<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pruwanto.com &#187; wacana</title>
	<atom:link href="http://pruwanto.com/category/wacana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pruwanto.com</link>
	<description>Our Pilgrimage</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 01:15:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Membangkitkan Blog</title>
		<link>http://pruwanto.com/2011/09/membangkitkan-blog/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=membangkitkan-blog</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2011/09/membangkitkan-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 10:50:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pru</dc:creator>
				<category><![CDATA[wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Baiklah, setelah lama mati karena sebab teknis dan non teknis (dihack.. eh.. sibuk&#8230; eh.. males.. eh..) ya apupun alasannya deh. Sekarang situs ini berhasil dibangkitkan. Sayang beribu sayang, sebagian postingan tahun 2009 dan semua postingan tahun 2010 hilang Menjadi pelajaran untuk rajin backup blog ini. Terimakasih yang sudah mau berkunjung kembali atau tamu baru&#8230; untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baiklah, setelah lama mati karena sebab teknis dan non teknis (dihack.. eh.. sibuk&#8230; eh.. males.. eh..) ya apupun alasannya deh. Sekarang situs ini berhasil dibangkitkan. Sayang beribu sayang, sebagian postingan tahun 2009 dan semua postingan tahun 2010 hilang <img src='http://pruwanto.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
Menjadi pelajaran untuk rajin backup blog ini.<br />
Terimakasih yang sudah mau berkunjung kembali atau tamu baru&#8230; untuk segala masukan dan komentarnya&#8230; </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2011/09/membangkitkan-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Pemantau Pemilu 2009 bersama ISCEL</title>
		<link>http://pruwanto.com/2009/03/104/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=104</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2009/03/104/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 04:39:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[aktifitas]]></category>
		<category><![CDATA[wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pruwanto.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Pemilihan Umum sudah dekat. 9 April 2009 secara serentak kita akan memilih Calon legislatif yang duduk di DPR-RI, DPRD, dan DPD. Daripada bersikap apatis dan menyesali apapun persiapan pemilu yang belum tuntas, saya menawarkan sikap lain. dengan bergabung bersama Indonesian Society for Civilized Election (ISCEL) mengajak rekan-rekan semua untuk berpartisipasi memantau pelaksanaan pemungutan suara pada tanggal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: left; margin-right: 5px; margin-bottom: 5px;"><img class="alignleft size-full wp-image-105" title="logo-pantaupemilu_s" src="http://www.pruwanto.com/wp-content/uploads/2009/03/logo-pantaupemilu_s.jpg" alt="logo-pantaupemilu_s" width="154" height="334" /></div>
<p>Pemilihan Umum sudah dekat. 9 April 2009 secara serentak kita akan memilih Calon legislatif yang duduk di DPR-RI, DPRD, dan DPD. Daripada bersikap apatis dan menyesali apapun persiapan pemilu yang belum tuntas, saya menawarkan sikap lain. dengan bergabung bersama Indonesian Society for Civilized Election (ISCEL) mengajak rekan-rekan semua untuk berpartisipasi memantau pelaksanaan pemungutan suara pada tanggal 9 April nanti.<br />
Pendaftaran dapat dilakukan melalui situs ISCEL di <a href="http://www.iscel.org" target="_blank">www.iscel.org</a>.</p>
<p>Ketentuan untuk menjadi pemantau dapat dilihat pada link berikut: <a onmousedown="return wait_for_load(this, event, function() { UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;e224f87ccb77d157d0da0ebf52278de7&quot;, event) });" rel="nofollow" href="http://www.iscel.org/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=87&amp;Itemid=61" target="_blank"><span>http://www.iscel.org/index</span><span>.php?option=com_content&amp;vi</span>ew=article&amp;id=87&amp;Itemid=61</a></p>
<p>Mengenai teknis pemantauan dapat dilihat pada link berikut:<a onmousedown="return wait_for_load(this, event, function() { UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;e224f87ccb77d157d0da0ebf52278de7&quot;, event) });" rel="nofollow" href="http://www.iscel.org/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=89&amp;Itemid=62" target="_blank"><span>http://www.iscel.org/index</span><span>.php?option=com_content&amp;vi</span>ew=article&amp;id=89&amp;Itemid=62</a></p>
<p>Video ajakan memantau pemilu 2009 dapat dilihat pada link berikut: <br />
<a onmousedown="return wait_for_load(this, event, function() { UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;e224f87ccb77d157d0da0ebf52278de7&quot;, event) });" rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=a0ZVv4GgeAU" target="_blank"><span>http://www.youtube.com/wat</span>ch?v=a0ZVv4GgeAU</a></p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=a0ZVv4GgeAU">Mari Pantau Pemilu bersama ISCEL</a></p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=a0ZVv4GgeAU"></a><br />
Bersama membuat Indonesia lebih baik!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2009/03/104/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mind Virus alias Meme</title>
		<link>http://pruwanto.com/2008/03/mind-virus-alias-meme/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mind-virus-alias-meme</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2008/03/mind-virus-alias-meme/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 02:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/index.php/2008/03/11/78/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap saat kita bertindak, menyampaikan ide dan gagasan, berkomunikasi dengan orang lain melalui media apapun&#8230; disaat itu kita menyebarkan &#8220;meme&#8221; Apa itu &#8220;meme&#8221;? Memes are the basic building blocks of our minds and culture, in the same way that genes are the basic building blocks of biological life. [www.memecentral.com] A unit of cultural information, such [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style= "float: right; margin-left:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3185/2325187181_16b9961c7e_m.jpg" width="200" height="200" alt="mind_meld" /> </div>
<blockquote><p>Setiap saat kita bertindak, menyampaikan ide dan gagasan, berkomunikasi<br />
dengan orang lain melalui media apapun&#8230; disaat itu kita menyebarkan &#8220;meme&#8221; </p></blockquote>
<p>Apa itu &#8220;meme&#8221;?<br />
<em>Memes are the basic building blocks of our minds and culture, in the same way that genes are the basic building blocks of biological life.</em><br />
[www.memecentral.com]
<p><em>A unit of cultural information, such as a cultural practice or idea, that is transmitted verbally or by repeated action from one mind to another. <strong>[The American Heritage® Dictionary of the English Language]</strong></em></p>
<p>Meme kalau boleh saya terjemahkan secara bebas adalah suatu gagasan yang disebarkan secara verbal atau dengan melakukan pengulangan aksi dari pemikiran seseorang kepada orang lain.</p>
<p>Hal ini merupakan hal yang biasa, bahkan dengan meme inilah evolusi terjadi, segala bentuk pengetahua tersebar dengan cara seperti ini. Yang tidak biasa adalah timbulnya &#8220;virus of mind&#8221; dengan mengadopsi cara-cara diatas.</p>
<p>Hal ini terjadi setiap hari, setiap kali kita berkomunikasi dengan orang lain, karena inti komunikasi dengan orang lain adalah memang menyampaikan gagasan yang ada dalam pikiran kita kepada orang lain. Yang perlu dipikirkan adalah, karena kita terbiasa melakukan kegiatan ini, bahkan kita akan dengan senang hati menyebarkan sesuatu yang belum tentu kebenarannya!! Kita menyebarkan sesuatu lebih karena hal itu memberikan inspirasi, kegembiraan sesaat, kekuatiran, atau lain-lain hal yang mempengaruhi kita dan kita ingin mempengaruhi orang lain pula!!</p>
<p><span id="more-62"></span></p>
<p><em><strong>INTERNET MIND VIRUS</strong><br />
A powerful Internet Mind Virus compels us to re-send it to others. The message spreads explosively as we and many others help it reproduce. The information in the message &#8212; whether true or false, useful or not &#8212; becomes widespread, infecting many people.</em></p>
<p>Anda sering terpengaruh untuk segera memforward suatu info/gagasan/artikel tanpa terlebih dahulu memahami benar tidaknya informasi tersebut? Ah.. anda terkena<em> INTERNET MIND VIRUS</em>!! Disebut <em>internet mind virus</em> secara spesifik memang &#8220;meme&#8221; ini penyebarannya ditunjang media komunikasi internet yang dengan mudah menyampaikan dan melipatgandakan secara masif informasi tersebut.</p>
<p><em>Most of these viruses of the mind are spread because they are intriguing or frightening or inspiring, and not necessarily because they&#8217;re true. That&#8217;s the problem.</em></p>
<p>Problem selanjutnya adalah:<br />
