Peziarahan Abadi

Menapaki Kehidupan, Memaknai Perjalanan

Gili Nanggu dan Snorkeling (lombok6)

August24

Minggu 14 Agustus 2005. Gili Nanggu adalah pulau kecil yang terletak di Lombok Selatan, sekitar 20 menit dari Pelabuhan Lembar dan 15 menit menyeberang dengan perahu motor dari Tawun. Di pulau kecil berterumbu karang dangkal ini tersedia penginapan yang katanya milik perorangan. Pantainya jernih kehijauan. 5 meter dari pantai sudah bisa menikmati terumbu karang dengan ikan hias berwarna-warni berlalu-lalang.
Gili Nanggu Snorkeling

Kami sampai di Tawun pk 13.00, dibantu mas wisnu -pemandu dari mdp tours- menawar sewa snorkel beserta perlengkapannya. Karena gak bisa renang maka kami juga sekalian sewa life jackket alias pelampung. Jadi kami menyewa 2 set perlengkapan masing-masing terdiri dari masker, snorkel, fin, dan pelampung. Kami langsung pakai pelampung dan siap menuju perahu yang telah disewa. Perjalanan cukup cepat dengan angin yang tak terlalu kencang. Berjarak 5 menit dari pulau pantai yang kehijau-hijauan sudah tampak. Pasirnya putih lembut dan tak terlalu banyak orang atau turis baik lokal maupun manca. Ditengah pulau terlihat beberapa bangunan penginapan yang eksotik. Banyak bule yang sudah snorkeling bahkan anak2nya turut juga. Setelah ganti pakaian renang di toilet yang ada di tengah pulau (btw, mungkin pulaunya cuman berdiameter 1-2 km) kami bergegas ke pantai. Handycam, kamera digital dan kamera film kami simpan baik2 agar tak terjamah angin laut bergaram yang mudah merusak peralatan elektronik semacam itu. Mas Wisnu dengan baik hati menjaga peralatan kami dan mengabadikan lewat handycam.
Naik Perahu ke Gili Nanggu

Pengalaman pertama kami yang paling unik selama di Lombok adalah Snorkeling. Ini kali pertama kami, awalnya waktu mau mencebur ke pantai agak ragu2 juga. Aku dan istriku gak bisa berenang. Agak lama mencoba-coba di pinggiran yang sangat landai berkedalaman kurang dari 1 meter padahal udah sekitar lebih dari 10 meter dari garis pantai. Pelan2 kami basahi masker, kami coba bernapas lewat snorkel, stel tali masker agar pas dan air tak mudah masuk tapi tetap nyaman dipakai, mengetatkan pelampung, dan terakhir mencoba masuk ke air. Di situpun sudah terlihat karang2 indah dan ikan2 yang berkeliaran berwarna-warni menakjubkan. Baru sekali ini kami melihat ikan hias di laut secara langsung. Pernah lihat film “Finding Nemo”? Ehm kayaknya keindahan di film itu kalah dengan pemandangan ini. Beberapa kali dengan agak takut kami menuju ke tengah. Ari, istriku yang gak sabar menuju agak jauh ke tengah, terpaksa aku beberapa kali menahan dan mengajak kembali ke pinggiran. Beberapa kali karena belum terbiasa sempat minum air laut, bahkan karena sempat menyetel maskernya kurang ketat, air masuk melalui hidung dan bercibang-cibung panik. Awalnya memakai fin, kaki katak malah menyukarkan. Aku nggak bisa berdiri dengan cepat.

Setelah sekitar 45 menit pemanasan, sudah mengitari pantai, kami istirahat sejenak. Mas Wisnu yang awalnya ingin juga ikut berenang jadinya menunda keinginannya karena harus menjagai gadget kami. Kami tawarkan untuk gantian, tapi hari sudah menjelang sore. Tampak Ferry dari pelabuhan Lembar melintas menuju Bali. Waktu sudah menunjuk pk 14.00, kami sepakat untuk pulang pk 15.00 dan tidak mau rugi terlewat waktu, maka kami terjun lagi bersnorkel. Sekarang kami merasa lebih “berani” lebih tenang dan menikmati karang yang berwarna-warni beserta berbagai macam ikan yang belum pernah kutemui bahkan di buku2 atau di TV. Banyak ikan yang berwarna seperti karang, ada ikan yang berbentuk aneh, ada segerombolan ikan berwarna cerah melintas menuju kami, apa kami dikira juga ikan besar? Tak tahulah aku, yang pasti mereka tampak tak takut dengan kehadiran kami, menambah kegairahan kami.

