The Wide World is My Parish
[ceritanya sedikit fiksi, untuk mempertajam maksudku, maaf yah pinjem nama teman2 sekalian, ini mau buat penulisan buku orangmuda, diharapkan bisa menjadi inspirasi pembaca untuk mewujudkan Kerajaan Allah menggunakan internet. Meski internet dipandang punya dampak negatif, tapi sebagai alat, tetap kitalah sebagai pengguna yang bisa mengaturnya.]
“Han, bagaimana pendapat kamu tentang sesi pertama tentang perkenalan”
“Sudah bagus Bud, aku tambahkan sekalian detil untuk sesi kedua yaitu sharing pengalaman hidup menggereja dan memasyarakat, pokoknya nanti kita harus tekankan bahwa kita sebagai fasilitator memandu sharing supaya jangan membenarkan atau menyalahkan karena semua pendapat adalah benar, namanya juga pengalaman pribadi. Berapa sih pesertanya untuk rekoleksi minggu depan, Thom? Bagaimana dengan pengantar, War?”
“Sekarang jumlah peserta limabelas orang, Han, semuanya aku sudah rinci dari komunitas mana saja mereka. Aku rasa sudah cukup biar rekoleksi kita kali ini benar-benar partisipatif, semua partisipan bisa didorong untuk berani berpendapat.”
“Untuk pengantar, aku sudah tulis nih, biar gak ada yang kelupaan, nanti aku tekankan; harapannya dengan Rekoleksi Gereja Umat Basis ini muncullah di suatu komunitas/paroki/wilayah/lingkungan sejumlah orang setempat, yang sanggup dan rela menggumuli dan mengelola permasalahan Gereja, khususnya kaum mudanya sebagai masa depan Gereja, sehingga proses pembebasan yang telah dilaksanakan oleh Yesus semakin dialami oleh semakin banyak orang. Komunitas yang digeluti berciri peduli pada masyarakatnya, tidak hanya berefleksi tapi juga dibarengi aksi”
“OK, mantaplah, nanti kita berkumpul di Civita Sabtu pagi.”
Thom dan Han di kantornya masing-masing di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Budi di kantornya di Menara Kebun Sirih, Jakarta Pusat. War di kantornya di Kramat, Jakarta Pusat. Semua dilakukan dengan surat elektronik, atau lebih dikenal dengan email. Semua data peserta dan rincian acara yang dibahas diatas bisa kami baca saat itu juga. Kami berkomunikasi dalam mailing-list –biasa disingkat milis-, suatu aplikasi yang memungkinkan kami cukup mengirim ke satu alamat dan semua anggota milis akan menerima email yang dikirim itu.
Internet memang sarana komunikasi yang sangat berguna bagi kami, volunter pendamping orang muda yang sedang merencanakan acara Rekoleksi Gereja Umat Basis. Dengan suasana metropolitan yang berkejaran dengan waktu, sangat sulit untuk bisa menyamakan agenda sekedar berkumpul bersama. Jarak yang pendek bisa ditempuh berjam-jam apalagi kami paling hanya bisa berkumpul Sabtu-Minggu atau setelah kerja. Dengan email kami saling berkomunikasi tanpa harus bertatap muka dan kami bisa menanggapi email tersebut pada saat kami punya waktu luang diantara menumpuknya pekerjaan kantor.
Teknologi internet sebagai suatu keniscayaan akan terus berkembang. Orang muda tentu sebagai orang yang paling banyak disentuh oleh teknologi ini. Apalagi berkembang tren, kalau kenalan tidak lagi hanya alamat atau nomer telpon, pasti juga menanyakan alamat email. Bukan hanya email yang senantiasa kami gunakan, kami juga sering chatting, ngobrol dengan internet messenger, suatu aplikasi yang membuat kami bisa saling melakukan pembicaraan kepada sesama teman yang terhubung di internet.
Aku sendiri mencoba mengembangkan situs www.moeda.or.id, suatu halaman yang bisa dibaca oleh semua pengguna internet dimanapun, berisi tentang informasi kegiatan orang muda katolik di KAJ khususnya. Semua pembaca bisa menayangkan sendiri informasi dari masing-masing komunitasnya, sungguh sesuai benar dengan model komunikasi partisipatif yang juga kami pakai di setiap program kami. Masih belum banyak peminatnya memang, tapi aku yakin situs ini akan semakin berkembang, tentu dengan tambahan informasi yang menarik, semisal modul-modul kegiatan sehingga mudika di sebuah paroki yang ingin melakukan kegiatan bisa mendapatkan inspirasi jenis kegiatan, jenis permainan, hingga kumpulan refleksi dan lagu-lagu orang muda.
Kemajuan teknologi internet, memang diberitakan juga membawa dampak buruk. Bukan hanya informasi yang baik, yang benar, atau yang berguna yang ada di situ. Informasi yang sesat, pornografi, hingga praktek terorisme juga ada. Tapi tentu semua tidak menjadi alasan untuk tidak mendayagunakan internet sebagai sarana mewartakan Kerajaan Allah, sarana kami dalam pemberdayaan orangmuda.
Sejalan waktu, beberapa milis yang membahas orangmuda aku ikuti, sebut saja ada milis untuk orangmuda katolik: orangmuda@yahoogroups.com, pemoeda@yahoogroups.com, dan muda-mudi-katolik@yahoogroups.com. Atau juga yang beranggotakan umat katolik: apikatolik@yahoogroups.com dan paroki@parokinet.org. Di sini aku bisa berdiskusi tentang kejadian aktual, mendapat informasi terbaru baik tentang kegiatan atau kejadian, hingga merencanakan suatu kegiatan bersama. “Vaste monde, ma paroisse. The wide world, my parish. Parokiku seduniaâ€, kata Yves Congar, seorang teologian katolik, ya pernyataannya mewujud, dengan internet kita bisa berkomunikasi dengan mudah dengan semua orang di dunia.
“Bagaimana kabarnya, War, bagaimana Legio Mariae-nya?â€
“Luar biasa, Bud, aku baru saja mengadakan kunjungan ke rumah sakit semalam. Istrimu, Ari, baik-baik juga khan. Fr. Totok kapan lanjut kuliah teologi? Cisca kapan punya momongan?
“Kabarku baik saja, ya, aku mau lanjut belajar teologi, nanti aku kabari lagi.â€
“Momongan belum ada, kapan main ke rumahku lagi? Lagi musim salak lagi lho..â€
“Hoi teman-teman, Hill sekarang dah kerja nih.â€
War di Singapura, Fr Totok di Kamboja, Cisca di Jogja, Hill di Menado, Budi tetap di Jakarta.
Semua teman-temanku di atas adalah orang-orang muda yang peduli dengan pemberdayaan komunitas basis orangmuda. Sekarang, meski kami terpisah jarak yang sangat jauh, sesuai kepedulian kami terhadap komunitas basis maka kami mempunyai “komunitas basis maya†tempat kami saling mendukung, menyemangati, bertukar refleksi dan informasi, semuanya lewat milis.
itu judul yang kamu akan angkat dalam penulisan buku orang muda itu….yang lalu dikomentari tomas dan fr. totok
udah bagus sih…cuman cerita keseluruhannya bagimana?