Apakah kita mau menjadi korban &#8220;mind virus&#8221; ini? Membantu menyebarkan info yang belum tentu BENAR, bahkan sesuatu yang berbau menyemangati, berbau religius, berbau peduli teman, HATI-HATI belum tentu yang anda sebarkan seperti yang SEKILAS anda baca, virus itu kecil, &#8220;nyempil&#8221;, bahkan tak terlihat, seperti kecemasan! [ehm, teror (jika yg disebar berupa info teror)?? ah disinilah kesuksesan teror, ketika banyak dan semakin banyak orang merasa kuatir]
<p>Kalau tidak, ada beberapa saran praktis yang bisa kita lakukan:<br />
kalau anda memang ingin menyebarkan bahkan melipatgandakan informasi, pastikan info itu benar, kalau tidak STOP!!</p>
<p>Ya, saya sendiri memilih berhati-hati dalam menyebarkan informasi, atau paling tidak memastikan sumber tersebut &#8220;terpercaya&#8221; ['sigh' sulitnya], atau lebih baik akan saya hentikan penyebaran virus itu. Saya mengurangi kemungkinan menjadi penyebar sesuatu yang saya sendiri kurang begitu tahu kebenarannya.</p>
<p>Hati-hati terhadap informasi yang kita sebarkan.</p>
<p>&#8212;< --<@<br />
<em>Consciously spreading ideas you consider important is one way to combat mind viruses<br />
ref: www.memecentral.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2008/03/mind-virus-alias-meme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Joining Technorati</title>
		<link>http://pruwanto.com/2008/02/joining-technorati/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=joining-technorati</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2008/02/joining-technorati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 04:02:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/index.php/2008/02/27/joining-technorati/</guid>
		<description><![CDATA[Technorati Profile]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://technorati.com/claim/nwinztcih" rel="me">Technorati Profile</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2008/02/joining-technorati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Jakarta</title>
		<link>http://pruwanto.com/2007/11/sejarah-jakarta/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sejarah-jakarta</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2007/11/sejarah-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 02:59:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/index.php/2007/11/21/sejarah-jakarta/</guid>
		<description><![CDATA[“Kekacauan yang dialami bangsa Indonesia saat ini disebabkan kurang kesadaran sejarah, sehingga bangsa ini tidak tahu dari mana harus berangkat menata masa depannya. Untuk mengatasi kemelut negeri ini, harapan ditumpukan pada angkatan muda. Mereka haruslah memahami sejarah bangsa dan memandang segala persoalan secara dialektik.” Pramoedya Ananta Toer. Jakarta bagai magnet dan situasi di Jakarta dianggap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>“Kekacauan yang dialami bangsa Indonesia saat ini disebabkan kurang kesadaran sejarah, sehingga bangsa ini tidak tahu dari mana harus berangkat menata masa depannya. Untuk mengatasi kemelut negeri ini, harapan ditumpukan pada angkatan muda. Mereka haruslah memahami sejarah bangsa dan memandang segala persoalan secara dialektik.” Pramoedya Ananta Toer.</p></blockquote>
<div style= "float: right; margin-left:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://farm2.static.flickr.com/1027/732867271_acd1628387_m.jpg" width="158" height="240" alt="menarasyahbandar" /> </div>
<p>Jakarta bagai magnet dan situasi di Jakarta dianggap barometer situasi-situasi di daerah lain Indonesia. Pembangunan di Jakarta mungkin bisa dibilang paling pesat diantara semua kota di Indonesia, tak kenal waktu pembangunan di Jakarta berjalan. Banyak gedung dibangun terus menerus selama 24 jam. Kehidupan orang-orangnya pun seolah tanpa istirahat. Lihat saja acara TV yang tak pernah berhenti siap menemani pemirsa sepanjang waktu.<br />
Tahun ini Jakarta merayakan Ulang tahunnya yang  ke 480. Sudah banyak di media lain membahas tentang perkembangan Jakarta di ulangtahunnya yang hampir setengah abad ini. Marilah kita menelisik sudut pandang lain, yaitu sejarah Jakarta. Ternyata sejarah Jakarta banyak diperdebatkan, ulang tahun Jakarta yang diklaim tanggal 22 Juni pun tidak luput dari banyak beda pandangan pakar-pakar sejarah.<br />
<span id="more-52"></span><br />
Tanggal ulangtahun ini ditetapkan oleh Walikota Jakarta Sudiro (1953-1958).<br />
Secara umum nama Jakarta dahulunya Jayakarta dianggap berasal dari Fatahillah, Panglima Perang tentara Demak yang menyerang Pelabuhan Sunda Kalapa dan jatuh pada tanggal 22 Juni 1527. Setelah menang perang Fatahillah mengganti Sunda Kalapa menjadi Jayakarta. Sayang hingga kini tidak ada bukti tertulis mengenai tanggal tepatnya serangan Fatahillah ini kalaupun ada justru menunjukkan beberapa hal yang simpangsiur. Beberapa sejarawan bahkan menganggap hal ini adalah dongeng.<br />
Siapa Fatahillah? dari penelusuran penulis ternyata keberadaannya pun masih banyak dipertanyakan. Menurut seorang sejarawan Edi S Ekadjati (1989) bahkan nama Fatahillah baru ditampilkan pada 1929 oleh sejarawan Dr B Schrieke, melalui berbagai penafsiran tak langsung dan pengaitan atas dokumen-dokumen tua. Banyak sumber menyebutkan ia adalah seorang Gujarat, India, keturunan Arab.<br />
Yang pasti kedatangan Jan Pieterszoon Coen yang menjadi Gubernur Jenderal pertama VOC menghancurkan Jayakarta pada 1619 dan membangun sebuah cikal bakal kota modern di muara Ciliwung yang ia namakan Batavia dari tempat yang dulunya sebuah perkampungan besar dekat pelabuhan Sunda Kalapa. Kota modern ini dibangun dengan dilengkapi benteng, kastil, kanal air, jalan besar, dan berbagai gedung yang mendukung.<br />
Nama Batavia dipakai hingga tahun 1942, ketika Jepang masuk dan ingin menarik hati penduduk Jakarta saat itu agar mendukungnya di perang dunia II, maka nama Batavia diubah menjadi Jakarta.<br />
Lalu apakah kota Jakarta berdiri berdasarkan dongeng? Sudah banyak catatan kritis tentang sejarah Jakarta. Kita sebagai penduduk Jakarta tentu baik untuk tahu sejarah tempatnya, karena dengan belajar sejarah kita akan bisa merancang masa depan dengan lebih baik. Tak perlu mengulang-ulang kesalahan yang pernah terjadi. [budi pruwanto] </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2007/11/sejarah-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kita Bisa Hentikan Korupsi!</title>
		<link>http://pruwanto.com/2006/08/kita-bisa-hentikan-korupsi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kita-bisa-hentikan-korupsi</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2006/08/kita-bisa-hentikan-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Aug 2006 10:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa mengangkat tema korupsi? Sisi keprihatinan yang melukai hati masyarakat pada umumnya, dan khususnya masyarakat kecil, lemah, miskin dan tersingkir, dibahas secara panjang lebar dalam Nota Pastoral KWI 2004. Dalam Nota Pastoral tersebut dituliskan situasi pokok yang kita hadapi adalah adanya kerusakan keadaban yang berupa kerusakan alam, kekerasan, dan korupsi. Berbicara tentang korupsi adalah berbicara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mengapa mengangkat tema korupsi?<br />
</strong>Sisi keprihatinan yang melukai hati masyarakat pada umumnya, dan khususnya masyarakat kecil, lemah, miskin dan tersingkir, dibahas secara panjang lebar dalam Nota Pastoral KWI 2004. Dalam Nota Pastoral tersebut dituliskan situasi pokok yang kita hadapi adalah adanya kerusakan keadaban yang berupa kerusakan alam, kekerasan, dan korupsi.<br />
Berbicara tentang korupsi adalah berbicara tentang sudut lain dari matra keadilan. Korupsi jelas merusak keadilan, ketika ada seseorang atau segelintir orang memperoleh uang hasil korupsi sebaliknya seluruh rakyat dirugikan! Ketika korupsi semakin membudaya, semakin dalam pula jurang kesenjangan antara pelaku korupsi dan rakyat yang dirugikan.<br />
Korupsi sebagai tindak merugikan keuangan dan perekonomian negara berawal dari penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan. Karenanya penguasa mempunyai potensi besar sebagai pelaku, tetapi tindakan ini tak kan terjadi tanpa dukungan masyarakat.<br />
Mulai dari diri sendiri kita angkat sikap-sikap kejujuran, keadilan, dan solidaritas, sebagai budaya tandingan, budaya bebas korupsi!<br />
<span id="more-40"></span><br />
<strong>Apa itu Korupsi?<br />
</strong>Dari segi semantik, istilah korupsi berasal dari bahasa latin &#8216;coruptio&#8217; atau &#8216;corruptus&#8217; yang berarti kerusakan atau kebobrokan. (Lih: Focus Andreas dalam Prodjo Hamidjoyo, 2001:7). Dalam bahasa Yunani, &#8216;corruptio&#8217; berarti perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama materiil, mental dan umum (Nurjana, 1990; 77). Pemahaman di atas merupakan pengertian yang sangat sederhana, yang tidak dapat dijadikan tolok ukur untuk menilai perbuatan korupsi itu sendiri.<br />
Secara hukum pengertian Korupsi adalah â€œSetiap orang yang secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara&#8230;â€ artinya korupsi didefinisikan sebagai sesuatu tindakan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.<br />
Secara umum korupsi diartikan sebagai penyalahgunaan kekuasaan/wewenang (yang seharusnya melindungi kepentingan umum/publik) untuk kepentingan pribadi.</p>
<p><strong>Mengapa Korupsi Ditentang?</strong><br />
