Oct 07 2005

Kegigihan Melawan Kekerasan

Published by budi at 2:05 pm under resensi

The Pianist

Film ini penuh dengan kekejaman kalau bukan kekerasan. Tapi dibalik itu muncul pula kegigihan seorang manusia untuk bertahan. Nonton DVD hasil sewa dari Ultradisc gratisan :-) bersama Istri sambil tiduran… (sampai hampir tidur hehe)
Kekejaman demi kekejaman ada di sepanjang film, ketika bom-bom mulai berjatuhan di Polandia, ketika Yahudi harus mengenakan tanda khusus di lengan untuk lebih mudah membedakan dengan yang bukan yahudi, ketika diusir paksa, disediakan tempat khusus (getho), disuruh kerja paksa, disiksa, ditembak tanpa kata, dll dll
Semua kekerasan itu pasti membuat mual. Roman Polanski sang sutradara, ternyata mengalami sendiri kejadian itu pada masa kanak2nya di Krakaw dan Warsawa, Polandia. Adrien Body berperan sangat baik, sebagai pemeran utama -Wladyslaw Szpilman-, seorang pianis yang mengalami kekejaman (juga kebaikan) Nazi.
Film ini dibalut dengan keindahan alunan piano di awal dan di akhir. Sangat memnyentuh dan dengan baik menghalau kesan dominasi kekerasan di film ini.


Beberapa nilai yang aku coba refleksikan:

Kegigihan untuk berjuang melawan ketidakadilan, kekejaman, dan kekerasan. Mungkin kita melihat hampir tak ada peluang untuk terbebas, mungkin semua orang di sekitar kita sudah kalah, tapi itu tidak berarti kita juga sudah kalah.
Ketika tentara yahudi yang mencoba melawan, meski dengan senjata seadanya dan sangat jauh dibanding Jerman yang lengkap, perlawanan itu tetap punya nilai meski kalah, tak seorangpun menyangka yahudi bisa melawan, dan itu menginspirasi Polandia untuk juga melawan Jerman.

Kegigihan bukan kekuatan fisik dan kepandaian otak. Szpilman, bukan seorang yang kekar, hanya orang biasa, nggak pinter ngomong, tapi kegigihannya yang menyelamatkan dari kekejaman Nazi.

Popularity: 8% [?]

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Budi Pruwanto's Facebook profile