Pagi itu sesuai dengan rencana kami bisa bangun pagi, untung, tak terasa lagi capek, mungkin luluh oleh gelora menikmati Bali. Setelah mandi dan berbenah, kita menuju tempat makan. Saat membuka kamar, di depan ada cowok bule bugil. “God morning, How are you”, sapanya terlebih dulu, kutimpali dan ngobrol beberapa saat, ternyata dia dari Brazil. Ia menginap baru sehari juga, tapi sudah jalan selama dua bulan. Ia datang bersama teman wanitanya, hmmm TTM kali yee, teman tapi mesra;) Saat makan pagi bareng, obrolan berlanjut. Lumayan juga nih Losmen, biaya 40rb sudah termasuk makan pagi untuk berdua. Ada dua pilihan, aku memilih omelet dan minum kopi. Sambila menikmati makanan panas plus kopi panas, obrolan pun menjadi lebih hangat. Ia bercerita tinggal dan cari kerja di Inggris sebagai pramusaji dan setelah terkumpul uang, melancong berbackpacking ke Asia Tenggara. Ia sudah ke Vietnam, Thailand, dan Malaysia, singgah di Indonesia, pertama kali ke Bromo-Tengger, dan ketemu kami di Bali. Ia menceritakan keindahan alam dan budaya Indonesia, keramahan orang-orangnya -hiks.., semoga dikau tak terkena sweeping-
Hanya saja Ia juga mengeluhkan transportasi dan fasilitas di beberapa tempat terutama penyedia informasi tentang tempat wisata. Di Bali pun ia kesulitan dengan transportasi, mau naik motor gak punya ijin internasional, mau pake travel masih kelewat mahal buat dia, mau pakai angkutan umum juga susah.
Obrolan berlanjut tentang kehidupannya di Inggris, ketiadaan rasialisme, kebebasannya mencari nafkah, dan keudahan mendapat uang dengan bekerja sebagai pramuwisma, yang pasti bisa sebagai modal jalan-jalan tiga bulan dengan bekerja delapan bulan! Tentu itu juga tak ia dapatkan di Brazil.
Obrolan terputus karena Bang Komang sudah menjemput kami dan kami pun berangkat, sebenarnya kami ingin sekali mengajak mereka berkeliling Bali bersama, tapi perlu ijin khusus untuk mengantar turis asing.
Continue Reading »
Popularity: 75% [?]