Korupsi membawa dampak kerusakan sangat besar, sedikit dari banyak dampak itu misalnya:<br />
1.	Proses demokrasi terganggu; rakyat tak percaya pada pemerintahan hasil pemilu yang demokratis tapi wakil rakyat terpilih menggunakan uang untuk menggalang suara dari pendukung.<br />
2.	Pengambilan keputusan di lembaga negara terganggu; mereka mementingkan orang yang paling banyak menyuap. Hukum dan birokrasi hanya melayani kekuasaaan dan pemilik modal.<br />
3.	Kinerja terganggu; promosi jabatan bukan berdasar prestasi tapi penyuapan, pertemanan/kedekatan, atau kolusi.<br />
4.	Korupsi mengakibatkan proyek-proyek pembangunan dan fasilitas umum bermutu rendah dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga mengganggu pembangunan yang berkelanjutan.<br />
5.	Sistem ekonomi terganggu, karena hasil produksi akan kalah bersaing dan utang luar negri disalahgunakan.</p>
<p><strong>Sebab-sebab Korupsi<br />
</strong>Awal korupsi banyak yang menyepakati dimulai dari penyalahgunaan wewenang/kuasa. Ketika pemilik kekuasaan lebih mementingkan kepentingan dirinya daripada kepentingan orang banyak/publik.<br />
Ibarat dokter yang ingin menyembuhkan perlu mengetahui penyebab sakit, begitu pula kita perlu mengetahui penyebab korupsi jika berniat untuk memberantasnya. Banyak teori telah dimunculkan beberapa pakar. DR Imam Prasodjo dalam suatu forum diskusi menjelaskan beberapa penyebab korupsi, yakni :<br />
a. Kebutuhan<br />
â€¢	Bila penghasilan sangat rendah dan tak mencukupi kebutuhan normal maka seseorang akan berusaha memenuhinya dengan berbagai cara, salahsatunya tindak korupsi; baik itu korupsi waktu, tenaga, dan pikiran.<br />
b. Ketamakan<br />
â€¢	Kemungkinan orang sudah cukup kaya, tetapi masih punya hasrat besar untuk memperkaya diri, apalagi bila ditambah perilaku konsumtif. Ini bisa mengubah seseorang menjadi tamak. Ia tidak mempedulikan moralnya, godaan dari lingkungan mudah untuk diikuti, ia juga dengan mudah mengabaikan ajaran agamanya. Ketamakan bisa juga dari sifat malas tapi ingin cepat kaya.<br />
c. Sistem<br />
â€¢	Sistem disini dimaksudkan jika seseorang melakukan korupsi â€œmau tidak mauâ€ karena menjadi bagian dalam sistem tersebut.<br />
â€¢	Posisi pemimpin dalam suatu institusi mempunyai pengaruh penting. Bila pemimpin tidak bisa memberi keteladanan yang baik di hadapan bawahannya, misalnya berbuat korupsi, maka kemungkinan besar bawahannya akan mengambil kesempatan yang sama. Seorang bawahan yang kerap menyuap atasannya agar mendapat tempat yang enak atau cepat naik jabatan cenderung akan berpikir bagaimana â€œkembali modalâ€ saat sudah mempunyai kekuasaan.<br />
â€¢	Pengendalian/pengawasan manajemen merupakan salah satu sebab pelanggaran korupsi, semakin longgar semakin terbuka untuk melakukan korupsi.</p>
<p><strong>Apa Langkah Pemberantasan Korupsi?<br />
</strong>Jelas dibutuhkan strategi untuk memerangi korupsi! Tetapi sering upaya anti-korupsi tidak memiliki strategi. Ketika korupsi dilihat hanya sebagai penyimpangan karena orang-orang yang tidak bermoral, maka strateginya pun akan lemah. Kunci untuk memerangi korupsi adalah perubahan sistem dan kebijakan, bukan memburu satu-dua orang yang dituduh melakukannya. Tidak berarti himbauan untuk meningkatkan moral ditinggalkan.<br />
Harus disadari, korupsi bukan hanya kejahatan karena moral! Korupsi lebih tepat disebut kejahatan kalkulasi. Seseorang yang melakukan korupsi akan menimbang, ketika keuntungan yang didapat jauh lebih besar daripada kemungkinan sanksi yang diperolehnya, maka peluang terbuka lebar-lebar.<br />
Sangat tepat anjuran Kwik Kian Gie dalam bukunya mengenai pemberantasan korupsi, yaitu yang ia sebut carrot and stick (wortel dan pentungan), atau bisa diartikan secara bebas; hadiah dan hukuman. Sebagai contoh nyata, jika gaji kecil kebutuhan besar maka keinginan untuk melakukan korupsi akan lebih besar. Maka perlu gajinya dinaikkan secara layak, atau dalam kasus tertentu diatas layak. Tetapi ketika dengan gaji yang tinggi ia tetap melakukan korupsi maka sanksi seberat-beratnya layak dipukulkan kepadanya.<br />
Dari pengalaman Hongkong yang merupakan legenda dunia karena kesuksesannya dalam pemberantasan korupsi, kita bisa meniru suatu â€œLangkah Strategi Pemberantasan Korupsiâ€<br />
1.	Menyadari tentang adanya korupsi sistematis; semua pihak semestinya memahami tidak mungkin gerakan pemberantasan korupsi hanya mengadalkan hukum, kekuasaan pemerintah/aparat, bahkan kekuasaan pengadilan, atau malah hanya dari rakyat. Perlu kerjasama terpadu antara semua pihak.<br />
2.	Membentuk lembaga independen yang kuat. Hal ini sudah dilakukan di Indonesia dengan dibentuknya KPK dengan payung hukum yang cukup kuat.<br />
3.	Menerapkan penguatan sistem dan kebijakan anti-korupsi, penerapan carrot and stick, memperkuat kerjasama antar lembaga pemerintahan.<br />
4.	Setelah strategi di tingkat penyelenggara negara dilakukan, maka perlu memperluas keterlibatan masyarakat warga. Kerahkan warga, kampanye kepedulian budaya bebas korupsi, melibatkan sebanyak-banyaknya partisipasi warga, memudahkan akses ke lembaga independen, kampanye moral. Libatkan LSM pemantau korupsi. Dorong institusi agama menghimbau umatnya menghindari korupsi.<br />
5.	Terjadinya kerjasama semua pihak, semua pihak mulai merasakan hasil anti-korupsi, semua pihak semakin memperbanyak pencegahan.</p>
<p><strong>Apa yang bisa kita lakukan?<br />
</strong>Kwik Kian Gie dalam buku â€œPemberantasan Korupsiâ€ menekankan, pemberantasan korupsi harus mulai dari atas, pimpinan tertinggi, yaitu presiden, diikuti para penguasa lainnya.<br />
Dalam Aksi Puasa Pembangunan 2006, ada pandangan lain yang cukup mengena, yaitu dari diri sendiri. Tapi meski didorong untuk mulai diri sendiri&#8211;berefleksi&#8211;umat katolik perlu untuk mengetahui strategi besar perlawanan terhadap korupsi. Ini untuk menjamin kita juga secara aktif terlibat dalam pemberantasan korupsi yang telah dimulai, baik oleh pemerintah itu sendiri maupun LSM dan masyarakat lain. Korupsi, seperti telah diuraikan di atas, bukan kejahatan biasa, bukan kejahatan semata-mata karena moral, tapi juga kejahatan kalkulasi dan sudah mengakar, akibatnya sudah terlalu parah. Perlu sinergi dengan berbagai pihak, sesuai dengan analisis tiga poros dalam Nota Pastoral 2004, adalah kerjasama negara-masyarakat pasar-masyarakat warga.</p>
<p><strong>Mulai dari diri sendiri</strong><br />
*	Tidak menyuap, tidak melalui jalan pintas ketika melalui prosedur birokrasi, mematuhi peraturan; ini secara praktisnya. Ini akan menghindarkan kita dari sikap permisif ketika kita mengetahui adanya korupsi.<br />
*	Meninggalkan pola hidup konsumtif, selalu memegang kejujuran; ini akan mengasah hati nurani kita untuk menolak tindak korupsi.<br />
*	Mengembangkan solidaritas, sehingga sedikit banyak kita membantu memperkecil jurang kesenjangan sosial dan secara tak langsung mengerem laju konsumerisme.<br />
*	Bersikap kritis terhadap segala bentuk penyelewengan kekuasaan pejabat publik, sekecil apapun penyelewengan itu, dampaknya akan terimbas ke kita dan semua rakyat Indonesia!</p>
<p><strong>Bersama dengan komunitas kita<br />
</strong><br />
*	Bersama komunitas kita, memasyarakatkan pola hidup produktif â€“alih-alih bergaya hidup konsumtif&#8211;<br />
*	Membangun â€œpulau-pulauâ€ integritas, artinya membangun komunitas-komunitas yang mendahulukan kejujuran, keadilan, dan solidaritas sebagai nilai-nilai utama.</p>
<p><strong>Referensi:<br />
</strong><br />
________, Aksi Puasa Pembangunan 2006, Budaya Bebas Korupsi, Kerangka Dasar, Komisi PSE-KWI,<br />
Gie, Kwik Kian, Pemberantasan Korupsi, , Jakarta, 2005<br />
Klitgaard, Robert, Ronald Maclean Abaroa, dan H. Lindsey, Penuntun Pemberantasan Korupsi Dalam Pemerintahan Daerah, YOI, Jakarta, 2002<br />
Jakarta, 2006<br />
Team Komik ICW, Anti Korupsi untuk Pemula, ICW, Jakarta, 2001<br />
Team Komik ICW, Ayo Berantas Korupsi, ICW, Jakarta, ____</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2006/08/kita-bisa-hentikan-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gaya Hidup Sehat dalam Bekerja</title>
		<link>http://pruwanto.com/2006/07/gaya-hidup-sehat-dalam-bekerja/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gaya-hidup-sehat-dalam-bekerja</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2006/07/gaya-hidup-sehat-dalam-bekerja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jul 2006 10:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pegawai, lima atau sebagian enam hari dalam seminggu sungguh merupakan waktu yang melelahkan. Setelah lelah bekerja, yang sudah berkeluarga tentu meluangkan waktu untuk keluarga, bahkan banyak yang masih melanjutkan kerja lembur atau sekolah lagi, atau kerja di tempat lain. Kesehatan pun menjadi nomor dua. Sepanjang hari, terpaku di belakang meja, atau berkeliling kota mencari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Bagi pegawai, lima atau sebagian enam hari dalam seminggu sungguh merupakan waktu yang melelahkan. Setelah lelah bekerja, yang sudah berkeluarga tentu meluangkan waktu untuk keluarga, bahkan banyak yang masih melanjutkan kerja lembur atau sekolah lagi, atau kerja di tempat lain. Kesehatan pun menjadi nomor dua.
