<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pruwanto.com &#187; liputan</title>
	<atom:link href="http://pruwanto.com/category/liputan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pruwanto.com</link>
	<description>Our Pilgrimage</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 01:15:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Melestarikan Budaya, Merayakan Perbedaan untuk Perdamaian</title>
		<link>http://pruwanto.com/2008/01/melestarikan-budaya-merayakan-perbedaan-untuk-perdamaian/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=melestarikan-budaya-merayakan-perbedaan-untuk-perdamaian</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2008/01/melestarikan-budaya-merayakan-perbedaan-untuk-perdamaian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 09:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[liputan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/index.php/2008/01/29/melestarikan-budaya-merayakan-perbedaan-untuk-perdamaian/</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; Masyarakat Sunda adalah masyarakat agraris. Sebagian besar masyarakat ini hidup sebagai petani. Saat merayakan tahun baru, mereka sekaligus bersyukur kepada Tuhan atas segala anugerah (panen) pada tahun sebelumnya dan berdoa untuk berkah serta perlindungan-Nya pada tahun selanjutnya. Ritual upacara doa dan syukur ini dirayakan sebagai “Seren Taun” oleh masyarakat Sunda di Cigugur, Kuningan, setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;</p>
<div style= "float: left; margin-right:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm3.static.flickr.com/2201/2228330928_eeba7f2b71_m.jpg" width="240" height="129" alt="seren taun" /> </div>
<p>Masyarakat Sunda adalah masyarakat agraris. Sebagian besar masyarakat ini hidup sebagai petani. Saat merayakan tahun baru, mereka sekaligus bersyukur kepada Tuhan atas segala anugerah (panen) pada tahun sebelumnya dan berdoa untuk berkah serta perlindungan-Nya pada tahun selanjutnya. Ritual upacara doa dan syukur ini dirayakan sebagai “Seren Taun” oleh masyarakat Sunda di Cigugur, Kuningan, setiap tanggal 22 bulan Rayagung –bulan terakhir pada penanggalan Sunda- atau kali ini dirayakan mulai 16 Desember 2007 hingga 1 Januari 2008.<br />
<span id="more-54"></span><br />
Seren Taun sarat dengan makna ritual dan perayaan terhadap perbedaan yang tak perlu menjadi hambatan dalam hidup bersama. Hal itu tercermin dari tema tahun ini, yaitu “Tundukkan Kepala, Satukan Hati dalam Keberagaman, demi Kedamaian Alam Semesta.” Makna utama dari seren taun adalah syukur terhadap hasil panen yang telah diterima, karena itu padi menjadi ornamen penting dalam setiap acara, golek (wayang) padi menjadi simbol khas. Puncak perayaan pun dilakukan dengan menutu (menumbuk) padi, semua pengunjung, tamu, dan masyarakat sekitar mendapatkan kesempatan untuk menumbuk padi.</p>
<div style= "float: right; margin-left:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm3.static.flickr.com/2155/2227539715_f02c1ee812_m.jpg" width="215" height="240" alt="seren taun" /> </div>
<p>Penyelenggaraan acara ini didukung oleh ribuan masyarakat setempat dari semua agama dan kepercayaan, tamu wisatawan, dan berbagai masyarakat adat dari Sunda maupun dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir perwakilan dari Baduy Kanekes, Dayak Bumi Segandu Indramayu, Batak, Minang, Bali, Nusa Tenggara Timur, Dayak Kalimantan, dan Talaud. Selain bertemu dan masing-masing menampilkan berbagai persembahan seni, mereka juga berdiskusi tentang permasalahan sosial yang dihadapi, terutama diskriminasi yang kerap diterima dari pemerintah, terkait dengan kebebasan dalam memeluk dan menjalankan ritual adat.</p>
<div style= "float: left; margin-right:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm3.static.flickr.com/2057/2228331064_5d8505267e_m.jpg" width="215" height="240" alt="seren taun" /> </div>
<p>Banyak hal yang bisa ditarik dari penyelenggaraan acara ini, selain utamanya adalah kebersamaan masyarakat. Hal unik lain adalah setiap tamu dari luar daerah telah dipersiapkan untuk menginap rumah-rumah warga yang siap menampung tamu.</p>
<p>Berminat hadir dalam perayaan ini? Puncak Seren Taun tahun ini jatuh pada 21 Desember 2008. Tempat ini bisa ditempuh melalui jalur Cirebon-Kuningan-Cigugur atau Subang-Majalengka-Kuningan-Cigugur. Terdapat angkutan umum yang dapat membawa anda ke tempat perayaan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2008/01/melestarikan-budaya-merayakan-perbedaan-untuk-perdamaian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angkatan Muda, Tingkatkan Produksi!</title>
