<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pruwanto.com &#187; teknologi</title>
	<atom:link href="http://pruwanto.com/category/teknologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pruwanto.com</link>
	<description>Our Pilgrimage</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 01:15:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mind Virus alias Meme</title>
		<link>http://pruwanto.com/2008/03/mind-virus-alias-meme/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mind-virus-alias-meme</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2008/03/mind-virus-alias-meme/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 02:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/index.php/2008/03/11/78/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap saat kita bertindak, menyampaikan ide dan gagasan, berkomunikasi dengan orang lain melalui media apapun&#8230; disaat itu kita menyebarkan &#8220;meme&#8221; Apa itu &#8220;meme&#8221;? Memes are the basic building blocks of our minds and culture, in the same way that genes are the basic building blocks of biological life. [www.memecentral.com] A unit of cultural information, such [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style= "float: right; margin-left:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3185/2325187181_16b9961c7e_m.jpg" width="200" height="200" alt="mind_meld" /> </div>
<blockquote><p>Setiap saat kita bertindak, menyampaikan ide dan gagasan, berkomunikasi<br />
dengan orang lain melalui media apapun&#8230; disaat itu kita menyebarkan &#8220;meme&#8221; </p></blockquote>
<p>Apa itu &#8220;meme&#8221;?<br />
<em>Memes are the basic building blocks of our minds and culture, in the same way that genes are the basic building blocks of biological life.</em><br />
[www.memecentral.com]
<p><em>A unit of cultural information, such as a cultural practice or idea, that is transmitted verbally or by repeated action from one mind to another. <strong>[The American Heritage® Dictionary of the English Language]</strong></em></p>
<p>Meme kalau boleh saya terjemahkan secara bebas adalah suatu gagasan yang disebarkan secara verbal atau dengan melakukan pengulangan aksi dari pemikiran seseorang kepada orang lain.</p>
<p>Hal ini merupakan hal yang biasa, bahkan dengan meme inilah evolusi terjadi, segala bentuk pengetahua tersebar dengan cara seperti ini. Yang tidak biasa adalah timbulnya &#8220;virus of mind&#8221; dengan mengadopsi cara-cara diatas.</p>
<p>Hal ini terjadi setiap hari, setiap kali kita berkomunikasi dengan orang lain, karena inti komunikasi dengan orang lain adalah memang menyampaikan gagasan yang ada dalam pikiran kita kepada orang lain. Yang perlu dipikirkan adalah, karena kita terbiasa melakukan kegiatan ini, bahkan kita akan dengan senang hati menyebarkan sesuatu yang belum tentu kebenarannya!! Kita menyebarkan sesuatu lebih karena hal itu memberikan inspirasi, kegembiraan sesaat, kekuatiran, atau lain-lain hal yang mempengaruhi kita dan kita ingin mempengaruhi orang lain pula!!</p>
<p><span id="more-62"></span></p>
<p><em><strong>INTERNET MIND VIRUS</strong><br />
A powerful Internet Mind Virus compels us to re-send it to others. The message spreads explosively as we and many others help it reproduce. The information in the message &#8212; whether true or false, useful or not &#8212; becomes widespread, infecting many people.</em></p>
<p>Anda sering terpengaruh untuk segera memforward suatu info/gagasan/artikel tanpa terlebih dahulu memahami benar tidaknya informasi tersebut? Ah.. anda terkena<em> INTERNET MIND VIRUS</em>!! Disebut <em>internet mind virus</em> secara spesifik memang &#8220;meme&#8221; ini penyebarannya ditunjang media komunikasi internet yang dengan mudah menyampaikan dan melipatgandakan secara masif informasi tersebut.</p>
<p><em>Most of these viruses of the mind are spread because they are intriguing or frightening or inspiring, and not necessarily because they&#8217;re true. That&#8217;s the problem.</em></p>
<p>Problem selanjutnya adalah:<br />
Apakah kita mau menjadi korban &#8220;mind virus&#8221; ini? Membantu menyebarkan info yang belum tentu BENAR, bahkan sesuatu yang berbau menyemangati, berbau religius, berbau peduli teman, HATI-HATI belum tentu yang anda sebarkan seperti yang SEKILAS anda baca, virus itu kecil, &#8220;nyempil&#8221;, bahkan tak terlihat, seperti kecemasan! [ehm, teror (jika yg disebar berupa info teror)?? ah disinilah kesuksesan teror, ketika banyak dan semakin banyak orang merasa kuatir]
