Archive for the 'kuliner' Category

Jun 25 2008

Hola Nona Bola!

Published by ari under kuliner

nonabola

Bukan karena demam Piala Eropa 2008 yang sedang berlangsung di Austria dan Swiss, aku makan di Restoran Nona Bola, Jalan HOS Cokroaminoto 90, Menteng, Jakarta Pusat. Semata-mata sebagai dukungan terhadap suami tercinta yang sedang mengerjakan tesis, aku menemaninya untuk ngobrol santai dengan Sastro Gozali, pendiri sendokgarpu.com.
Lepas pukul 18.00 WIB, aku memasuki ruangan di bawah Gandy Steak House yang masih satu grup dengan Nona Bola itu. Meskipun namanya Nona Bola, tidak ada ornamen atau aksesoris berkaitan dengan bola di dalamnya. Tidak ada senyum atau sapa menyambut kedatanganku seperti yang biasa kurasakan ketika memasuki sebuah restoran. Aku pun mencari tempat sendiri di antara deretan kursi yang kosong.
Continue Reading »

Popularity: 6% [?]

No responses yet

Jun 06 2008

Ikan Bakar Muara Karang

Published by budi under kuliner

ikan bakar dan cumi

Malam itu ada Wary, sahabatku yang selama ini bekerja di Singapore, kami merencanakan makan malam yang spesial, bukan mewah tapi lain dari yang lain. Maka seturut ide Lani, sahabat kami juga, kemudian mereka dan aku serta istriku pun menuju Ikan bakar Muara Karang. Masalahnya kami semua belum ada yang tahu rute jalan ke sana. Ada GPS Nokia yang baru terpasang di mobil Lani, tapi apa daya tak ada point of interest Ikan Bakar Muara Karang. Nah bertanya-tanyalah kami pada sobat masing2 via telpon. Hmm sayang jawabannya pun beragam, ada yg bilang deket Muara Baru, dan menujulah kami ke sana setelah melalui Gunung Sahari sampai mentok, Ancol, belok kiri.

Namun apa daya kami salah jalan, itupun setelah kami melalui genangan rob–banjir akibat air laut pasang–yang ujung-ujungnya mobil Lani harus dicuci dan didakwa oleh tukang cuci besoknya,” Mbak mobilnya bau amis banget, baru nyemplung ke laut yah?” atau lagi,”Mbak jualan ikan yah…?”, hehe agak-agak hiperbolis sih.. tapi masalah tersesat menuju Muara Karang yang ini memang bener.
Continue Reading »

Popularity: 15% [?]

4 responses so far

Apr 18 2008

Gudeg Yogyakarta di Jakarta

Published by ari under kuliner

gudegyogya1

Malam itu hari Sabtu malam, waktu sudah menunjukkan pukul 20.00, kepingin makan malam, dan jatuhlah pilihan ke Gudeg Yogya. Kami meluncur ke Rumah Makan Yogya di bilangan Pancoran.
Jika Anda berasal dari Yogyakarta atau sempat tinggal di sana dan sekarang kangen dengan masakan khasnya, segera datangi Rumah Makan Yogya di Jalan Tebet Barat Dalam VII/27, Jakarta Selatan. Rasa kangen Anda akan terobati.

Sesuai dengan namanya, rumah makan ini memang mengusung menu-menu bercita rasa Yogya. Lidah para pengunjung dimanjakan dengan beragam menu spesial khas Yogya, seperti nasi gudeg komplit hingga ayam goreng kalasan. Sebagai teman makan nasi, disediakan pilihan tempe dan tahu bacem.
Continue Reading »

Popularity: 29% [?]

6 responses so far

Mar 26 2008

Bebek Goreng Slamet [Serial TdJ]

Published by ari under kuliner

bebek goreng "H. Slamet"

Jika Anda mengunjungi Kartasura, Jawa Tengah, Anda harus mencicipi hidangan bebek goreng. Di Sedahromo Lor, ada bebek goreng olahan H. Slamet Raharjo yang rasanya lezat tak terkira.
Bertempat di Jalan Sedahromo Lor RT 01 RW 07, Kartasura, penikmat masakan tradisional dapat mencicipi bebek goreng yang terasa beda bila dibandingkan dengan tempat lain. Dagingnya lunak dan bumbunya lebih banyak meresap. Meskipun dagingnya empuk, namun tetap renyah. Resepnya ada pada proses masak yang lebih dari tiga jam.

goreng bebek

Keistimewaan lainnya terletak pada sambal korek yang menemani Anda makan bebek goreng spesial ini. Sambal korek dibuat dari cabai rawit merah yang diblender bersama bawang putih. Setelah itu, adonan sambal kembali diulek dengan garam. Terakhir, sambal diguyur dengan minyak goreng panas bekas menggoreng bebek.
Continue Reading »

Popularity: 32% [?]

2 responses so far

Mar 24 2008

Nasi Pecel Mbok Bari [serial TdJ]

Published by ari under kuliner

mbokbari

Pecel yang merupakan kombinasi sayuran dan bumbu kacang bisa ditemui di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Blitar. Kota kecil ini memiliki rumah makan sederhana yang khusus menyajikan menu pecel. Nama rumah makan yang telah berdiri puluhan tahun itu adalah Warung Pecel Mbok Bari. Letaknya ada di 200an meter arah utara Makam Bung Karno. Maka selain orang Blitar, para peziarah banyak yang menyempatkan diri mampir.

Buka pagi sebelum orang berangkat kerja dan pelajar mulai masuk sekolah, sehingga saat pagi adalah saat paling padat dan siang untung-untungan kalau nasi pecelnya masih tersisa.
Warung yang menyatu dengan rumah pemiliknya itu memberi kesempatan bagi pengunjung untuk makan di ruang tamu atau ruang keluarga. Makan nasi pecel komplit dengan tahu dan tempe goreng makin asyik sambil nonton televisi.

Harga sepiring nasi pecel komplit sangat terjangkau, hanya Rp. 2.000. Jika ingin ditambah telor mata sapi, cukup tambah Rp. 1.000. Teh tawar hangat menjadi teman setia makan nasi pecel. Untuk segelas teh tawar hangat tidak dipungut biaya.

Rasa bumbu kacang alias sambal pecel pas menyatu dengan aneka sayuran rebus. Tidak blenger dan bikin enek, malah enak. Sambal pecel yang dijual Rp. 21.000-23.000 per kilogram itu tersedia dalam dua rasa, yaitu pedas dan biasa.

Popularity: 31% [?]

No responses yet

Feb 22 2008

Sate Sapi Suruh Salatiga [Seri Tour d Java]

Published by ari under kuliner

Pernah makan sate? Entah itu sate kambing, sate ayam, sate padang, atau sate lainnya. Sate memang kerap muncul untuk menemani waktu makan Anda. Berbagai jenis sate banyak ditawarkan di restoran, kafe, warung makan, hingga gerobak dorong. Yang banyak tersedia di warung sate atau sate dorong biasanya adalah sate daging kambing dan ayam, kalau sate padang biasanya memakai daging kerbau.
Dari sekian banyak jenis sate, yang jarang ditemui adalah sate sapi. Sate Sapi Suruh bisa menjadi pilihan Anda ketika berkunjung ke Salatiga. Rasanya unik dan berbeda dengan sate kebanyakan. Salah satu penjual sate sapi suruh dapat ditemukan di Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga.
Continue Reading »

Popularity: 40% [?]

4 responses so far

Budi Pruwanto's Facebook profile