		<link>http://pruwanto.com/2006/02/angkatan-muda-tingkatkan-produksi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=angkatan-muda-tingkatkan-produksi</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2006/02/angkatan-muda-tingkatkan-produksi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2006 02:27:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[liputan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Pokok pikiran yang disampaikan Pram yang terngiang minimal untukku adalah tentang produksi, ketika Pram menilai Bangsa ini baru bisa dibenahi jika Produksi lebih besar daripada konsumsi. Jurang antara pola hidup konsumtif yang semakin besar dan produksi semakin kecil menyebabkan &#8220;benua korupsi&#8221;. Dengan kata lain, mau melenyapkan korupsi yang tumbuh subur di Indonesia? Perbanyak produksi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pokok pikiran yang disampaikan Pram yang terngiang minimal untukku adalah tentang produksi, ketika Pram menilai Bangsa ini baru bisa dibenahi jika Produksi lebih besar daripada konsumsi. Jurang antara pola hidup konsumtif yang semakin besar dan produksi semakin kecil menyebabkan &#8220;benua korupsi&#8221;. Dengan kata lain, mau melenyapkan korupsi yang tumbuh subur di Indonesia? Perbanyak produksi dan kurangi konsumsi. Apalagi untuk angkatan muda, harus semakin dipupuk untuk ber-roduksi, menghasilkan karya meninggalkan gaya hidup konsumtif.<br />
Hal ini beberapa kali diulang dalam setiap kali wawancara dan ketika malam itu, Senin 6 Februari 2006, tepat pada HUT-nya ke-81. Dirayakan di Teater Kecil, TIM, dengan diisi pameran sampul bukunya yang telah diterbitkan dalam berbagai bahasa dan penjualan buku-buku karyanya.<br />
<span id="more-30"></span><br />
<strong>Angkatan Muda dan Pram</strong><br />
Angkatan Muda -begitulah sebutan Pram untuk orang muda- selalu diangkat Pram dalam setiap kesempatan. Ia tak henti-hentinya pula mengulang, sejarah Indonesia dibuat oleh angkatan muda, mulai dari angkatan muda yang belajar di Belanda sebelum 1928, hingga terciptanya momen Sumpah Pemuda 1928, kemerdekaan Indonesia 1945, sampai tumbangnya Suharto pada 1988. Terlihat jelas Angkatan muda-lah yang bergerak di depan. Tetapi ia juga menyayangkan, tidak ada pemimpin yang terlahir dari angkatan muda setelah Sukarno!<br />
Dukungannya secara politik terhadap Angkatan Muda jelas ditunjukkan ketika ia bergabung dengan PRD, yang memang hampir semua anggotanya angkatan muda</p>
<p><strong>Indonesia dan Pram</strong><br />
&#8220;Apa yang paling diingat Pram ketika saat ini sudah pikun (sesuai pengakuan Pram)&#8221; seorang bertanya. Pram menjelaskan sekalilagi kepikunannya yang membuatnya  tak bisa lagi memilih kata, tapi ia masih mempunyai proyek untuk mendokumentasikan tentang geografi Indonesia. Hal itu dirangkum moderator sebagai kencintaan Pram tentang Indonesia, &#8220;Indonesia, itulah yang paling diingat Pram.&#8221;<br />
<strong><br />
Pram Kini</strong><br />
Pram kini, setelah 81 tahun kehidupannya yang ia sendiri juga tak menyangka bisa menempuh usia itu, mengaku sudah pikun dan sudah tidak menulis lagi sejak 10 tahun lalu. Pendengarannya pun juga sudah memburuk sehingga moderator harus mengulang dengan mendekat ke telinga Pram agar lebih jelas menerima suara. Tapi ia tetap tegas, tercermin ketika ia ditanya tentang film right, bagaimana jika karyanya difilmkan tetapi ternyata tidak sesuai dengan spirit cerita yang dimaksud Pram.<br />
&#8220;Film bukan bidang saya, yang penting mereka membayar 1.5 M untuk copyright&#8221;<br />
Dan Yeni Rosa Damayanti -seorang aktifis LSM, dulu aktifis mahasiswa saat reformasi- meradang,&#8221;Kapitalis!&#8221; Dan Pram menjawab,&#8221;Itu adalah hak saya sebagai pengarang, saat buku saya dibakar, perpustakaan dihancurkan, tidak ada yang membela saya.&#8221;<br />
Dan muncul pula pembelaan dari Max Lane -penerjemah buku2 Pram dalam Bahasa Inggris, seorang Dosen Universitas di Australia- yang mengatakan dalam pembuatan film, yang muncul adalah hubungan diperas dan memeras, dan pengarang adalah yang diperas, justru Pram baginya berani untuk memutuskan agar tidak diperas terlalu banyak sebagai pengarang yang memang patut untuk dihargai. Ia juaga menambahkan usul agar karangan Pram lebih banyak diterbitkan dan dijadikan bacaan wajib di sekolah, karena karya Pram menurut Max Lane adalah karya besar bangsa Indonesia.<br />
Ia masih juga merokok 32 batang sehari, meski diimbangi minum vitamin C setiap hari. Baru terbaring di Rumah sakit, malam itu ia tetap tampil tegar untuk ukuran seorang tua berumur 81 tahun, menginspirasikan ketegarannya dalam setiap penindasan yang diterima sebagai konsekuensi keberaniannya untuk melawan.</p>
<p><em>&#8220;Angkatan muda harus punya keberanian. Kalau tidak punya, sama saja dengan ternak yang hanya sibuk mengurus dirinya sendiri.&#8221;</em><br />
&#8211; Pramoedya Ananta Toer</p>
<p><em>    &#8220;Semua percuma kalau toh harus diperintah Angkatan Tua yang bodoh dan korup demi mempertahankan kekuasaan. Percuma, Tuan. Sepandai-pandai ahli yang berada dalam kekuasaan yang bodoh, ikut juga jadi bodoh, Tuan.&#8221;</em><br />
Anak Semua Bangsa, Pram</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2006/02/angkatan-muda-tingkatkan-produksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