<p>Kalau tidak, ada beberapa saran praktis yang bisa kita lakukan:<br />
kalau anda memang ingin menyebarkan bahkan melipatgandakan informasi, pastikan info itu benar, kalau tidak STOP!!</p>
<p>Ya, saya sendiri memilih berhati-hati dalam menyebarkan informasi, atau paling tidak memastikan sumber tersebut &#8220;terpercaya&#8221; ['sigh' sulitnya], atau lebih baik akan saya hentikan penyebaran virus itu. Saya mengurangi kemungkinan menjadi penyebar sesuatu yang saya sendiri kurang begitu tahu kebenarannya.</p>
<p>Hati-hati terhadap informasi yang kita sebarkan.</p>
<p>&#8212;< --<@<br />
<em>Consciously spreading ideas you consider important is one way to combat mind viruses<br />
ref: www.memecentral.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2008/03/mind-virus-alias-meme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Web 2.0 dan Model Bisnisnya di Indonesia</title>
		<link>http://pruwanto.com/2008/02/web-20-dan-model-bisnisnya-di-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=web-20-dan-model-bisnisnya-di-indonesia</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2008/02/web-20-dan-model-bisnisnya-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 13:17:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/index.php/2008/02/15/web-20-dan-model-bisnisnya-di-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Web 2.0 itu revolusi bukan sekedar buzzword&#8230;!&#8221;, kalimat itu begitu ditekankan Budiputra. Malam itu, di sebuah cafe di bilangan scbd jakarta berlangsung obrolan hangat meski dingin hujan di luar. Kesempatan bertemu Budiputra&#8211;blogger penuhwaktu pertama di indonesia&#8211;tak aku sia-siakan dan memang mencerahkan walau untuk bisa ketemu sebelumnya harus menembus amukan hujan mengguyur Jakarta. Berita gembiranya Mas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Web 2.0 itu revolusi bukan sekedar buzzword&#8230;!&#8221;, kalimat itu begitu ditekankan Budiputra.</p></blockquote>
<p>Malam itu, di sebuah cafe di bilangan scbd jakarta berlangsung obrolan hangat meski dingin hujan di luar. Kesempatan bertemu Budiputra&#8211;blogger penuhwaktu pertama di indonesia&#8211;tak aku sia-siakan dan memang mencerahkan walau untuk bisa ketemu sebelumnya harus menembus amukan hujan mengguyur Jakarta. Berita gembiranya Mas Budiputra akan membantuku membuat thesis.</p>
<p>Obrolan tentang teknologi blog terelaborasi menjadi diskusi tentang teknologi web 2.0 yang merupakan revolusi media baru. Revolusi dalam web 2.0 audien tidak hanya pasif sebagai pembaca media, tetapi justru memproduksi kontennya. Dengan web 2.0 terjadi revolusi paradigma, inilah mengapa muncul julukan 2.0 menggantikan teknologi web yang sekarang ada. Sebenarnya, secara teknologi, web 2.0 bukan barang baru, tetapi secara sistem adalah inovasi anyar dan masih terus berkembang sehingga memunculkan teknologi-teknologi yang mendukungnya secara khusus untuk memudahkan pengembangan dan implementasinya.<br />
<span id="more-56"></span><br />
Bisa disebut revolusi karena &#8220;media baru&#8221; ini bukan hanya sekedar berbeda secara fisik tetapi juga carakerja. Seperti perbedaan media cetak dengan radio berkembang lagi menjadi TV kemudian muncul internet yang memerkenalkan world wide web adalah berbeda secara fisik. &#8220;Media baru&#8221; merombak tatanan sistem media. Jika media lama terdapat struktur pemimpin redaksi dibantu reporter, fotografer, kameraman, dll untuk memproduksi konten; maka pada media baru melibatkan audien itu sendiri sebagai pelaku dan produsen konten entah itu berita, informasi, atau opini. Interaktifitas menjadi kata kunci dan partisipasi komunitas pembaca adalah dasar pengembangannya.</p>
<p>Menurut Budiputra, di Indonesia sementara ini terpetakan ada beberapa macam kelompok model bisnis dengan menggunakan teknologi web 2.0, yaitu:</p>
<ol>
jaringan blog, contoh: <a href="http://asiablogging.com/">asiabloggingnetwork</a>.<br />
berita sosial, contoh: <a href="http://kilasan.com/">kilasan.com</a> dan <a href="http://lintasberita.com/">lintasberita.com</a><br />
microblog, contoh: <a href="http://kronologger.com/">kronologger.com</a> dan <a href="http://kronologger.com/">moodmill.com</a><br />
multimedia sharing, contoh: <a href="http://layartancap.com/">layartancap.com</a> dan <a href="http://www.sharingfoto.com/">sharingfoto.com</a>.