</p></blockquote>
<p>Sepanjang hari, terpaku di belakang meja, atau berkeliling kota mencari prospek rekanan, berhadapan dengan komputer, atau beralih dari rapat ke rapat sama-sama menguras energi dan pikiran. Bagaimana supaya tetap fit?</p>
<p><strong>Tidak cukup empat sehat lima sempurna</strong><br />
Yang sedang banyak dibicarakan sekarang adalah makan dengan pola <em>food combining</em>. Singkatnya, <em>food combining</em> adalah makan secara teratur pada waktu tertentu dan seimbang antara asam dan basa. Makan secara teratur terutama pk 12.00 &#8211; 20.00, yaitu saat tubuh efektif untuk mencerna. Makanan pembentuk asam, misalnya, protein hewani, lemak, minyak, produk susu, biji-bijian, kacang tanah, makanan beragi, dan alkohol. Makanan pembentuk basa, yaitu buah-buahan, sayuran, kentang yang direbus dengan kulitnya, susu mentah, kedelai, taoge, dan kacang-kacangan (kecuali kacang tanah).<br />
<span id="more-39"></span><br />
<strong>Sarapan</strong><br />
Bangun pagi sering kesiangan, apalagi kalau kantor jauh dan harus menembus kemacetan. Maka, sarapan dilupakan. Padahal sesuai namanyaï‚¾breakfastï‚¾sarapan berguna untuk memutus â€˜puasaâ€™ panjang setelah makan malam terakhir. Pilih makanan yang mudah dicerna, menurut food combining, makanan terbaik di pagi hari adalah buah-buahan segar. Bisa dijus atau dipotong-potong.</p>
<p><strong>Minum</strong><br />
Apabila bekerja di dalam ruang ber-AC dengan hawa dingin dan menikmati pekerjaan, biasanya lupa untuk minum. Sulit mendapatkan minum karena bekerja di luar ruangan pun menjadi alasan untuk sedikit minum. Padahal tubuh kita memerlukan sedikitnya dua liter air, atau lebih kurang delapan gelas sehari. Air itu kita butuhkan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh, baik melalui keringat, pernapasan, atau air seni. Jika Anda tak mengkonsumsi air sebanyak itu, tubuh akan menyeimbangkan diri dengan mengurangi air di darah dan otak! Selanjutnya ginjal akan bekerja lebih keras menyaring darah kental dan sel-sel otak lebh cepat mati.</p>
<p><strong>Olahraga, mana sempat?</strong><br />
Setelah bekerja keras, tentu Anda kecapekan, baik bekerja di luar kantor, maupun sering duduk menghadap komputer. Setelah itu, mau olahraga? Biasanya, prioritas utama adalah istirahat atau meluangkan waktu untuk keluarga, teman, atau hobi. Sebenarnya 30-60 menit dalam sehari dan 3-4 kali dalam seminggu merupakan waktu terbaik untuk berolahraga. Anda tidak akan terlalu lelah, tapi cukup mendapatkan efek untuk kesehatan.</p>
<p>Olahraga yang direkomendasikan untuk kesehatan secara umum dan jantung pada khususnya, adalah olahraga aerobik yang memacu kerja jantung secara bertahap. Pengertian olahraga aerobik sendiri memang olahraga yang memacu jantung untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya, untuk memenuhi kebutuhan oksigen ke seluruh tubuh. Jalan kaki, lari, dan berenang merupakan olahraga-olahraga terbaik yang banyak disarankan pakar kesehatan.</p>
<p>Olahraga sambil bekerja, terutama untuk yang sepanjang hari menatap komputer, sangat disarankan. Alihkan pandangan Anda sejauh mungkin, cukup dalam 1-3 menit tiap jam. Renggangkan kepala, tangan, pinggang, punggung, dan kaki sekali sehari.</p>
<p>Menurut Kevin P. Radican, pemilik <em>Corporate Fitness Concepts LLC Baltimore</em>, melalui serangkaian penelitian, banyak karyawan akan memanfaatkan fasilitas olahraga jika disediakan, dan karyawan yang sehat berpengaruh langsung pada produktivitasnya. Nah, jika Anda seorang pengusaha, mungkin bisa mulai dipikirkan. Mana yang lebih baik, menyediakan fasilitas olahraga atau asuransi kesehatan?</p>
<p><strong>Sudah mengambil cuti tahun ini?</strong><br />
Cuti atau meliburkan diri dari pekerjaan rutin sangat disarankan. Menurut berbagai jurnal kesehatan, salah satunya jurnal  Goetzel, Ron Z., PhD (2002) tentang kesehatan mental pekerja, pekerja yang depresi karena pekerjaan, disebabkan karena tak pernah istirahat atau cuti. Hal ini mengakibatkan produktivitas berkurang, sering absen, dan unjuk kerja yang tak optimal.</p>
<p>Sisihkan waktu untuk hobi Anda; baca buku, jalan-jalan, wisata, olahraga permainan, main permainan komputer, atau bahkan layang-layang. Menikmati keindahan alam sangat berpengaruh untuk menentramkan pikiran dan menimbulkan perasaan damai. Banyak sekali tempat wisata di sekitar Anda, coba luangkan waktu untuk menikmatinya.</p>
<p><strong>Sikap hidup</strong><br />
Nah, apabila sekarang sudah sering olahraga, makan teratur, seimbang dan bergizi, istirahat cukup, tapi kok masih sering sakit? Jangan-jangan Anda seorang yang pesimis. Laporan hasil survei dari sebuah klinik di negara bagian Minnesota, AS menyebutkan, bahwa menghadapi hidup secara optimis dapat terhindar dari kematian sebelum usia 50 tahun, sebab kualitas hidup mereka lebih baik daripada orang yang selalu pesimis.</p>
<p>Sebaliknya, menjalankan ritual dan terutama nilai-nilai agama atau kepercayaan kita adalah termasuk dalam suatu sikap hidup optimis dan positif. Keikhlasan dan ketabahan dalam setiap duka dan syukur dalam setiap suka membuat hidup kita semakin cerah, pikiran tenang, tidak mudah stres dan tentu sakit tak mudah mendekat.</p>
<p><strong>Lingkungan</strong><br />
Setelah berbagai pemaparan apa yang bisa kita lakukan mulai dari diri kita, ternyata kesehatan dalam bekerja tak hanya dipengaruhi dari apa yang sudah dituliskan di atas. Ada yang juga sangat menentukan, yaitu lingkungan kerja kita.</p>
<p>Sebut saja bagi pekerja yang setiap hari di belakang meja dan sering memelototi komputer, berikut ada beberapa tips yang disarankan untuk kesehatan anda:<br />
-jarak layar monitor dengan mata anda minimal 30 cm<br />
-layar monitor dan mata sejajar<br />
-lampu penerangan tidak memantul dari layar monitor<br />
-tempat duduk mempunyai sandaran punggung<br />
-kaki tidak menggantung dari lantai<br />
-pergelangan tangan lurus dan nyaman menyentuh papan ketik<br />
-kondisi di sekitar anda yang rapi dan bersih</p>
<p>Dalam jangka waktu tertentu kita akan merasa nyaman bekerja di ruang berpendingin, berkarpet dan berbau wangi karena pewangi buatan. <em>United State Environmental Protection Agency (US EPA</em>) dalam suatu studinya tentang peluang manusia terpapar polusi mengindikasikan bahwa derajat polusi dalam ruang bisa dua sampai lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan polusi luar ruang. Ruang yang tak sehat ini memang nyaman dalam jangka pendek tapi akibatnya menggerogoti kesehatan kita hingga muncul istilah sick building syndrome. Untuk kesehatan anda dan teman-teman sekerja anda, minimal jangan lupa minta petugas terkait untuk membersihkan AC, karpet, dan kurangi pewangi buatan.</p>
[by budipru, dimuat di majalah visi media edisi 2, juli 2006] </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2006/07/gaya-hidup-sehat-dalam-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekerasan? Nggak Banget</title>
		<link>http://pruwanto.com/2006/06/kekerasan-nggak-banget/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kekerasan-nggak-banget</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2006/06/kekerasan-nggak-banget/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2006 10:11:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Capek juga ya, kalau setiap baca koran, kita temui banyak banget berita seputar tindak kekerasan. Setiap nonton televisi, nggak sedikit program yang mempertontonkan adegan kekerasan. Untuk menyelesaikan masalah pun, orang ternyata lebih memilih kekerasan fisik seperti memukuli penjahat yang tertangkap, membunuh orang yang dibenci, menganiaya orang lain untuk menunjukkan kekuatannya, merusak milik orang lain karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style= "float: left; margin-right:5px; margin-bottom: 5px">
<img src="http://static.flickr.com/44/173159382_08fea452e6_m.jpg" width="240" height="156" alt="non_violence" /> </div>
<p><strong><br />
Capek juga ya, kalau setiap baca koran, kita temui banyak banget berita seputar tindak kekerasan. Setiap nonton televisi, nggak sedikit program yang mempertontonkan adegan kekerasan. </strong></p>
<p>Untuk menyelesaikan masalah pun, orang ternyata lebih memilih kekerasan fisik seperti memukuli penjahat yang tertangkap, membunuh orang yang dibenci, menganiaya orang lain untuk menunjukkan kekuatannya, merusak milik orang lain karena ketidaksukaan, dan lain-lain. Tapi, benar-benar selesai <em>nggak</em> sih masalahnya?<br />
<span id="more-36"></span><br />
Kekerasan sayangnya nggak hanya dimonopoli orang secara pribadi. Bahkan dengan pengaruh yang lebih merusak kalau dilakukan segerombolan orang yang merasa kekerasan bisa menyelesaikan masalah.</p>
<p>Yang paling parah, coba kita cermati, pengguna kekerasan yang paling dahsyat adalah negara. Tanya kenapa? Karena negara punya kekuasaan dan kekuatan untuk bertindak secara luas dan secara hukum untuk menggerakkan rakyatnya, misalnya melakukan perang.</p>
