Bukan karena demam Piala Eropa 2008 yang sedang berlangsung di Austria dan Swiss, aku makan di Restoran Nona Bola, Jalan HOS Cokroaminoto 90, Menteng, Jakarta Pusat. Semata-mata sebagai dukungan terhadap suami tercinta yang sedang mengerjakan tesis, aku menemaninya untuk ngobrol santai dengan Sastro Gozali, pendiri sendokgarpu.com.
Lepas pukul 18.00 WIB, aku memasuki ruangan di bawah Gandy Steak House yang masih satu grup dengan Nona Bola itu. Meskipun namanya Nona Bola, tidak ada ornamen atau aksesoris berkaitan dengan bola di dalamnya. Tidak ada senyum atau sapa menyambut kedatanganku seperti yang biasa kurasakan ketika memasuki sebuah restoran. Aku pun mencari tempat sendiri di antara deretan kursi yang kosong. Continue Reading »
Malam itu ada Wary, sahabatku yang selama ini bekerja di Singapore, kami merencanakan makan malam yang spesial, bukan mewah tapi lain dari yang lain. Maka seturut ide Lani, sahabat kami juga, kemudian mereka dan aku serta istriku pun menuju Ikan bakar Muara Karang. Masalahnya kami semua belum ada yang tahu rute jalan ke sana. Ada GPS Nokia yang baru terpasang di mobil Lani, tapi apa daya tak ada point of interest Ikan Bakar Muara Karang. Nah bertanya-tanyalah kami pada sobat masing2 via telpon. Hmm sayang jawabannya pun beragam, ada yg bilang deket Muara Baru, dan menujulah kami ke sana setelah melalui Gunung Sahari sampai mentok, Ancol, belok kiri.
Namun apa daya kami salah jalan, itupun setelah kami melalui genangan rob–banjir akibat air laut pasang–yang ujung-ujungnya mobil Lani harus dicuci dan didakwa oleh tukang cuci besoknya,” Mbak mobilnya bau amis banget, baru nyemplung ke laut yah?” atau lagi,”Mbak jualan ikan yah…?”, hehe agak-agak hiperbolis sih.. tapi masalah tersesat menuju Muara Karang yang ini memang bener. Continue Reading »
Malam itu hari Sabtu malam, waktu sudah menunjukkan pukul 20.00, kepingin makan malam, dan jatuhlah pilihan ke Gudeg Yogya. Kami meluncur ke Rumah Makan Yogya di bilangan Pancoran.
Jika Anda berasal dari Yogyakarta atau sempat tinggal di sana dan sekarang kangen dengan masakan khasnya, segera datangi Rumah Makan Yogya di Jalan Tebet Barat Dalam VII/27, Jakarta Selatan. Rasa kangen Anda akan terobati.
Sesuai dengan namanya, rumah makan ini memang mengusung menu-menu bercita rasa Yogya. Lidah para pengunjung dimanjakan dengan beragam menu spesial khas Yogya, seperti nasi gudeg komplit hingga ayam goreng kalasan. Sebagai teman makan nasi, disediakan pilihan tempe dan tahu bacem. Continue Reading »
Jika Anda mengunjungi Kartasura, Jawa Tengah, Anda harus mencicipi hidangan bebek goreng. Di Sedahromo Lor, ada bebek goreng olahan H. Slamet Raharjo yang rasanya lezat tak terkira.
Bertempat di Jalan Sedahromo Lor RT 01 RW 07, Kartasura, penikmat masakan tradisional dapat mencicipi bebek goreng yang terasa beda bila dibandingkan dengan tempat lain. Dagingnya lunak dan bumbunya lebih banyak meresap. Meskipun dagingnya empuk, namun tetap renyah. Resepnya ada pada proses masak yang lebih dari tiga jam.
Keistimewaan lainnya terletak pada sambal korek yang menemani Anda makan bebek goreng spesial ini. Sambal korek dibuat dari cabai rawit merah yang diblender bersama bawang putih. Setelah itu, adonan sambal kembali diulek dengan garam. Terakhir, sambal diguyur dengan minyak goreng panas bekas menggoreng bebek. Continue Reading »
Pecel yang merupakan kombinasi sayuran dan bumbu kacang bisa ditemui di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Blitar. Kota kecil ini memiliki rumah makan sederhana yang khusus menyajikan menu pecel. Nama rumah makan yang telah berdiri puluhan tahun itu adalah Warung Pecel Mbok Bari. Letaknya ada di 200an meter arah utara Makam Bung Karno. Maka selain orang Blitar, para peziarah banyak yang menyempatkan diri mampir.
Buka pagi sebelum orang berangkat kerja dan pelajar mulai masuk sekolah, sehingga saat pagi adalah saat paling padat dan siang untung-untungan kalau nasi pecelnya masih tersisa.
Warung yang menyatu dengan rumah pemiliknya itu memberi kesempatan bagi pengunjung untuk makan di ruang tamu atau ruang keluarga. Makan nasi pecel komplit dengan tahu dan tempe goreng makin asyik sambil nonton televisi.
