Kuta, Tanjung Aan, dan Novotel [lombok4]
Sabtu dan Minggu, 13-14 Agustus 2005. Logat di Lombok hampir sama dengan Bali, akhiran a diucapkan ‘e’ seperti pada lepas. Sukarara dilafalkan Sukarare. Jadi Kuta diucapkan Kute. Pantai ini berada di Lombok Tengah bagian selatan. Di sini ada 1 hotel berbintang 4, yaitu Novotel.
Setelah menempuh sekitar 1,5 jam perjalanan dari bandara kami sampai di Novotel Coralia, Pantai Kuta (Pantai Putri Nyale), Mandalika Resort, Lombok Tengah.

Pantai Kuta menawarkan pasirnya yang bulat-bulat kecil. Pantainya yang putih dan pasirnya yang hanya pernah kami temui di pantai ini membuat pantai kuta menjadi “the most beautiful place” di lombok. Apalagi pantai di sebelahnya sekitar 5 km dari Kuta yaitu Tanjung Aan. Pantai ini membuat kami begitu takjub. pantainya bersih dan bulat-bulat kecil, sungguh unik.
Hotel Novotel juga memberikan keindahan tersendiri. Hotel ini dirancang dengan bungalow beratap ilalang dan dinding dilapis ikatan batang kayu kecil. Dari luar nampak persis seperti rumah adat suku sasak. Novotel juga memberikan pelayanan yang luar biasa, tak terlupakan buat kami. Interior dan eksterior sangat mendukung keindahan etnik lombok. Pantai Kuta yang ada di areal hotel banyak dinikmati untuk berjemur bule2 yang kebetulan menginap di hotel. Hotel juga menyediakan alat2 olahraga pantai seperti kano. Melihat matahari tenggelam di balik karang cukup memuaskan meskipun tidak seindah sunset yang terlihat di laut bebas.
Ehm ada satu lagi yang baru bagi kami, banyak hiasan tokek baik di dalam maupun di ukiran, gambar maupun ukiran. Tanya kesana kemari ke orang lombok pun banyak yang menjawab “sudah dari dulu”, “lambang keberuntungan”, jawaban paling memuaskan tentu dari pemandu kami pada hari terakhir, dia bilang “khan sering kalau ada tokek, kita menghitung suaranya, terus kita memikirkan sesuatu dan menghitung sesuai bunyinya, tokek.. jadi, tokek.. gak jadi, tokek.. jadi.” Nah itu ternyata juga sudah menjadi kebiasaan orang lombok dulu. Maka orang2 banyak mengaitkan tokek sebagai pembawa keberuntungan.

Kembali ke Novotel. Hotel ini menyediakan pula daily activity sehingga membuat tamu tidak jenuh di hotel. Waktu itu sabtu sore ada perjalanan tour keliling Kuta. Karena kami baru datang dan capek maka males ikut.
Daily Activity yang ditawarkan berikutnya oleh Novotel adalah Night Market, Novotel bekerjasama dengan penduduk asli sekitar yang menjual berbagai cinderamata khas sasak. Ada mutiara, kain dan sarung tenun, ukiran, gerabah kecil, dan anyaman rotan. Dengan pedagang mutiara kami sempat berbincang panjang termasuk proses pembuatan dan cara menentukan keaslian mutiara. Mutiara yang dijual biasanya mutiara budidaya, ada sejenis cairan yang disuntikkan ke mutiara sehingga kerang mutiara tersebut lebih cepat membentuk mutiara dan warnanyapun bisa dibuat berbeda beda. Night Market digelar di pantai dekat dengan acara dinner dengan menu barbeque ditambah dengan live music. Indah sekali menikmati pantai Kuta di malam hari dengan deburan ombaknya dan bintang-bintang nampak jelas menghias langit.
Pantai Kuta biasa juga disebut Pantai Putri Nyale, ini berhubungan dengan penangkapan nyale -sejenis cacing laut- yang berwarna-warni di pantai tersebut oleh suku sasak. Menurut seorang bapak yang waktu itu kami temui sedang menggali pasir mencari cacing untuk umpan pancing, peristiwa tersebut biasanya terjadi sekitar Februari-Maret tetapi tak bisa diduga kemunculannya, antara subuh hingga menjelang matahari terbit, sekali setahun. Jadi kalau memang seorang pelancong yang datang kesitu pada waktu2 tersebut masih membutuhkan keberuntungan tambahan untuk dapat menyaksikan cacing laut berwarna-warni ini muncul.

