Aug 22 2005

Rise of Friendship

Published by budi at 1:17 pm under aktifitas

Sabtu, 23 Agustus 2005. Udah siap2 semenjak pukul 4 pagi, bekal disiapkan istri tercinta, berangkat ke Grogol ketemuan dengan Andre, temen alumni KMKUPH, menuju ke kampus UPH dengan taxi. Pagi itu aku dan Andre akan mengikuti ngumpul-ngumpul KMKUPH dengan mahasiswa baru angkatan 2005. Wow, yang ikut lumayan banyak ternyata. Ntah karena memang mahasiswanya memang banyak atau karena juga marketing dan persiapan acara yang matang. Tapi kata seorang panitia persiapan cuma 2 minggu.

Jalan menuju Pondok Sentosa -tempat yang dipakai ngumpul2- cukup melelahkan. Di kaki Gunung Salak, dari jalan raya setelah Vila Mutiara Lido, masih naik lewat jalan batu sekitar 5-7 km. Pak Danang, seorang dosen UPH yang peduli terhadap kegiatan KMK sempat menyayangkan pemilihan lokasi oleh panitia, “Kayak gak ada tempat yang lain aja, kasihan khan kalo misalnya ada yang sakit, kalau ada keperluan yang lain, transportnya susah.” Apalagi beliau pake mobil sedan. Mobil kijang milik seorang panitia yang akan menjemput aku, Lily, dan Pak Danang pun terperosok ke parit. Sempat 1-2 jam berkutat menaikkan mobil. Tali yang dibuat untuk menarik kijang oleh mobil sedan Pak Danang putus, didorong gak kuat, atret gak mungkin karena tanah jalan menyentuh badan mobil. Mengerahkan teman2 dari atas untuk mendorong pun gagal. Akhirnya parit diratakan dengan tanah sehingga bisa mundur dan terbebas.

Sampai di atas sudah pukul 13.30 langsung makan siang, meski tinggal sisa2. Setelah pembagian kamar terus kumpul di aula. Bangga juga rasanya KMKUPH kini semakin berkembang, hidup dan semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk ikut. Peristiwa2 kesulitan mencapai tempat Pondok Sentosa tak terbayang lagi di wajah2 mereka, terlihat semuanya antusias mengikuti acara.

Tema yang diangkat adalah Rise of Friendship. Acara pertama perkenalan, pembagian kelompok, membuat yel2 kelompok. Selanjutnya permainan ice breaking, agar semua peserta semakin kenal dan lebur. Permainannya sangat menghibur, masing2 peserta berbaris. Pemain paling belakang diberikan 2 kata yang harus ia peragakan, misal “celana pendek”, “anjing kencing”, kemudian ia akan memberitahukan pemain di depannya (yang sebelumnya tidak boleh melihat ke belakang) dan memeragakan sesuai kata yang diberikan kepadanya. begitu seterusnya sampai ke pemain yang terdepan. Dalam prosesnya peragaannya menjadi semakin berbeda dan tentu saja membuat yang melihat terpingkal2. Kemudian orang terakhir -terdepan- menebak kata apa yang ingin ditunjukkan dengan peragaan tersebut, apabila tidak bisa dilanjutkan ke orang dibelakangnya. Tidak ada kelompok yang dapat menjawab pada tebakan pertama, ini akan mendapat poin tertinggi. Aku sendiri terbayang merefleksikan permainan tersebut sebagai bentuk komunikasi. Informasi akan selalu berubah sejak dari orang pertama yang melihat sampai ke orang berikut dan berikutnya lagi. Jadi bentuk informasi yang berasal dari “katanya temannya teman saya” kurang valid untuk dijadikan bahan pengambilan keputusan. Seapat mungkin cari informasi dari sumber terdekat atau dari beberapa sumber terkait. Refleksi juga, jangan suka meneruskan informasi yang belum pasti benar keberadaannya, selain mungkin saja informasi itu salah, informasi yang terlanjur disebarkan kemungkinan juga bisa menimbulkan keresahan. Terkait dengan KMK, untuk bisa membentuk keluarga yang baik, perbaiki terus komunikasi. Mungkin dengan ketemuan rutin, dengan bantuan media komunikasi semisal media KMK yang terbit rutin, dan acara2 seperti ini.

Acara selanjutnya adalah misa oleh Romo Haryanto SJ, Romo Moderator PMKAJ unit Barat. Beliau menekankan usaha selain berdoa. Jangan sampai rajin berdoa memohon supaya ujian lulus tapi tanpa usaha untuk belajar.
Kemudian aku, Pak Danang, dan Romo pulang ke Jakarta, eaktu menunjukkan 20.30 sampai di Jakarta skt 22.00. Acara waktu itu adalah Trekking disertai games dan Quiz yang harus diselesaikan di tiap pos yang disinggahi peserta. Tempat yang di Lereng Gunung Salak, sepi, agak jauh dari perumahan penduduk mendukung kegiatan tersebut.
Regenerasi! Hal ini ternyata dipegang dan dijaga benar2 oleh pengurus. Setiap ada acara selalu ada follow-up dan persiapan panitia untuk kegiatan selanjutnya. two thumbs up.

Pesanku buat KMK yang semoga saja ada yang membaca ini, semakin perkuatlah jalinan keakraban dengan komunikasi yang baik. Adakan kegiatan yg tidak melulu “sekitar altar” (doa, taize, retreat, dll) tapi juga yang meningkatkan pengalaman dan keahlian berorganisasi dan berhubungan dengan masyarakat/komunitas lain/ agama lain. Tapi semua itu yang terpenting setiap acara hendaknya berasal dari anggota, bukan hanya acara yang dibuat pengurus dan anggota tinggal mengikuti.
Aku bangga dengan kalian! GBU!

Popularity: 10% [?]

One Response to “Rise of Friendship”

  1. Ronaldon 29 Aug 2005 at 10:38 pm

    wauw!!, sangat deskriptif. thanx juga yah udah mau datang n berkenal2an dg junior2mu kini,hahaha. thx jg atas pujiannya :P. kalo kita ada acara lg ikut lagi yak, trus kalo kak budi ada acara jg ajak2 aja kita, biar yang masih hijau ini bisa belajar.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Budi Pruwanto's Facebook profile