<p>Asal tahu <em>aja</em>, menurut data statistik, lebih dari 110 juta nyawa manusia melayang dalam perang antarnegara, termasuk 15 juta korban Perang Dunia I (1914-1918) dan tidak kurang dari 50 juta korban PD II (1939-1945). Lebih mengerikan dari perang antarnegara, kuranglebih 170 juta rakyat dibunuh oleh pemerintahnya sendiri sejak awal abad 20 hingga 1997.</p>
<p>Hmmâ€¦ sebenarnya, apa sih kekerasan itu? Yang disampaikan di atas hanya sebagian kecil dari kekerasan, yaitu kekerasan fisik. Banyak definisi yang bakal kamu temukan kalau mau baca buku-buku tentang kekerasan. Intinya, <strong><br />
<blockquote>kekerasan merupakan kekuatan dan tindakan secara fisik dan psikis, yang menghancurkan kehidupan, mengabaikan HAM, dan merusak lingkungan.</p></blockquote>
<p> </strong></p>
<p>Jadi dengan pengertian ini, kekerasan nggak hanya kalau pelaku menggunakan kekuatan fisik, tapi juga psikis, seperti ancaman dan teror. Nggak cuma kalau ditujukan ke manusia, tapi juga ke lingkungan hidup. Di antaranya penebangan hutan atau penambangan tak terkendali, pencemaran lingkungan, hingga yang paling kecil kalau kita membuang sampah di sembarang tempat.</p>
<p>Ternyata luas banget pengertian kekerasan itu ya? Karena itu, tulisan ini dibatasi pada kekerasan ke manusia secara langsung.</p>
<p>Mengapa orang memilih jalan kekerasan? Setiap orang bisa mempunyai penjelasan yang berbeda. Pak Sigmund Freud mengatakan, setiap individu memang cenderung berperilaku menghancurkan obyek. Oom Camara secara singkat tapi tegas menerangkan dalam bukunya â€œSpiral Kekerasanâ€ bahwa ketidakadilan adalah akar pertama kekerasan.</p>
<p>Orang yang mengalami ketidakadilan melawan dengan segala cara, termasuk kekerasan. Selanjutnya, pihak yang berkuasa meredamnya dengan kekerasan juga. Akhirnya, kekerasan tak pernah berakhir.</p>
<p>Sejak zaman batu pun, sudah ada kekerasan yang biasanya untuk mempertahankan hidup. Misalnya, perebutan daerah buruan atau lahan sumber makanan atau air. Perkembangan terjadi sejalan dengan perkembangan teknologi. Senjata yang semula batu berubah total menjadi nuklir yang sangat dahsyat di zaman ini. Cara-cara kekerasan lebih banyak dipilih orang, terutama karena lebih mudah dan nggak memerlukan pemikiran mendalam.</p>
<p>Apakah kita bisa melenyapkan kekerasan? Sulit <em>kaleeeâ€¦</em> Terbukti, banyak banget kejadian kekerasan di sekitar kita. Yang lebih penting, bagaimana kita bisa mengurangi penggunaan kekerasan. Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kekerasan?</p>
<p>Nah, ini perlu mulai kita pikirkan dan lakukan bersama. Coba bayangkan, kalau setiap kekerasan dibalas dengan kekerasan. Wow, pasti nggak terkira banyaknya dan nggak akan ada akhirnya. Korbannya pun nggak hanya pihak yang berseteru, bisa saja orang lain yang nggak bersalah, bahkan nggak terlibat sama sekali. Parah kan?</p>
<p>Salah satu alternatif yang bisa mulai kita coba adalah melawan kekerasan tanpa kekerasan. Tanya lagi kenapa? Salahsatu penjelasan singkat, kebenaran itu relatif. Setiap orang yang melakukan tindakan, pasti punya dasar yang dianggapnya benar. Ini pasti terjadi dalam setiap konflik.</p>
<p>Kalau kita paham bahwa orang lain mungkin bisa benar, kenapa kita harus berbuat kekerasan yang nggak bakal menyelesaikan masalah? Dengan kekerasan nggak ada lagi ruang untuk saling mengerti.</p>
<p>Ada orang yang bakal menganggap tidak melawan kekerasan dengan kekerasan berarti pengecut. Sebenarnya sangat berbeda, pengecut itu karena takut, tetapi melawan tanpa kekerasan bisa berarti dengan berbagai tindakan positif lain. Bisa ngobrol atau dialog, lewat jalur hukum, atau bekerjasama yang tentunya saling menguntungkan.</p>
<p>Adakalanya kekerasan yang diterima korban dilakukan oleh banyak orang, terus-menerus, dan sangat menyakitkan. Maka, kuncinya tak lain dan tak bukan adalah solidaritas. Gerakan melawan tanpa kekerasan nggak akan jalan kalau hanya dilakukan orang per orang. Perlu kerjasama dan solidaritas dari semakin banyak orang, termasuk kamu-kamu. Tentunya, supaya gerakan itu bisa semakin mencapai tujuan.</p>
<p>Melakukan gerakan melawan kekerasan tanpa kekerasan bisa kita mulai dari hal sederhana, antara lain:</p>
<ol>
<ul>
Bersikap ramah terhadap semua orang. Sering terjadi konflik kekerasan dimulai karena kesal melihat orang yang marah-marah bukan?<br />
Penuh pengertian atau nggak berprasangka negatif yang berlebihan ke orang lain karena nggak semua orang yang kelihatan mencurigakan atau menyeramkan ingin melakukan kejahatan kok!<br />
Memperlakukan orang lain seperti halnya kamu ingin diperlakukan. Jujur aja dehâ€¦<br />
Mengutamakan dialog untuk menyelesaikan permasalahan. Nggak perlu pakai meja bundar, nggak pakai meja juga bisa.</ul>
</ol>
<p>Tunggu apalagi? Yuk, kita lawan kekerasan tanpa kekerasan bersama-sama sekarang juga!!! (aribudi)<br />
[dimuat di buletin warnabangsa edisi III] </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2006/06/kekerasan-nggak-banget/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Da Vinci Code</title>
		<link>http://pruwanto.com/2005/09/da-vinci-code/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=da-vinci-code</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2005/09/da-vinci-code/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2005 10:38:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama aku baca buku ini, menjadi kontroversi karena isinya yang mempunyai tafsir lain terhadap Alkitab. Terutama bahwa Yesus tidak mati di salib tetapi menikah dengan Maria Magdalena dan seterusnya hingga mempunyai keturunan. Beberapa dalam novel itu diakui penulis sebagai fakta! Bahkan ada dari kalangan non-Kristen percaya kebenaran fakta yang dimunculkan di novel ini, ehm [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama aku baca buku ini, menjadi kontroversi karena isinya yang mempunyai tafsir lain terhadap Alkitab. Terutama bahwa Yesus tidak mati di salib tetapi menikah dengan Maria Magdalena dan seterusnya hingga mempunyai keturunan.<br />
Beberapa dalam novel itu diakui penulis sebagai fakta! Bahkan ada dari kalangan non-Kristen percaya kebenaran fakta yang dimunculkan di novel ini, ehm itu sih tidak terlalu aneh. Celakanya banyak yang bahkan dari Kristen yang malah menjadi ragu dan mulai mempercayai novel ini. Maka tak aneh kalau ada suara dari hirarki gereja menyerukan untuk berhati2 dalam membaca novel ini.<br />
Aku sendiri membaca novel ini dan bisa menikmati alur ketegangan yang dibaca, sebatas itu saja, karena memang bagiku ini sekedar novel fiksi pengisi waktuluangku.</p>
<p>Aku dan istriku sempat menghadiri acara &#8220;Cafe Socrates&#8221; yang diselenggarakan Sigit, temen komsos MBK, dari dia pula aku minta ijin menayangkan transkrip selama acara diskusi itu pada Minggu, 21 Agustus 2005 pukul 10.00 s.d 12.30 WIB dengan narasumber Romo Hariyanto SJ.<br />
<span id="more-24"></span></p>
<p>Transkrip Diskusi Kafe Socrates (Copyright Kafe Socrates)</p>
<p>Tema			: Membaca Kontroversi Da Vinci Code<br />
Judul provokasi	: Vatikan Bohong Besar?<br />
Penyelenggara	: Kafe Socrates, forum diskusi bulanan garapan KOMSOS MBK<br />
Tempat		: Ruang Yohanes, Aula MBK lt. II<br />
Waktu			: Minggu, 21 Agustus 2005 pukul 10.00 s.d 12.30 WIB<br />
Pembicara		: Rm. JN. Hariyanto SJ</p>
<p>====================================================</p>
<p>Berikut adalah transkrip dari apa yang dikatakan dan dibedah JN. Hariyanto SJ perihal kontroversi Novel karya Dan Brown The Da Vinci Code. Karena keterbatasan daya tangkap alat perekam, Redaksi tidak menuliskan transkrip dialog dengan pengunjung Kafe Socrates. Pembagian subbab dilakukan redaksi untuk memudahkan orang membaca. Copyright dari transkrip ini adalah milik Kafe Socrates. Selamat membaca dan semoga bermanfaat. (Redaksi)</p>
<p>Novel ini memang kontroversial. Banyak yang mengomentari, entah yang pro maupun kontra. Ada penulis yang anti Katolik berkomentar. Dalam arti tidak terlalu simpatik dengan Katolik, seorang penulis besar yang menulis buku kehidupan, thriller juga, dalam sebuah biara di Abad Pertengahan, yang filmnya pernah dilihat juga. Judulnya In the Name of the Rose, karya Umberto Eco. Dia termasuk salah satu ahli Abad Pertengahan. Dan dia banyak mengkritik mengenai klaim-klaim Leonardo Da Vinci oleh Dan Brown sebagai bukti. Baginya, tidak ada bukti dan dasarnya sama sekali. Ini Umberto Eco dan ia pantas kita dengarkan. Justru karena dia bukan Katolik. Kalau ahli Katolik yang bilang itukan, ya bisa dibilang mbela-belaain Gereja sendiri. Tapi, ini justru datang dari orang yang sebenarnya tidak simpatik dengan Gereja Katolik.</p>
<p>Kita mencoba melihat bagian pertama dari film. (Film berjudul Unlocking Da Vinciâ€™s Code: The Full Story garapan National Geographic).</p>
<p>Studi Dokumen<br />