Makan pagi di Novotel bisa dikatakan tak terlupakan, menu yang lengkap dan pelayanan yang ramah dari pegawainya menambah selera makan pagi. Sayang kami harus segera melanjutkan tour ke opbjek wisata selanjutnya karena kami bangun kesiangan akibat belum mengganti jam alarm di handphone
Kami stel pukul 6 pagi tapi itu berarti sudah pukul 7 di Lombok. Untung kami sempat berjalan2 sejenak menikmati keindahan pantai Kuta dengan pasirnya yang unik dan berjalan menapak karang menjelajah keindahan panorama pantai berlangit biru dengan ombak yang tak terlalu besar ini.
Ketika berangkat dengan dijemput agen tour, sebenarnya tujuan utama adalah Gili Nanggu, tapi kami memaksa untuk mampir ke Tanjung Aan untuk paling tidak sekedar berfoto. Sungguh tidak mengecewakan kedatangan kami di Tanjung Aan. Setelah sekitar 10 menit melewati jalan yang lengang, sempat ketemu beberapa bule naik sepeda motor membonceng anak atau istrinya, kami tiba di pantai Tanjung Aan. Pasir pantainya mirip dengan pantai Kuta tetapi tampak lebih alami dan luas. Angin lebih kencang tapi tidak ada debu karena memang pasir pantainya yang berupa butiran bulat kecil seperti merica. Sayangnya beberapa pedagang sangat agresif mendatangi pelancong termasuk kami. Ada segerombolan hingga 8 orang mendatangi kami sehingga agak mengganggu usaha kami mengabadikan dengan foto. Bahkan ketika kami mau masuk ke mobil mereka tetap memaksa dan menggedor kaca mobil untuk meminta kita membeli kain, pemandu memperingatkan kalau kita membeli dari salah satu orang, orang yang lain akan meminta kita membeli juga darinya “supaya adil” kata mereka.

Toh kita membeli juga sarung tenun yang harganya jauh lebih murah dari harga di showroom Sukarare, padahal sesuai perbincangan semalam di Night Market, cara menenunnya sama -hand made-, jenis benang memang ada beberapa perbedaan, tapi dengan jenis benang dan motif yang sama pun harga terpaut jauh.
Ehm, kita juga membeli pasir yang ditaruh di botol aqua, memang unik sekali psir di pantai ini, ehm mungkin seharusnya gak boleh yah, bayangkan klo semua pelancong membeli psir, bukannya pasirnya habis nanti

“TOlong pak, bu, beli dari kami pasirnya.. dua ribu saja sebotol.. buat kami makan, buat kami sekolah..” begitu rengek penjual2 pasir di botol itu yang rata2 anak2 kecil seusia anak SD.
Semalam kami diperingatkan untuk tidak ke Tanjung Aan kalau diatas pukul 5 sore, memang di jalan yang sekitar 5 km dari Novotel itu tidak ada penerangan sama sekali, dan dulunya sekitar tahun 80-90an banyak terjadi perampokan oleh penduduk sekitar pada turis.
Keindahan pantai Tanjung Aan yang tidak kalah dengan Kuta katanya sudah dilirik oleh jaringan Hotel bertaraf Internasional, klo gak salah Hotel Hilton, yang akan mendirikan hotelnya di sekitar Tanjung Aan. Sayang kalau investasi yang besar ini tidak mendapat bantuan dari penduduk sekitar yang seharusnya juga akan diuntungkan dengan meningkatnya pariwisata.
Bandara yang lebih besar dari Selaparang juga berencana dibangun di Lombok Tengah ini. Memang cocok karena lahan yang sebagian besar tandus dan bergantung pada hujan ini sebenarnya mempunyai potensi wisata besar, baik di pantai, kerajinan, mutiara, dan kehidupan tradisional sasak.
Nama Kuta di sana nyontek ketenaran Kuta di Bali ya?
kayaknya sih gak bang, karena nama itu sudah lama kok, ada juga daerah2 yang mirip namanya di sana. ada juga kota kediri, di lombok dijuluki juga kota santri, karena banyak pesantren dan lembaga pendidikan islam.
novotel lombok emang cantik banget… apalagi kalo nginep di private pool villa… liburan yang paling dahsyat deh pokoknya! nyewa motor seharian, trus ke tanjung aan dan sebenernya yang wajib sih ke pantai mawun, sekitar stengah jam naik motor naik turun bukit dari novotel… masih virgin banget… hihihi, orang aja gak ada…. gila banget deh kerennya! thanks for sharing, nostalgia lagi jadinya..
Boleh di adu sama kuta di Bali… Ane yakin, tanjung Aan lebih keren dan eksotis.. Ane udah 2 kali kesana…. bener2 kaya film the beach… mantep deh, ga bakal nyesel kalo liburan kesana.. kaya di private island gt.
emank indah banget ya disana? kebetulan ntar april mau ke lombok.. ada tempat yg bisa dijadiin referensi ga buat wajib dikunjungi?
@ocyd: indah banged dehhh, untuk tempat yg wajib dikunjungi, baca aja blog saya yg terkait lombok
soalnya untuk jalan2 ini saya khusus ikut agen perjalanan (biasanya self organizing alias backpacking), tempat2nya waktu itu saya searching dulu di internet terus saya obrolin sama orang travelnya, kebetulan mereka welcom banget dan enak diajak kerjasama.
wah, kuta lombok dan tanjung aan nya emang keren banget. saya sudah 2 kali ke sana dalam 2 tahun terakhir, minggu depan juga bakal ke sana lagi…semoga masih sama indahnya!
kalau dari mataram ke tanjung aan berapa lama ya perjalanannya? ada angkutan umumnya kah dari mataram ke tanjung aan??
It’s all a lie… Promotion through fake trip made by the team of “evil hotel” Novotel… I’ve experience 3 Novotel 2 in Bali 1 in Lombok, it all were beautiful properties, affordable, but, with more than just unacceptable services… You don’t want to know the details…