</ol>
<p>Semua model bisnis di atas memprioritaskan konten sebagai jualan utama. Sehingga banyak pembaca yang membangkitkan banyak hits dan pageviews. Selanjutnya tentu diharapkan pengiklan akan berlomba memasang banner di situs tersebut.</p>
<p>Yang diketahui saat ini ada beberapa sumber iklan, bisa manual atau sponsor, pay-per-click, dan afiliasi. Maka berkembang pulalah model bisnis yang mengelola iklan seperti inovasi google yaitu google adsense yang diadopsi di indonesia oleh <a href="http://kumpulblogger.com/">kumpulblogger.com</a>, juga ada perusahaan iklan <a href="http://www.virtualvending.net">virtualvending.net</a>.</p>
<p>Web 2.0 sebagai sebuah teknologi baru membangkitkan pula bisnis model baru, implementasinya di indonesia memang masih belum banyak, tapi segera berkembang dengan pesat. Anda ingin berbisnis online? Liriklah teknologi web 2.0, pelajari masing-masing bisnis model yang sudah ada, atau siapa tahu dari situ terinspirasi membuat inovasi bisnis model baru.</p>
<p>Terimakasih untuk mas <a href="http://www.budiputra.com/">budiputra</a> untuk bantuannya dan bang <a href="http://kombor.com/">kombor</a> untuk masukannya.</p>
<p>Tambahan: ternyata ada blog yang mengulas beberapa <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2007/09/24/aplikasi-web-20-untuk-orang-indonesia/">web 2.0 di Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2008/02/web-20-dan-model-bisnisnya-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OpenOffice, Perangkat Lunak Tulis-Menulis Alternatif Tak Berbayar</title>
		<link>http://pruwanto.com/2006/06/openoffice-perangkat-lunak-tulis-menulis-alternatif-tak-berbayar/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=openoffice-perangkat-lunak-tulis-menulis-alternatif-tak-berbayar</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2006/06/openoffice-perangkat-lunak-tulis-menulis-alternatif-tak-berbayar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jun 2006 09:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Dominasi Microsoft dengan sistem operasi Windows-nya dan berbagai aplikasi perangkat lunak mulai goyah! Banyak program open source yang menawarkan fleksibilitas lebih tinggi dan kecanggihan yang sama meski tak berbayar. Perangkat lunak open source yang digunakan untuk menyebut perangkat lunak terbuka&#8211;dapat dilihat kode sumbernya&#8211;dan biasanya bisa diperoleh gratis semakin banyak diminati. Program niaga yang banyak digunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.openoffice.org/branding/images/logonew.gif" alt="logo openoffice" /><br />
<blockquote>Dominasi Microsoft dengan sistem operasi Windows-nya dan berbagai aplikasi perangkat lunak mulai goyah! Banyak program open source yang menawarkan fleksibilitas lebih tinggi dan kecanggihan yang sama meski tak berbayar.
