Feb
26
2007
Minggu, 21 Januari 2007
Kunjungan pertama hari ini adalah ke Lubang Jepang di Taman Panorama, tempat yang bisa melihat Ngarai Sianok dengan jelas. Di bawah terlihat sungai tetapi dengan aliran air yang kecil. Dulu katanya sungai itu bisa dilewati perahu dan lebih menarik karena pengunjung bisa menyusuri ngarai. Tebing yang menjulang 90 derajat itu memang layak dikagumi keindahannya. Di kejauhan tampak Koto Gadang, ada jalan setapak menuju ke sana, tapi tentu kami berpikir 10X untuk menyusur jalan itu.
Continue Reading »
Popularity: 36% [?]
Feb
23
2007
Selanjutnya kami merencanakan kepergian hari ini, yaitu menuju Danau Maninjau, 38km dari Bukittinggi. Danau yg luasnya mencapai 650km persegi dan kedalaman mencapai 480m ini keindahannya terkenal dan ada ikan khas dari danau ini yang namanya ikan rinuak, mirip dengan ikan teri kalau di laut. Di sekitar daerah itu muncul dua nama terkenal, Pujangga Buya Hamka (ada musiumnya di samping danau), dan Rangkayo Rasuna Said. Untuk menuju Maninjau ada angkutan bus umum Bukittinggi – Lubuk Basung yang melewati pinggiran Danau Maninjau.
Continue Reading »
Popularity: 31% [?]
Feb
23
2007
Sabtu, 20 Januari 2007
Pagi itu aku bangun dengan segar, udara dingin kota Bukittinggi membuat nyaman meski semalam melalui perjalanan panjang. Hotel Dymens berada di pusat kota, tak jauh dari Jam Gadang. Menurut teman kami –Herry– yang tinggal di Bukittinggi, Hotel ini termasuk hotel yang sudah lama berdiri dan hingga kini masih bertahan. Namun sayang, tampaknya tak ada peningkatan fasilitas yang bisa membuat hotel ini diminati, sehingga mungkin kalah bersaing dengan Novotel atau hotel baru lainnya. Tetapi hotel ini masih cukup ramai dengan berbagai acara dan tamu terutama rombongan.
Kebetulan di Bukittinggi saat itu diadakan pertemuan seluruh gubernur di Indonesia, dan pertemuan internasional alumni ESQ Training asuhan Ary Ginanjar. Meski begitu suasana Bukittinggi secara keseluruhan boleh dibilang tak terlalu ramai. Tak pernah macet kecuali di sebelah Pasar Atas yang dipenuhi dengan angkot dan bus.
Pagi itu aku dan arcon berjalan-jalan melihat Jam Gadang dan Pasar Atas. Suasana pagi di Bukittinggi tak terlalu ramai. Kami menyusuri jalan menuju Jam Gadang lewat Pasar Atas. Suasana pasar juga tak terlalu ramai meski jam telah menunjuk pk 8.30. Banyak lapak yang baru dibuka. Pertama kami menuju Jam Gadang dan tentu berfoto-ria. Menikmati panorama di sekitar Jam Gadang. Di kejauhan tampak Bukittinggi diapit Gunung Merapi dan Singgalang. Cuaca cerah ini tidak kami nikmati di hari-hari selanjutnya ketika kami di Bukittinggi. Sebagai daerah dataran tinggi, Bukittinggi layaknya Bogor, curah hujan tinggi dan di beberapa tempat sering berkabut.
Continue Reading »
Popularity: 22% [?]
Feb
22
2007
Kamis, 18 Januari 2007
Jakarta, Penundaan AirAsia
Malam itu pukul 19.00 semua persiapan untuk backpakcing ke Sumatra Barat sudah disiapkan dibantu istri yang tidak jadi ikut. Kasihan baby yang masih di kandungan;) apalagi baru 8 minggu.
Pk 20.00 ada telpon dari Airasia, dan ternyata mengabarkan penundaan. Gubrak….! Ya penundaannya pun tak tanggung-tanggung, yang seharusnya berangkat pk 06 dijadikan pk 15.55. Kalau sesuai paradigma orang Jawa, ya sudahlah masih untung di hari yang sama, bukan keesokan harinya. Kalau bahasa gaulnya ABCD: Aduh Bo’ Cape’ Dee (Perkembangan terbaru ditambah lagi ABCDEFG: Aduh Bo’ Cape’ Dee Eike Fisa Gilaaa’ maksa yah)
Temanku backpacking yang sebenernya pesan tiket lewat aku juga sudah berangkat siang tadi pk 12.00 dan sudah sampai di Padang. Rencana terpaksa diubah, mereka besok langsung berangkat ke Bukittinggi, base camp kami selama menikmati Sumbar, tanpa aku.
Yo wis, aku tak jadi berangkat, jadi masih ada kesempatan istirahat bersama istri melepaskan beban kerja.
Continue Reading »
Popularity: 17% [?]