Harga sepiring nasi pecel komplit sangat terjangkau, hanya Rp. 2.000. Jika ingin ditambah telor mata sapi, cukup tambah Rp. 1.000. Teh tawar hangat menjadi teman setia makan nasi pecel. Untuk segelas teh tawar hangat tidak dipungut biaya.
Rasa bumbu kacang alias sambal pecel pas menyatu dengan aneka sayuran rebus. Tidak blenger dan bikin enek, malah enak. Sambal pecel yang dijual Rp. 21.000-23.000 per kilogram itu tersedia dalam dua rasa, yaitu pedas dan biasa.
Setiap saat kita bertindak, menyampaikan ide dan gagasan, berkomunikasi
dengan orang lain melalui media apapun… disaat itu kita menyebarkan “meme”
Apa itu “meme”? Memes are the basic building blocks of our minds and culture, in the same way that genes are the basic building blocks of biological life.
[www.memecentral.com]
A unit of cultural information, such as a cultural practice or idea, that is transmitted verbally or by repeated action from one mind to another. [The American Heritage® Dictionary of the English Language]
Meme kalau boleh saya terjemahkan secara bebas adalah suatu gagasan yang disebarkan secara verbal atau dengan melakukan pengulangan aksi dari pemikiran seseorang kepada orang lain.
Hal ini merupakan hal yang biasa, bahkan dengan meme inilah evolusi terjadi, segala bentuk pengetahua tersebar dengan cara seperti ini. Yang tidak biasa adalah timbulnya “virus of mind” dengan mengadopsi cara-cara diatas.
Hal ini terjadi setiap hari, setiap kali kita berkomunikasi dengan orang lain, karena inti komunikasi dengan orang lain adalah memang menyampaikan gagasan yang ada dalam pikiran kita kepada orang lain. Yang perlu dipikirkan adalah, karena kita terbiasa melakukan kegiatan ini, bahkan kita akan dengan senang hati menyebarkan sesuatu yang belum tentu kebenarannya!! Kita menyebarkan sesuatu lebih karena hal itu memberikan inspirasi, kegembiraan sesaat, kekuatiran, atau lain-lain hal yang mempengaruhi kita dan kita ingin mempengaruhi orang lain pula!!
Ada pertanyaan yang diajukan ke blog ini: Maaf mas, saya juga berencana mau berlibur ke Bali pada bulan Juni ini, dan baru pertama kali, kalau di Gang Popies itu adakah losmen untuk keluarga (saya bawa istri, 2 anak dan 1 pembantu), syukur kalau ada AC-nya.
Kira-kira berapa ratenya? dan apakah bisa ditawar kalau low season?
Terima kasih
afrian
Pak Afrian, banyak losmen/hotel di Gang Poppies, seperti pengalaman saya, saya langsung menuju ke tujuan setelah mengumpulkan berbagai info dari milis indobackpacker.
Kalau low season langsung aja go show menuju ke Gang Poppies. Banyak losmen/hotel murah meriah di sana. Kalau mau nawar bisa, tapi biasanya bargain dengan lamanya anda menginap, semakin lama anda menginap, harganya bisa semakin ditekan. Di hotel/losmen tersebut biasanya disediakan juga motor yang bisa disewa, penawaran juga sama, semakin lama anda menyewa, bisa semakin murah harga perharinya.
Ada banyak daftar kalau mau cari di internet,
beberapa daftar yang saya dapat adalah sebagai berikut: Continue Reading »
Pernah makan sate? Entah itu sate kambing, sate ayam, sate padang, atau sate lainnya. Sate memang kerap muncul untuk menemani waktu makan Anda. Berbagai jenis sate banyak ditawarkan di restoran, kafe, warung makan, hingga gerobak dorong. Yang banyak tersedia di warung sate atau sate dorong biasanya adalah sate daging kambing dan ayam, kalau sate padang biasanya memakai daging kerbau.
Dari sekian banyak jenis sate, yang jarang ditemui adalah sate sapi. Sate Sapi Suruh bisa menjadi pilihan Anda ketika berkunjung ke Salatiga. Rasanya unik dan berbeda dengan sate kebanyakan. Salah satu penjual sate sapi suruh dapat ditemukan di Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga. Continue Reading »
Liburan akhir tahun 2007 menyambut 2008 saya bersama anak istri dan saudara meluangkan waktu pulang kampung. Kami memilih naik mobil. Saya sendiri meski tanpa sopir pengganti karena memang yang lainnya belum ada yang bisa nyetir, nekat aja. Niatnya kalau capek ya istirahat, ntah di pom bensin, atau warung sambil makan. Kalau malam-malam kalau perlu belok ke kantor polisi, numpang tidur, biar mobil juga aman. Untungnya sepanjang perjalanan tak perlu kecapekan dan tidur di kantor polisi. Paling beberapa kali berhenti di pom bensin, isi bensin, ke toilet sambil istirahat tidur-tiduran, dan jalan-jalan sebentar melemaskan kaki. Continue Reading »