Secret Society, sebuah perkumpulan rahasia. Di sini, disebutkan sebagai biarawan Sion. Ini sendiri sudah menimbulkan masalah. Kalau biarawan berarti harus tunduk pada hukum-hukum Gereja. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Gereja. Seandainya yang disebut The Priory of Sion itu ada. Ini menjadi masalah tersendiri soal keberadaan The Priory of Sion. Bahkan, ada sejak zaman Yesus, 2000 tahun silam. Di sini, disebutkan bahwa The Priory of Sion, European secret society founded in 1099. Sebenarnya, kalau ini didirikan betul pada tahun itu, sebenarnya ini menjadi suatu masalah. Karena ini merupakan kelompok yang mau melindungi rahasia Maria Magdalena dari awal. Pertanyaannya, selama seribu tahun sebelumnya, mereka melakukan apa? Kok tiba-tiba muncul begitu saja. Tidak jelas. Inilah yang kadang luput kita kritisi ketika kita membacanya. Dia sebut sebagai fakta. Ini menjadi tanda tanya besar. Pada tahun 1975, ditemukan di bibliotek nasional di Prancis. Masalahnya dokumen itu terbukti bahwa ini adalah pemalsuan. Sesorang yang mau mengklaim tahkta kekaizaran Prancis mau memakai dokumen ini dengan sengaja diselundupkan. Itu sekarang sangat gampang dibuktikan. Usia kertas bisa dicek, jenis tinta juga bisa dicek. Jadi, terlalu sederhana untuk mengklaim suatu dokumen.</p>
<p>Kita tahu bahwa dalam sebuah studi dokumen, suatu dokumen yang tunggal dan tidak mempunyai relasi dengan dokumen mana pun, itu biasanya diragukan. Suatu dokumen biasanya terkait dengan dokumen-dokumen yang lain. Jadi, identifying numerous members of priory of Sion including Sir  Isaac Newton, Batticelli, Victor Hugo, and Leonardo Da Vinci. Nama-nama yang kelihatan dicomot-comot saja. Sebetulnya, nama ini lebih terkait bukan dengan The Priory of Sion, tapi pada kelompok rahasia lain. Suatu kelompok yang muncul yang anti agama yang dalam perkembangan modernnya melahirkan antara lain, rotary club dan sebagainya.</p>
<p>Kemudian, Opus Dei didirikan pada awal Abad-20 di Spanyol. Sebetulnya, ini merupakan kelompok awam yang mencoba mempraktikkan tradisi-tradisi kebiarawan zaman dulu. Dulu itu, lumrah orang melakukan matiraga, puasa, taat pada pimpinan. Tapi, oleh Dan Brown, praktik-praktik itu dilihat sebagai cuci otak. Kenapa? Karena Dan Brown tidak mengerti tradisinya. Dia memang tidak berasal dari tradisi itu. Kalau orang masuk biara, konsekuensinya orang itu harus mengucapkan tiga kaul. Dan ini dipraktikkan oleh Gereja semenjak Santo Benediktus tahun 400/500-an  sampai sekarang. Dan tidak ada yang baru. Tapi, Dan Brown menciptakan seolah-olah Opus Dei adalah mafia Gereja Katolik yang kemudian melahirkan pembunuh-pembunuh di dalam novelnya itu. Ini yang dia ciptakan.</p>
<p>Lalu, dikatakan Opus Dei mempunyai markas sangat besar dan mahal di New York. Sebetulnya, ini tidak mengatakan apa-apa. Kalau ada kantor pusat senilai itu, karena Opus Dei terdiri dari awam dari kalangan bisnis, ini tidak mengatakan apa-apa. Apalagi ini kejahatan. Di sini, ada sebuah lompatan logika.</p>
<p>Saya mau memberi catatan. Karya-karya seni yang Dan Brown sebut memang ada. Tapi, deskripsinya belum tentu. Karena deskripsi itu soal memahami sesuatu, menafsirkan sesuatu. Penafsiran saya tidak begitu saja mutlak benar. Kalau seorang penulis mengatakan bahwa penafsirannya mutlak, dia tidak menulis novel, tapi dia menulis Kitab Suci. Jadi, kita harus membedakan antara the real world (lukisannya) dan bagaimana kita memahaminya. Kalau orang melihat lukisan perempuan telanjang. Muncul banyak penafsiran. Ada orang yang mengatakan ini porno. Ada lagi yang mengatakan ini sebagai karya seni. Tapi, seorang pedagang barang seni akan mengatakan ini sebagai duit (uang-red). Namanya juga pedagang.</p>
<p>Lalu, demikian juga dengan arsitekturnya. Bangunan-bangunan itu memang ada. Kalau itu ada, saya akan memberi  jawaban seperti yang sering diucapkan anakmuda sekarang, so what gitu loh? Lalu, yang menjadi masalah adalah dokumen. Dia ternyata hanya mengambil suatu dokumen dan menganggapnya mewakili keseluruhan. Tidak membaca cukup luas banyak dokumen. Ini yang menjadi persoalan.</p>
<p>Sekarang, kita mau melihat secara lebih umum. Sejak semula, orang tahu ini novel. Kesulitannya, kalau kita melihat secara keseluruhan film tadi, penulis selalu memberi kesan apa yang dia katakan itu benar. Ada sebuah kontradiksi. Dia sebenarnya menulis novel, tapi dia yakin bahwa yang ia tulis itu benar. Ini agak aneh. Biasanya, seorang penulis akan mengatakan pesannya seperti apa. Tapi. Dan Brown lebih mengatakan datanya benar. Itu menjadi lain. Nah, sebagai novelis saya rasa Dan Brown luar biasa. Karena dia merangkum resep-resep suatu novel yang baik. Ada suspennya. Suspen itu adalah sesuatu yang mengejutkan. Ada rahasia yang mau diungkap. Siapa sih yang tidak ingin tahu terhadap rahasia yang mau diungkap. Ada juga romannya. Roman ini harus ada, karena kalau tidak ada rasanya seperti kurang garam. Apalagi ini menyangkut sebuah lembaga yang besar, sehingga orang ingin tahunya lebih besar. Ini rahasia menulis novel.</p>
<p>Sinopsis Cerita<br />
Romo berlanjut bertanya, â€œApa ada yang sudah membaca bukunya sampai selesai?â€<br />
Cerita singkatnya seperti ini.</p>
<p>Ada seorang kurator seni bernama Sauniere dikatakan mati di Louvre. Posisi mayat itu tangannya menunjuk pada sebuah lukisan yang disebut Vitruvian man. Nah, yang menarik adalah bersamaan dengan jenasah itu, si mayat itu, menunjuk sesuatu. (ini mengingatkan saya pada pengalaman di novisiat. Khususnya, teman saya di novisiat. Kalau sore, dua kali seminggu main sepakbola. Di sana, aturannya, hujan tidak hujan sepakbola tetap jalan. Suatu kali, seorang teman kena bola di bagian burungnya. Ia kesakitan. Tapi, ia jatuhnya memilih tempat yang kering). Kurang lebih, seperti itulah yang saya bayangkan pada posisi mayat di novel tadi. Yang menarik, bersamaan dengan jenasah itu, ditemukan juga angka-angka, ada anagram, pentagram, dan ia mengambar suatu bentuk manusia dengan darahnya sendiri. Ini sebuah bentuk kematian yang dramatis. Kalau ini sungguh-sungguh real. Mau mati, sudah menyiapkan semuanya. Padahal dia dibunuh loh.</p>
<p>Dari situlah, cerita bergulir. Cucunya, Sophie Neveu, seorang kriptologis. (kripto terkait dengan kuburan. Seorang yang mempelajari benda-benda terkait dengan kuburan. Cucu ini bertemu dengan seorang bernama Robert Langdon, seorang profesor dari Havard untuk bidang yang disebut Religious Symbology. Terus terang, ini disiplin ilmu yang baru yang dikemukakan Dan Brown karena dalam sejarah ilmu-ilmu tidak dikenal disiplin ilmu ini. Tapi, inilah novel boleh mengarang apa saja. Nah, itulah ceritanya.</p>
<p>Dari situ, kemudian ketahuan bahwa Sauniere yang meninggal adalah anggota dari The Priory of Sion. Dan yang membunuh adalah yang disebut dengan the albino monk dari Opus Dei. Dari situ cerita bergulir. Cerita itu langsung  terkait dengan ide bahwa The Priory of Sion ini mempunyai tugas untuk menjaga rahasia Maria Magdalena dan Holy Grail agar bisa tetap bertahan karena rahasia ini ingin dihancurkan oleh Vatikan. Lalu, mulailah dengan adegan pengungkapan-pengungkapan. Mengenai Gereja Katolik, ini suatu catatan yang menarik juga, musuh terbesar dari The Priory of Sion adalah Katolik. Dan diindentifikasikan dengan Vatikan. Ini menarik karena gereja-gereja lain tidak disebut. Padahal mereka mempunyai iman yang sama. (Sebetulnya, Gereja Katolik harusnya merasa tersanjung dengan novel Dan Brown ini).</p>
<p>Kemudian, mengenai Maria Magdalena. Mengapa Maria Magdalena disingkirkan? Menurut versi Dan Brown, karena Petrus cemburu. Yesus ternyata lebih suka pada Maria Magdalena. Karena itu, Maria Magdalena harus melarikan diri ke Prancis dan tinggal di sebuah kota di pinggir pelabuhan Prancis Selatan. Lalu, di sana, MM membawa anaknya (hasil dari hubungannya dengan Yesus). Dari sanalah, lahir dinasti Yesus. Satu hal lain yang menurut saya penting adalah di situ sebetulnya Yesus mengetengahkan apa yang dinamakan Secret Feminine, ritus pemujaan kesuburan. Yang di dalam ritualnya,  termasuk seks.</p>
<p>Lalu terkait dengan apa yang disebut dengan Holy Grail. Itu terkait dengan cawan yang dalam Perjamuan Terakhir dipakai oleh Yesus. Dalam sejarah, berita mengenai cawan ini, baru muncul pada Abad ke-11. Jadi, sebenarnya, selama seribu tahun orang tidak peduli dengan itu. Apalagi tidak terlalu relevan. Ada beberapa fakta kecil, dikatakan bahwa Dinasti Yesus ini mendirikan Kota Paris (versi Da Vinci Code, hlm 251, english edition). Paris didirikan oleh suatu etnis Gaul. Kira-kira Abad ke-3 sebelum Kristus, Paris itu sudah ada. Dan baru kemudian menjadi ibukota kerajaan Franken. Data-data ini yang diklaim faktanya benar. Sebenarnya, kalau tidak ada catatan dari depan itu, novel ini tidak bermasalah. Tetapi, problemnya ketika ia memberi catatan bahwa faktanya benar. Lalu, ini menjadi masalah. Kelihatan ia tampak berbohong. Menurut Dan Brown, yang disebut Holy Grail itu tidak ada. Holy Grail adalah rahim dari Maria Magdalena, tempat menampung darah (mani) Yesus. Dan ini disimpan dan dirahasiakan antara Leonardo Da Vinci dan dirumuskan dalam lukisan Perjamuan Terakhir. Di situ, dikatakan bahwa yang duduk di sebelah kanan Yesus adalah Maria Magdalena dan bukan Yohanes. (Ada macem-macem analisis mengenai hal ini). Tetapi, itulah. Dari dulu sampai sekarang, Vatikan berusaha merahasiakan itu, menutup itu, bahkan kalau perlu melakukan pembunuhan. Lalu, jadilah novel yang seru. Ini kurang lebih cerita besarnya.</p>
