Peziarahan Abadi

Menapaki Kehidupan, Memaknai Perjalanan

Melestarikan Budaya, Merayakan Perbedaan untuk Perdamaian

January29

seren taun

Masyarakat Sunda adalah masyarakat agraris. Sebagian besar masyarakat ini hidup sebagai petani. Saat merayakan tahun baru, mereka sekaligus bersyukur kepada Tuhan atas segala anugerah (panen) pada tahun sebelumnya dan berdoa untuk berkah serta perlindungan-Nya pada tahun selanjutnya. Ritual upacara doa dan syukur ini dirayakan sebagai “Seren Taun” oleh masyarakat Sunda di Cigugur, Kuningan, setiap tanggal 22 bulan Rayagung –bulan terakhir pada penanggalan Sunda- atau kali ini dirayakan mulai 16 Desember 2007 hingga 1 Januari 2008.

Seren Taun sarat dengan makna ritual dan perayaan terhadap perbedaan yang tak perlu menjadi hambatan dalam hidup bersama. Hal itu tercermin dari tema tahun ini, yaitu “Tundukkan Kepala, Satukan Hati dalam Keberagaman, demi Kedamaian Alam Semesta.” Makna utama dari seren taun adalah syukur terhadap hasil panen yang telah diterima, karena itu padi menjadi ornamen penting dalam setiap acara, golek (wayang) padi menjadi simbol khas. Puncak perayaan pun dilakukan dengan menutu (menumbuk) padi, semua pengunjung, tamu, dan masyarakat sekitar mendapatkan kesempatan untuk menumbuk padi.

seren taun

Penyelenggaraan acara ini didukung oleh ribuan masyarakat setempat dari semua agama dan kepercayaan, tamu wisatawan, dan berbagai masyarakat adat dari Sunda maupun dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir perwakilan dari Baduy Kanekes, Dayak Bumi Segandu Indramayu, Batak, Minang, Bali, Nusa Tenggara Timur, Dayak Kalimantan, dan Talaud. Selain bertemu dan masing-masing menampilkan berbagai persembahan seni, mereka juga berdiskusi tentang permasalahan sosial yang dihadapi, terutama diskriminasi yang kerap diterima dari pemerintah, terkait dengan kebebasan dalam memeluk dan menjalankan ritual adat.

seren taun

Banyak hal yang bisa ditarik dari penyelenggaraan acara ini, selain utamanya adalah kebersamaan masyarakat. Hal unik lain adalah setiap tamu dari luar daerah telah dipersiapkan untuk menginap rumah-rumah warga yang siap menampung tamu.

Berminat hadir dalam perayaan ini? Puncak Seren Taun tahun ini jatuh pada 21 Desember 2008. Tempat ini bisa ditempuh melalui jalur Cirebon-Kuningan-Cigugur atau Subang-Majalengka-Kuningan-Cigugur. Terdapat angkutan umum yang dapat membawa anda ke tempat perayaan.

posted under budaya, liputan
2 Comments to

“Melestarikan Budaya, Merayakan Perbedaan untuk Perdamaian”

  1. On January 31st, 2008 at 6:54 pm Arif Says:

    21 Desember masih lama. Ibaratnya masih setahun jarak ke tanggal itu. Mau ke sana nggak ya?

  2. On February 8th, 2008 at 4:56 pm peziarahan kami » Blog Archive » Seren Taun dan Tahun Baru Says:

    [...] peziarahan kami mengikat makna berbagi cerita peziarahan home about « peziarahan kami home page « Melestarikan Budaya, Merayakan Perbedaan untuk Perdamaian [...]

Email will not be published

Website example

Your Comment:

 
BelanjaDiskon.com