Peziarahan Abadi

Menapaki Kehidupan, Memaknai Perjalanan

Tetebatu dan Otak Kokoq (lombok9)

August29

Tetebatu
15 Agustus 2005
Namanya aneh aja di telingaku tapi kami tak kecewa melewatkan hari ini di tempat ini. Tempat ini cukup jauh dari Mataram menuju kaki Gunung Rinjani. Pemandangan alamnya gak terlupakan. Di sepanjang perjalanan nampak kebun tembakau di kiri-kanan jalan. Daerah ini memang merupakan daerah subur di Lombok. Pemandu kami menjelaskan bahwa tembakau di Lombok termasuk yang terbaik di dunia. Penduduknya banyak yang kaya sebagai petani tembakau. Banyak pula yang naik haji berkali-kali. Kuota naik Haji di Lombok pasti terlewati, ini sebagian cerita menggambarkan kemakmuran daerah ini.
tetebatu

Sesampai di Wisma Soedjono yang rumahnya dibangun sejak jaman Belanda menjajah dan sekarang dijadikan penginapan, kami mulai soft trekking menuju tempat yang indah panoramanya dan sangat sayang dilewatkan untuk difoto. Dari tempat itu tampak Gunung Rinjani -sayang tertutup awan- karena memang saat itu cuaca sedang mendung :( namun tidak mengurangi keindahan sawah padi yang berundak di lereng, tembakau, pepohonan, dan tampak beberapa rumah penduduk. Menurut pemandu lokal yang juga penduduk sekitar situ, tempat ini sering dijadikan tempat untuk berlama-lama memotret oleh wisatawan bule dan membuat beberapa iklan misalnya djarum dan djisamsoe.
Dalam perjalanan menuju panorama itu, kami bisa melihat aktifitas masyarakat sekitar. Sempat pula kami melihat pompa air buatan jaman Belanda yang masih dapat berfungsi dan digunakan hingga kini.
Kami juga makan siang di Wisma itu. Tampak setidaknya dua rombongan wisatawan bule. Rombongan pertama akn meneruskan trekking ke Air terjun yang berarak sekitar 4 jam dengan langkah santai, dan rombongan kedua yang datang saat kami mau pulang berencana untuk menginap. Catatan kami, kalau anda ingin memesan makanan di Wisma Soedjono ini pastikan memantau terus, karena pesanan kami baru muncul setelah satu jam, meski untuk rasa tidak terlalu mengecewakan.


Otak Kokoq

Sepulang dari Tetebatu, kami melanjutkan ke sebuah mata air. Mata air ini dianggap mempunyai keajaiban dapat menghilangkan beberapa penyakit. Ada juga kolam renang di sebelahnya yang banyak digunakan oleh penduduk sekitar untuk rekreasi.
Otak Kokoq ini merupakan tempat pemujaan umat Hindu. Pada waktu tertentu sangat ramai dikunjungi umat Hindu yang berdoa sekaligus mencoba keajaiban air di Mata Air Otak Kokoq. Mata air tersebut jatuh dari akar2 pohon yang tak pernah berhenti mengalirkan airnya meski musim kemarau. Di bawah aliran air yang lumayan deras ada semacam kolam dan orang dapat mandi di situ. Saat itu saya juga melihat keanehan yang diceritakan oleh pemandu, saat seorang tua dipapah menuju aliran air, ketika air mengenai tubuh orang tersebut maka tampak air yang semula jernih menjadi agak keruh selama beberapa saat dan kembali bening. Menurut kepercayaan memang air Otak Kokoq itu sedang melarutkan dan menghilangkan penyakit yang diderita orang tersebut.
Otak Kokoq
Kami juga mencoba, tapi kami sendiri tidak melihat air menjadi keruh, ntah karena kami tak mendapat keajaiban itu atau memang kami sehat (Amiiin)

posted under jalan-jalan
2 Comments to

“Tetebatu dan Otak Kokoq (lombok9)”

  1. On August 31st, 2005 at 2:46 pm hananto Says:

    bud…gw pengen punya hobi fotografi…tapi kata istri gw, itu dak orisinal banget….
    tapi hobi fotografi gw, pengenya moto pemandangan laut…kalo kamu khan kalo gw perhatiin suka dengan pemandangan gunung, jadi alirannya “jejak petualang” riyani djangkaru (TV7), kalo aku pengennya yang alirannya zweta..(petualangan bahari)..tapi dari mana harus mulainya ya…? :-)

  2. On September 1st, 2005 at 2:31 pm budi Says:

    beli aja kamera digital yg murah meriah yg bisa diatur speed/apperturenya nah bisa mulai nyoba2 deh. habis itu pasti ketagihan moto apa aja, terutama perkembangan anakmu ;-)

Email will not be published

Website example

Your Comment:

 
BelanjaDiskon.com