<p>Tiga Hal Penting<br />
Apa yang perlu kita perhatikan? Ada tiga poin yang ingin saya sampaikan. Pertama mengenai paham berkaitan dengan Holy Grail, Dinasti keturunan Yesus. Di dalam usaha untuk melindungi itu, disebutkan kelompok The Priory of Sion. Satu kelompok lain yang disebut adalah The Knight of Templar. Kelompok ini dikaitkan dengan Kenisah di Yerusalem. Berbeda dengan The Priory of Sion yang keberadaannya masih kita beri tanda tanya besar, The Knight of Templar memang sungguh-sungguh ada. Tapi, siapa kelompok ini sebetulnya?</p>
<p>Di sini (di novel-red), seolah-olah The Knight of Templar seolah-olah bertugas melindungi The Priory of Sion untuk menjaga rahasia Maria Magdalena. Sebenarnya, The Knight of Templar adalah kumpulan tentara yang ikut dalam ekspedisi Perang Salib, yang ketika Yerusalem direbut, mereka menetap di Yerusalem. Mereka membentuk sendiri semacam kelompok biara. Akibatnya, mereka harus tunduk pada aturan kebiaraan. Tugas mereka ada dua, yakni menjaga Yerusalem dan melindungi para peziarah yang datang ke Yerusalem. Kelompok ini resmi di bawah Kepausan. Ini bukan kelompok gelap. Kelompok ini pada akhirnya dibubarkan. Sementara, oleh Dan Brown kelompok ini dibubarkan oleh paus, harta kekayaannya dirampas, termasuk juga rahasia tulang belulang Maria Magdalena dan sebagainya. Tapi, yang sebenarnya terjadi, ini dibubarkan atas keinginan Raja Philip II dari Prancis yang ketika itu bangkrut. Waktu itu, kelompok ini kaya raya. Dengan menjaga Yerusalem, kelompok ini mengontrol ekspedisi. Sesudah berabad-abad, kemudian menjadi sangat kaya. Jangan lupa, mereka harus menjadi biarawan dan kekayaan itu tidak bisa diwariskan kepada anak cucu mereka.</p>
<p>Dikatakan oleh Dan Brown, Vatikan membubarkan mereka dan memaksa raja Prancis  menghancurkan The Knight of Templar. Yang betul adalah Raja Philip II menekan Paus agar ia menyetujui. Fakta yang terjadi, ketika itu Paus tidak berada di Vatikan. Paus tinggal di Avignon. Jadi, agak lucu ketika tiba-tiba dikatakan Vatikan membubarkan kelompok itu. Tinggal di Avignon artinya menjadi tahanan Raja Prancis. Ada hal-hal yang dibelokkan. Kalau kita tidak mengerti sejarahnya benar-benar, seolah novel itu menyakinkan.</p>
<p>Kedua, mengenai Secret Feminine. Ini berkautan dengan apa yang diajarkan oleh Yesus. Dan Brown mengatakan bahwa dogma Yesus sungguh Allah sungguh manusia adalah kehendak Kaizar Konstantinus. Mengapa? Supaya Konstantin bisa menyelamatkan diri untuk tetap menjadi kaizar Romawi dan berhak memakai gelar Putra Dewa. Kaisar Romawi memang mempunyai gelar itu. Dalam versi Dan Brown, Yesus hanya digambarkan sebagai a good teacher, seorang guru yang baik. Yang menarik adalah dan Brown tidak menolak terjadinya penyaliban. Dikatakan sesudah penyaliban, terjadi konflik antara Petrus dan Maria Magdalena. Lalu Maria Magdalena lari ke Prancis. Petrus dan teman-temannya inilah yang mem-fabricated (memalsukan, membikin-bikin) ajaran Yesus. Dan mengapa orang Kristen melakukan itu? Untuk mempertahankan kekuasaan. Ini agak aneh karena kita ingat bahwa 300 tahun pertama, Sejarah Kekristenan itu tidak dengan kekuasaan, tetapi dengan penindasan. Waktu itu, mengimani Yesus berarti mempertaruhkan nyawa. Tapi, semua untuk apa?</p>
<p>Menurut Dan Brown, Yesus sebetulnya mengajarkan apa yang disebut Secret Feminine, pemujaan terhadap kesuburan manusia. Ini dilakukan dengan suatu ritual, termasuk ritual seks. Ini suatu praktik paganisme, suatu penyembahan berhala dari agama Kafir. Ini yang menjadi kesimpulan dari Dan Brown. Tapi, ini menjadi sangat aneh. Berarti Yesus bukan orang Yahudi. Alasannya, di dalam agama Yahudi, paganisme ini tidak dikenal. Yesus tiba-tiba melompat ke budaya yang lain sama sekali, menciptakan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan pengalamannya sendiri. Jadi, kekristenan yang kemudian dicap antiperempuan, paternalistik dan sebagainya dan peran perempuan kemudian digeser ke tengah seperti yang dikatakan Dan Brown. Tapi, Brown lupa bahwa kekristenan lahir dari Yahudi yang memang patriarkal sejak awal. Jadi, bahwa Yesus mempunyai murid laki-laki dan Maria Magdalena tidak disebut sebagai salah seorang di antara 12 murid, bukan karena apa-apa. Tapi, ini karena dilatari oleh budaya Yahudi. Pengajar biasanya itu laki-laki. Walaupun Para Bapa Gereja pada dari Abad IV/V, menyebut Maria Magdalena sebagai the apostle of apostles, rasul dari para rasul. Ini sebuah derajad yang istimewa. Alasannya apa? Karena Maria Magdalena adalah orang pertama yang memberitakan kebangkitan. Dan ini diberitakan pertama kali kepada Petrus. Maka gelarnya adalah rasul dari para rasul. Ini sebuah special position.</p>
<p>Ketiga, gnotis. Di novel ini, ada masalah besar. Dan Brown memakai sejumlah yang dia sebut sebagai Injil Thomas, Pilipus, dan Maria Magdalena. Tiga tulisan ini memang mempunyai latar belakang pandangan gnotis. Gnotis bisa disejajarkan dengan paham orang Jawa sebagai Kejawen. Bagi orang Cina seperti Taoisme atau Konfusianisme. Jadi  bukan suatu agama itu sendiri, tetapi sebuah pandangan hidup yang dianut. Akibatnya, orang yang beragama apa pun, tetap saja pandangan dasar ini ikut serta. Gnotis kurang lebih semacam itu. Terutama di daerah-daerah yang memakai bahasa Latin dan Romawi.</p>
<p>Apa pandangannya? Pandangannya sangat terkesan Neoplatonis. Pandangan ini mengatakan bahwa dunia ini terbagi dua, antara realitas dan bayang-bayang. Realitas itu pengetahuan. Pengetahuan itulah laki-laki. Bayangan adalah bukan realitas, bukan pengetahuan, dan itu dunia fisik. Kalau pengetahuan itu real, maka yang fisik ini bayang-bayang karena sifatnya yang sementara. Dan itu diasosiakan dengan perempuan. Sampai pada Abad Pertengahan, ada kelompok bidaah yang disebut Kathar. Dari kata Yunani yang masih sering kita pakai sekarang, katharsis. (orang yang mengekpresikan dan menungkapkan sampai habis, ini proses katharsis. Seolah ia membebaskan dari semua beban). Kathar ini adalah kelompok orang yang sebetulnya menolak paham Yesus sungguh Allah, sungguh manusia. Baginya, yang penting adalah roh. Dan konsekuensinya adalah hanya laki-laki yang boleh bergabung dalam kelompok itu. Karena perempuan dianggap sekadar simbol dari badan itu sendiri yang bukan realitas. Gnotis itu prinsipnya demikian. Gnotis inilah yang ditolak iman Kristiani karena menganggap hidup kita sehari-hari ini bukan suatu yang nyata dan tidak penting. Dan ini dalam Surat Paulus pun sudah disebut. Paulus mengatakan kalian yang tidak kerja, janganlah makan. Latar belakangnya adalah aliran gnostik ini. Ada orang yang mimpi akan kedatangan Yesus dan mulai tidak peduli lagi dengan hidup sehari-hari.</p>
<p>Percikan Kontroversi<br />
Apa yang kontradiktif dalam Novel ini? Bovel ini mengatakan bahwa ajaran Yesus berpangkal pada Maria Magdalena dan  terkait dengan secret feminine. Tetapi, dikatakan bahwa ini diambil dari injil-injil gnotis yang justru menolak perempuan. Jadi untuk orang yang mengerti paham-paham keagamaan, ini menjadi aneh. Di satu pihak, dikatakan pada pemujaan perempuan. Di lain pihak, dikatakan bahwa ini didukung oleh sumber-sumber yang sebenarnya menolak perempuan. Dari tiga poin utama saja, ini sudah menimbulkan masalah.</p>
<p>Kemudian mengenai judul sendiri. The Da Vinci Code. Kita tahu nama keluarga baru diperkenalkan oleh Napoleon Bonaparte. Ia yang pertama kali memperkenalkan apa yang disebut dengan Family Name. Dari judul ini, ada suatu yang aneh. Kata Leonardo Da Vinci itu seperti kita mengatakan Yesus orang Nazaret. Ini dimengerti sebagai Leonardo dari kota Vinci. Sebetulnya, Leonardo Da Vinci sendiri tidak pernah menandatangani karyanya dengan Da Vinci. Ia selalu menandatangi karyanya dengan kata Leonardo. Karena pada zaman itu, memang belum ada konsep nama keluarga. Jadi, judulnya menjadi sulit.</p>
<p>Apa itu Injil Gnotis? Saya mempunyai dua buku, yakni The Gnotis Gospel of Jesus dan The Lost Books of The Gospel. Buku ini (Da Vinci Code-red) berbicara mengenai Yesus, tapi tidak mengutip satu ayat pun dari Injil. Ini aneh karena dokumen mengenai Yesus paling tua adalah dari Injil. Yang ini kemudian ditulis kemudian. Empat Injil yang kita punya sudah menjadi buku komplit pada akhir abad I (menjelang Abad II). Semua buku di sini, ditulis setelah Abad II. Brown justru memakai sumber-sumber yang lebih muda dan mengabaikan sumber yang paling tua. Dalam hal ini, Dan Brown melakukan kesalahan dalam pemakaian sumber-sumber. Karena dalam kaidah mengenai teks kuno, teks yang lebih tua dipercaya sebagai yang lebih mendekati kebenaran.</p>