Waktu akhirnya memang tak bisa dihentikan. Kami ganti pakaian, pulang dengan naik perahu yang menunggu kami dan melanjutkan perjalanan. Makan siang yang tertunda yag ketika snorkeling tak terasa waktu kami masuk mobil kok jadi kerasa lapar. Sebelum kami makan siang yang rencananya di Mataram, kami lewat di tempat pembuatan gerabah Banyumulek.

BTW, berikut tips snorkeling dari pemula untuk pemula;-)
1. perhatikan perlengkapan snorkeling anda, paskah maskernya? bisa disetel sehingga air gak bisa masuk tapi tetep nyaman? paskah kaki kataknya? jangan sampai kekecilan atau terlalu besar karena akan sangat tidak enak dipakai, bahkan untuk pemula malah akan menyulitkan. snorkelnya berfungsi baik? jangan sampai bocor kalau tak mau minum air laut, katanya sih ada juga jenis yang mempunyai klep sehingga bisa menahan air masuk. Mungkin itu lebih bagus.
2. Anda tak bisa berenang? tetap bisa snorkeling dengan menggunakan pelampung. Ketatkan pelampung sehingga bisa menempel enak di badan. Lebih baik lagi kalau ada tambahan tali yang diikatkan di selangkangan sehingga pelampung lebih ketat menempel.
3. Kalau pertama kali snorkeling, coba saja dulu di pantai, perlahan-lahan, dan berusaha untuk tidak panik di setiap keadaan. Ingat, anda pakai pelampung jadi gak mungkin tenggelam. Cukup dongakkan kepala maka sudah bisa bernapas dengan normal.
4. Waktu mulai snorkeling, biasakan mendengar suara napas kita sendiri yang menderu-deru, saat awal agak menakutkan tapi lama-kelamaan biasa aja.
Ehm itu saja deh, karena memang aku juga pertama kali ini. Jangan takut nyoba, keindahan alam di bawah laut ternyata sangat menakjubkan. Juga selamatkan terumbu karang itu dengan tidak menyentuhnya, berbagai macam spesies hidup di karang tersebut, gangguan betapa sedikit akan mengusik kehidupan mereka.

Save our beautiful coral!

posted under jalan-jalan
7 Comments to

“Gili Nanggu dan Snorkeling (lombok6)”

  1. On September 28th, 2005 at 5:04 pm nuar Says:

    jadi pengen nig.. ^_^

    bisa minta detail perkiraan biayanya ga..
    hotel brapa, kendaraan brapa..

    thx loh

  2. On October 24th, 2007 at 7:34 pm Maea Says:

    Uhm… sama ya aq juga baru pertama nyoba snorkeling belum lama ini, pakai pelampung pula karena ga bisa renang.
    Pertamanya sih takut tapi lama-lama jadi berani walaupun udah banyak minum air laut.
    Sekarang malah ketagihan untuk snorkeling lagi & kayaknya bakal dijadiin hobby baru…

  3. On March 29th, 2008 at 9:21 am elly Says:

    lg bln des 2007 sy nginap di gili nanggu 2 hari tdk mahal nginap di sana. Yg bikin mahal adalah biaya mknnya, mengenai fasilitas htl msh minin.

  4. On April 23rd, 2008 at 1:05 pm Rosie Says:

    Boleh tahu nginepnya dimana? en harganya berapa gak??? Makannya sekitar berapaan?

  5. On April 23rd, 2008 at 1:15 pm budi Says:

    @Rosie
    waktu itu semua diatur oleh travel, untuk di lombok ini setelah mencari tahu, kayaknya agak susah kalau harus backpacking, akhirnya aku kontak travel untuk mengatur semua jadwal mulai dari pesawat, transportasi, akomodasi, tujuan wisata, dan makan.

  6. On June 28th, 2008 at 1:37 pm hana Says:

    woooow, pengen banget kesitu. kira-kira penginapannya tarifnya berapa yawh?

  7. On November 2nd, 2008 at 7:35 am lina Says:

    Salam,

    Masya allah … pasti bagus yaa keindahan alam di bawah laut. Info n suggestionnya bikin saya pengen coba deh :)

    LH

Email will not be published

Website example

Your Comment:

 
BelanjaDiskon.com