</p></blockquote>
<p>Perangkat lunak <em>open source</em> yang digunakan untuk menyebut perangkat lunak terbuka&#8211;dapat dilihat kode sumbernya&#8211;dan biasanya bisa diperoleh gratis semakin banyak diminati.</p>
<p>Program niaga yang banyak digunakan saat ini adalah Microsoft Office. Meski yang banyak digunakan di Indonesia, sayangnya, adalah program bajakan. Program ini biasanya terdiri dari program untuk mengolah tulisan, menghitung data, presentasi, mengelola surat elektronik, dan program-program pendukung.<br />
<span id="more-38"></span><br />
Tak dapat disangkal, menggunakan program bajakan adalah ilegal. Bahkan, <a href="http://www.bsa.org/indonesia/">Bussiness Software Alliance (BSA) di Indonesia</a> memberikan hadiah hingga 50 juta rupiah bagi orang yang bisa memberikan informasi tentang pembajakan di suatu perusahaan. BSA adalah organisasi yang terdiri atas perusahaan di bidang perangkat lunak. Anggota BSA mencakup Microsoft, Apple, IBM, Intel, Macromedia, Symantec, dan lain-lain.</p>
<p>Tapi jangan kuatir! Untuk sistem operasi gratis, Anda bisa menggunakan berbagai varian Linux. Untuk program niaga yang mirip dengan Microsoft Office, Anda bisa memakai OpenOffice. Program ini bisa membuka dokumen yang dibuat oleh program niaga lain termasuk Microsoft Office.</p>
<p>Keuntungan menggunakan OpenOffice ternyata tidak hanya gratisnya. Meski gratis, OpenOffice tetap menyediakan fitur-fitur lengkap dan canggih. Apabila di kantor Anda mempunyai programmer, atau Anda gemar mengutak-atik program komputer, Anda bisa melakukan berbagai penyesuaian program sekehendak Anda karena memang kode sumbernya bisa dibuka. Hal ini bahkan dijaga sangat ketat untuk program yang berbayar, semisal Microsoft Office. OpenOffice juga mempunyai dukungan untuk Bahasa Indonesia. Jadi, yang baru belajar komputer pasti akan lebih mudah menggunakan program ini.</p>
<p>Cara memperoleh program ini cukup mudah. Program ini bisa diperoleh gratis di situsnya, termasuk dokumen penunjangnya. Situs utama tempat mengunduh ada di <a href="http://www.openoffice.org">www.openoffice.org</a>. Selain itu, program ini juga banyak disediakan di Indonesia, penjual CD-CD program di Indonesia&#8211;Glodok atau Mangga Dua kalau di Jakarta&#8211;pasti menyediakannya.</p>
<p>Anda mempunyai kesulitan dalam instalasi atau penggunaannya? Jangan takut! Silakan bergabung dengan milis pengguna Linux di Indonesia, anggota-anggotanya akan senang hati membantu Anda. OpenOffice tidak hanya bisa digunakan di Linux, tetapi juga bisa di-install di sistem operasi Microsoft Windows, bahkan di Macintosh, atau sistem operasi apapun asal bisa menjalankan Java Engine.</p>
<p>Saat ini, OpenOffice aktif dikembangkan. Setiap perkembangan, entah itu perbaikan program atau fitur baru, dapat diperoleh gratis dengan cara mengunduh program untuk memperbarui di situsnya. Apabila Anda menemui kesalahan (<em>error</em>) dalam programnya, Anda juga bisa mengirimkan nota tentang kesalahan tersebut ke situsnya untuk diperbaiki. Memang seperti itulah cara kerja perangkat lunak open source, yakni dikembangkan secara bersama oleh pemakai-pemakainya.<br />
Pada April 2006, situs <a href="http://www.itwire.com">www.itwire.com</a> melakukan jajak pendapat dengan pertanyaan, &#8220;Maukah Anda menggunakan OpenOffice daripada membeli MS Office?&#8221; Ternyata 86% dari 441 orang menjawab, &#8220;Ya!&#8221; Kami juga merekomendasikan Anda untuk mencobanya.</p>
<p><strong><br />
Informasi Teknis Seputar Instalasi OpenOffice</strong></p>
<p>OpenOffice versi 2 bisa di-install di Microsoft Windows, GNU/Linux, Sun Solaris, Mac OS X, dan FreeBSD.<br />
Untuk instalasi di Windows, bisa di-install di Windows 98, Windows ME, Windows 2000, dan Windows XP<br />
Untuk instalasi di Linux, membutuhkan Linux kernel versi 2.2.13 atau lebih tinggi, dan glibc2 versi 2.2.0 atau lebih tinggi<br />
Direkomendasikan mempunyai 128 MB RAM, atau lebih tinggi<br />
200 MB ruang tersisa di hard disk<br />
Kartu grafis Anda mendukung resolusi 800 x 600 atau lebih tinggi, dengan paling sedikit 256 warna</p>
[dimuat di visimedia edisi II juni 2006, majalah alumni smatn] </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2006/06/openoffice-perangkat-lunak-tulis-menulis-alternatif-tak-berbayar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