<p>Mengapa Gereja menolak? Dalam proses pembentukan Kitab Suci, ada yang disebut proses Kanonisasi, pembakuan. Mana yang disebut sebagai Kitab Suci dan mana yang tidak. Mana yang sungguh cerita-cerita otentik dan mana yang hanya cerita picisan.</p>
<p>Dan Brown memakai sumber tiga injil tadi. Di sana, diceritakan bahwa Yesus akrab dengan Maria Magdalena. Kata ini ditafsirkan sebagai relasi suami istri. Tafsir yang bagi saya ya mungkin saja. Apakah Yesus menikah atau tidak? Paulus pernah menulisan bahwa saya punya hak untuk menikah, tetapi saya tidak. Walaupun Petrus menikah. Seandainya saja, Yesus menikah, pasti Paulus tahu. Pasti Paulus akan memakai argumen dengan menyebut Yesus dan bukan Petrus yang menikah. Mengapa ia pakai argumen mengenai Petrus kalau dia bisa memakai argumen mengenai Yesus.</p>
<p>Tetapi, kalau kita membaca credo (syahadat iman-red), apa penting Yesus menikah atau tidak? Tidak. Dari credo itui, tidak penting Yesus menikah atau tidak. Kalau dipersoalkan Yesus itu menikah atau tidak, tidak menyangkut pokok iman kita. Sama seperti sekelompok orang yang mengatakan Yesus itu disalibkan, tetapi  kemudian digantikan oleh Yudas. Yesus kemudian jalan-jalan sampai ke Kashmir. Jadi, itu tidak terkait dengan pokok iman kita. Hanya mungkin sejumlah orang merasa gerah karena Yesus menikah (disambut tertawa-red). Tapi, bukti-bukti yang ditawarkan Dan Brown sungguh tidak memadahi. Problemnya,  ya inilah dunia modern. Yang benar adalah yang keras teriak. Ini adalah efek dari budaya komunikasi modern. Okei, sampai di sini dulu. ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2005/09/da-vinci-code/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Wide World is My Parish</title>
		<link>http://pruwanto.com/2005/09/the-wide-world-is-my-parish/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=the-wide-world-is-my-parish</link>
		<comments>http://pruwanto.com/2005/09/the-wide-world-is-my-parish/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2005 10:30:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pruwanto.com/word/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[[ceritanya sedikit fiksi, untuk mempertajam maksudku, maaf yah pinjem nama teman2 sekalian, ini mau buat penulisan buku orangmuda, diharapkan bisa menjadi inspirasi pembaca untuk mewujudkan Kerajaan Allah menggunakan internet. Meski internet dipandang punya dampak negatif, tapi sebagai alat, tetap kitalah sebagai pengguna yang bisa mengaturnya.] &#8220;Han, bagaimana pendapat kamu tentang sesi pertama tentang perkenalan&#8221; &#8220;Sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[[ceritanya sedikit fiksi, untuk mempertajam maksudku, maaf yah pinjem nama teman2 sekalian, ini mau buat penulisan buku orangmuda, diharapkan bisa menjadi inspirasi pembaca untuk mewujudkan Kerajaan Allah menggunakan internet. Meski internet dipandang punya dampak negatif, tapi sebagai alat, tetap kitalah sebagai pengguna yang bisa  mengaturnya.]
<p>&#8220;Han, bagaimana pendapat kamu tentang sesi pertama tentang perkenalan&#8221;</p>
<p>&#8220;Sudah bagus Bud, aku tambahkan sekalian detil untuk sesi kedua yaitu sharing pengalaman hidup menggereja dan memasyarakat, pokoknya nanti kita harus tekankan bahwa kita sebagai fasilitator memandu sharing supaya jangan membenarkan atau menyalahkan karena semua pendapat adalah benar, namanya juga pengalaman pribadi. Berapa sih pesertanya untuk rekoleksi minggu depan, Thom? Bagaimana dengan pengantar, War?&#8221;</p>
<p><span id="more-23"></span><br />
&#8220;Sekarang jumlah peserta limabelas orang, Han, semuanya aku sudah rinci dari komunitas mana saja mereka. Aku rasa sudah cukup biar rekoleksi kita kali ini benar-benar partisipatif, semua partisipan bisa didorong untuk berani berpendapat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Untuk pengantar, aku sudah tulis nih, biar gak ada yang kelupaan, nanti aku tekankan; harapannya dengan Rekoleksi Gereja Umat Basis ini muncullah di suatu komunitas/paroki/wilayah/lingkungan sejumlah orang setempat, yang sanggup dan rela menggumuli dan mengelola permasalahan Gereja, khususnya kaum mudanya sebagai masa depan Gereja, sehingga proses pembebasan yang telah dilaksanakan oleh Yesus semakin dialami oleh semakin banyak orang. Komunitas yang digeluti berciri peduli pada masyarakatnya, tidak hanya berefleksi tapi juga dibarengi aksi&#8221;</p>
<p>&#8220;OK, mantaplah, nanti kita berkumpul di Civita Sabtu pagi.&#8221;</p>
<p>Thom dan Han di kantornya masing-masing di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Budi di kantornya di Menara Kebun Sirih, Jakarta Pusat. War di kantornya di Kramat, Jakarta Pusat. Semua dilakukan dengan surat elektronik, atau lebih dikenal dengan email. Semua data peserta dan rincian acara yang dibahas diatas bisa kami baca saat itu juga. Kami berkomunikasi dalam mailing-list â€“biasa disingkat milis-, suatu aplikasi yang memungkinkan kami cukup mengirim ke satu alamat dan semua anggota milis akan menerima email yang dikirim itu.</p>
<p>Internet memang sarana komunikasi yang sangat berguna bagi kami, volunter pendamping orang muda yang sedang merencanakan acara Rekoleksi Gereja Umat Basis. Dengan suasana metropolitan yang berkejaran dengan waktu, sangat sulit untuk bisa menyamakan agenda sekedar berkumpul bersama. Jarak yang pendek bisa ditempuh berjam-jam apalagi kami paling hanya bisa berkumpul Sabtu-Minggu atau setelah kerja. Dengan email kami saling berkomunikasi tanpa harus bertatap muka dan kami bisa menanggapi email tersebut pada saat kami punya waktu luang diantara menumpuknya pekerjaan kantor.</p>
<p>Teknologi internet sebagai suatu keniscayaan akan terus berkembang. Orang muda tentu sebagai orang yang paling banyak disentuh oleh teknologi ini. Apalagi berkembang tren, kalau kenalan tidak lagi hanya alamat atau nomer telpon, pasti juga menanyakan alamat email. Bukan hanya email yang senantiasa kami gunakan, kami juga sering chatting, ngobrol dengan internet messenger, suatu aplikasi yang membuat kami bisa saling melakukan pembicaraan kepada sesama teman yang terhubung di internet.</p>
<p>Aku sendiri mencoba mengembangkan situs www.moeda.or.id, suatu halaman yang bisa dibaca oleh semua pengguna internet dimanapun, berisi tentang informasi kegiatan orang muda katolik di KAJ khususnya. Semua pembaca bisa menayangkan sendiri informasi dari masing-masing komunitasnya, sungguh sesuai benar dengan model komunikasi partisipatif yang juga kami pakai di setiap program kami. Masih belum banyak peminatnya memang, tapi aku yakin situs ini akan semakin berkembang, tentu dengan tambahan informasi yang menarik, semisal modul-modul kegiatan sehingga mudika di sebuah paroki yang ingin melakukan kegiatan bisa mendapatkan inspirasi jenis kegiatan, jenis permainan, hingga kumpulan refleksi dan lagu-lagu orang muda.</p>
<p>Kemajuan teknologi internet, memang diberitakan juga membawa dampak buruk. Bukan hanya informasi yang baik, yang benar, atau yang berguna yang ada di situ. Informasi yang sesat, pornografi, hingga praktek terorisme juga ada. Tapi tentu semua tidak menjadi alasan untuk tidak mendayagunakan internet sebagai sarana mewartakan Kerajaan Allah, sarana kami dalam pemberdayaan orangmuda.</p>
<p>Sejalan waktu, beberapa milis yang membahas orangmuda aku ikuti, sebut saja ada milis untuk orangmuda katolik: orangmuda@yahoogroups.com, pemoeda@yahoogroups.com, dan muda-mudi-katolik@yahoogroups.com. Atau juga yang beranggotakan umat katolik: apikatolik@yahoogroups.com dan paroki@parokinet.org. Di sini aku bisa berdiskusi tentang kejadian aktual, mendapat informasi terbaru baik tentang kegiatan atau kejadian, hingga merencanakan suatu kegiatan bersama. â€œVaste monde, ma paroisse. The wide world, my parish. Parokiku seduniaâ€, kata  Yves Congar, seorang teologian katolik, ya pernyataannya mewujud, dengan internet kita bisa berkomunikasi dengan mudah dengan semua orang di dunia.</p>
<p>â€œBagaimana kabarnya, War, bagaimana Legio Mariae-nya?â€</p>
<p>â€œLuar biasa, Bud, aku baru saja mengadakan kunjungan ke rumah sakit semalam. Istrimu, Ari, baik-baik juga khan. Fr. Totok kapan lanjut kuliah teologi? Cisca kapan punya momongan?</p>
<p>â€œKabarku baik saja, ya, aku mau lanjut belajar teologi, nanti aku kabari lagi.â€</p>
<p>â€œMomongan belum ada, kapan main ke rumahku lagi? Lagi musim salak lagi lho..â€</p>
<p>â€œHoi teman-teman, Hill sekarang dah kerja nih.â€</p>
<p>War di Singapura, Fr Totok di Kamboja, Cisca di Jogja, Hill di Menado, Budi tetap di Jakarta.</p>
<p>Semua teman-temanku di atas adalah orang-orang muda yang peduli dengan pemberdayaan komunitas basis orangmuda. Sekarang, meski kami terpisah jarak yang sangat jauh, sesuai kepedulian kami terhadap komunitas basis maka kami mempunyai â€œkomunitas basis mayaâ€ tempat kami saling mendukung, menyemangati, bertukar refleksi dan informasi, semuanya lewat milis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pruwanto.com/2005/09/the-wide-world-is-my-parish/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

