi-suruh-salatiga-seri-tour-d-java/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 10:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/index.php/2008/02/22/sate-sapi-suruh-salatiga-seri-tour-d-java/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah makan sate? Entah itu sate kambing, sate ayam, sate padang, atau sate lainnya. Sate memang kerap muncul untuk menemani waktu makan Anda. Berbagai jenis sate banyak ditawarkan di restoran, kafe, warung makan, hingga gerobak dorong. Yang banyak tersedia di warung sate atau sate dorong biasanya adalah sate daging kambing dan ayam, kalau sate padang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah makan sate? Entah itu sate kambing, sate ayam, sate padang, atau sate lainnya. Sate memang kerap muncul untuk menemani waktu makan Anda. Berbagai jenis sate banyak ditawarkan di restoran, kafe, warung makan, hingga gerobak dorong. Yang banyak tersedia di warung sate atau sate dorong biasanya adalah sate daging kambing dan ayam, kalau sate padang biasanya memakai daging kerbau.<br />
Dari sekian banyak jenis sate, yang jarang ditemui adalah sate sapi. <strong>Sate Sapi Suruh</strong> bisa menjadi pilihan Anda ketika berkunjung ke Salatiga. Rasanya unik dan berbeda dengan sate kebanyakan. Salah satu penjual sate sapi suruh dapat ditemukan di Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga.<br />
<span id="more-58"></span><br />
Perbedaan sate yang disajikan warung makan ini terletak dari bumbu yang terasa meresap hingga ke dalam daging. Tak heran jika daging sapi yang menjadi bahan utama terasa semakin menggigit lidah. Untuk mendapatkan daging sapi yang berkualitas, daging didatangkan khusus dari Desa Suruh yang diadopsi menjadi nama sate ini.<br />
Sate sapi suruh yang dihadirkan di warung makan ini terasa gurih dan empuk mulai dari gigitan pertama. Sate juga terasa lebih menggigit lidah karena disajikan dengan dua bumbu. Anda bisa memilih antara sambal kacang atau sambal kecap. Bumbunya tentu saja manis, khas daerah Jawa Tengah, bagi Anda yang tak terlalu suka manis mungkin jadi agak kurang menikmatinya. Kebetulan saya kurang suka manis, jadi rasanya kemanisan, tapi secara keseluruhan rasanya maknyuss.<br />
Meskipun warung makan ini berada di pinggir jalan, namun tetap memiliki cita rasa yang sangat tinggi. Harganya pun sangat terjangkau. Anda cukup membayar Rp. 12.000 untuk sate daging, atau Rp. 11.000 untuk sate daging campur lemak. Satu porsi terdiri dari sepuluh tusuk sate dan sepiring nasi atau lontong.<br />
Menu yang menggugah selera lainnya juga dihidangkan warung makan ini, yaitu bakso sapi. Untuk menemani saat makan Anda, berbagai jenis minuman bisa didapatkan dengan harga yang juga terjangkau. Misalnya, air jeruk, soft drink, es kelapa muda, dan soda susu.<br />
Sayang kami waktu itu tak membawa kamera, nah untuk itu yang mau lihat fotonya kami sampaikan aja ada blogger yang sudah <a href="http://adibadib.multiply.com/photos/album/66/Kuliner_Salatiga#1">memotretnya</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2008/02/sate-sapi-suruh-salatiga-seri-tour-d-java/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

