Jun
23
2006
“Saat putus asa, aku selalu ingat bahwa jalan kebenaran dan cinta selalu menang. Di sana mungkin terdapat tirani dan pembunuhan, dan untuk beberapa waktu, mereka mungkin kelihatan terlalu kuat untuk dikalahkan; tapi pada akhirnya, mereka selalu gagal. Pikirkan ini, selalu.â€
Kamu pernah dengar nama Mahatma Gandhi? Kata-kata berkekuatan dashyat di atas diucapkannya ketika memperjuangkan persamaan hak-hak imigran di Afrika Selatan. Dia berjuang nggak sendirian, tapi bersama orang Hindu dan Islam di sana yang jadi korban. Tapi jangan bayangkan mereka berjuang pakai bambu runcing, tombak, atau pistol. Mereka memakai jalur hukum, kebetulan Gandhi pengacara, dan sama sekali nggak melawan pas ditendang, dipukul, dan dikata-katain aparat. Memang kalau perjuangan dilakukan bersama-sama, apalagi pakai cara-cara damai, persis kayak yang dia bilang, perjuangan itu pun sukses.
Continue Reading »
Popularity: 11% [?]
Oct
07
2005
Film ini penuh dengan kekejaman kalau bukan kekerasan. Tapi dibalik itu muncul pula kegigihan seorang manusia untuk bertahan. Nonton DVD hasil sewa dari Ultradisc gratisan
bersama Istri sambil tiduran… (sampai hampir tidur hehe)
Kekejaman demi kekejaman ada di sepanjang film, ketika bom-bom mulai berjatuhan di Polandia, ketika Yahudi harus mengenakan tanda khusus di lengan untuk lebih mudah membedakan dengan yang bukan yahudi, ketika diusir paksa, disediakan tempat khusus (getho), disuruh kerja paksa, disiksa, ditembak tanpa kata, dll dll
Semua kekerasan itu pasti membuat mual. Roman Polanski sang sutradara, ternyata mengalami sendiri kejadian itu pada masa kanak2nya di Krakaw dan Warsawa, Polandia. Adrien Body berperan sangat baik, sebagai pemeran utama -Wladyslaw Szpilman-, seorang pianis yang mengalami kekejaman (juga kebaikan) Nazi.
Film ini dibalut dengan keindahan alunan piano di awal dan di akhir. Sangat memnyentuh dan dengan baik menghalau kesan dominasi kekerasan di film ini.
Continue Reading »
Popularity: 8% [?]
Sep
30
2005
Permulaan abad ke-20 banyak negara yang menganut demokrasi, demokrasi merambah ruang publik dan ekonomi. Program sosial dan peraturan perundangan tentang ekonomi banyak yang memihak rakyatnya. Permulaan bagian tahun-tahun dari akhir abad itu, bagaimanapun, pemerintah mulai untuk mundur. Di bawah lobi perusahaan dan globalisasi ekonomi, mereka menganut kebijakan yang dipromosikan oleh neoliberalisme. Deregulasi membebaskan korporasi dari batasan undang-undang, dan privatisasi mulai berkuasa untuk mengurus area publik yang sebelumnya dilindungi dari eksploitasi korporasi. Pada akhir abad ke-20, korporasi telah menjadi institusi dunia yang dominan.
Korporasi sebagai institusi paling dominan ternyata gagal mengatasi masalah besar dunia: kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup, perang, dan kesehatan, malah makin mmeperburuk, antara lain ditandai dengan banyak muncul aktivis lingkungan hidup dan pengunjukrasa antiglobalisasi.
Kapitalisme yang telah merambah dunia, menumbangkan komunisme dilain pihak, menyingkirkan monarki, ternyata meninggalkan banyak orang terutama di negara miskin. Bahkan banyak orang pula di Negara maju. Memang, korporasi ada untuk semakin meningkatkan nilai saham pemiliknya, dengan cara apapun.
Continue Reading »
Popularity: 7% [?]
Sep
29
2005
Ini merupakan sinopsis dari bab 5 dari buku “The Corporation” karangan Joel Balkan. Buku The Corporation sangat menarik, menelanjangi perilaku korporasi. Memaparkan banyak wawancara dengan eksekutif2 perusahaan multinasional macam BP, Pfizer, dll, juga pakar2 yang berhubungan dengan topik yang dibahas.
Layak disimak sampai tuntas bukunya, membuka kedok korporasi bahwa apapun yang mereka lakukan sebenarnya adalah untuk kepentingannya sendiri dan pemilik saham, bahkan dalam program “sosial” atau “kampanye lingkungan hidup”.
If the corporation were a person, would that person be a psychopath?
Continue Reading »
Popularity: 11% [?]
Sep
20
2005
Cast
Leonardo DiCaprio …. Howard Hughes
Cate Blanchett …. Katharine Hepburn
Kate Beckinsale …. Ava Gardner
“The Aviator,” Martin Scorsese’s grandly glamorous biopic about the tortured life of legendary millionaire maverick Howard Hughes who triumphed over personal demons. A-III (PG-13) http://www.catholicnews.com/data/stories/cns/0500068.htm
Howard Hughes, diceritakan menderita berbagai gangguan psikologis, suka mengulang-ulang kata -bahkan digambarkan sebagai akhir cerita- “The way of the future. The way of the future. The way of the future.” Ia juga kuman-fobia (atau apalah namanya :), dan agak tuli.
Tapi keinginan keras dan kepandaiannya membuat ia mengabaikan segala kelemahan untuk mewujudkan mimpinya. Tema ini yang membuat film “The Aviator” dipilih sebagai “The top 10 films of 2004″ oleh U.S. Conference of Catholic Bishops. Kelemahan tak selamanya harus merintangi mewujudkan apa yang ingin kita capai.
Continue Reading »
Popularity: 10% [?]